Home » featured, headline, Investasi Paper Asset, Millionaire Mindset, Prelaunch Article

Rahasia Sukses Investasi di Pasar Modal Part I

Submitted by on – 31 Comments

top-secret

Pernahkah Anda mendengar atau mempunyai teman yang selalu mengeluh seperti ini ??

  1. Ah indikator ini jelek, kemarin mengatakan beli, tapi ternyata harga saham malah turun!
  2. Seminar saham yang diadakan guru X ‘payah’, tidak ada isinya sama sekali!
  3. Buku dan seminar yang ditulis guru A “isinya gitu-gitu aja” cuma buang-buang uang!
  4. Seminar atau buku-buku tentang saham isinya sama-sama aja!
  5. Membeli saham seperti berjudi!
  6. Investasi di saham hanya merupakan tipu-tipuan!
  7. Saya baru percaya kalau ada indikator yang bisa meramalkan arah pasar secara akurat!

Itulah alasan-alasan utama kenapa banyak orang selalu gagal dalam berinvestasi di pasar modal. Coba Anda perhatikan, semua alasan di atas isinya hanyalah menyalahkan orang lain dan menyalahkan pasar. Padahal… kunci kesuksesan terletak pada diri Anda sendiri, dan tentunya dengan pertolongan yang di atas (with GOD Help). Manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan.

Kok saya bisa tahu tujuh point di atas ? Jelas saja karena gejala penyakit ini memang sudah menjadi rahasia yang sangat umum..

Ada juga orang-orang yang sudah pergi dan belajar ke seminarnya guru A, guru B, guru C, sampai guru Z dan membaca berbagai buku dari guru X, guru Y, guru XXX atau malah barangkali sampai berguru ke PLANET LAIN! (Ini adalah ungkapan kekesalan saya pribadi terhadap orang-orang yang  sudah berkelana ke berbagai seminar dan hanya berakhir dengan mengeluh serta berpikiran negatif serta menyalahkan materinya), tetapi ketika di tanya berapakah incomenya melalui pasar modal ? JAWABANNYA NOL BESAR! Atau biasanya mereka tidak mau menjawab pertanyaan itu, entah karena rendah hati, karena malu, atau karena kenapa saya juga tidak tahu…

Biasanya… orang cenderung tidak pernah puas dan selalu mencari indikator apa yang paling sempurna untuk meramalkan arah pasar. Padahal… sebuah indikator sederhana seperti Moving Average (klik di sini) saja sudah bisa Anda gunakan untuk meraih profit konsisten… Sebelum Anda berpikir bahwa cara Investor Sibuk adalah cara yang ajaib, lebih baik saya memberitahu terlebih dahulu daripada Anda kecewa. Yup, saya hanya menggunakan Moving Average. Kaget yah? Pasti Anda berpikir saya menggunakan indikator buatan sendiri dengan parameter super canggih. Nah, tapi kadangkala orang tidak menggunakan moving average pada waktu yang tepat. Dalam paket pembelajaran Investor Sibuk ini, saya akan tunjukkan kepada Anda bagaimana menggunakan moving average secara tepat. Jadi… tidak ada yang canggih kan ? Keep It Simple Stupid!

PERTANYAANNYA “Apakah Anda sudah TAKE ACTION dan disiplin dengan aturan yang Anda buat serta berinvestasi terlebih dahulu di instrumen investasi terbaik di dunia?”( Kalau Anda belum tahu apa itu instrumen investasi terbaik di dunia, silahkan klik di sini untuk mengetahuinya.)

Malah.. saya sering menjumpai banyak orang  suka sekali mengutak atik indikator sampai rumit sekali. Misalnya “Ia baru masuk ke pasar ketika indikator A, indikator B, indikator C , dan indikator X,Y,Z menyatakan BUY serta terjadi volume blow off bla bla bla bla, akhirnya tidak jadi masuk dan hanya bisa menonton saja….” Atau kalau masuk, sudah terlambat dan biasanya orang masuk hanya karena takut ‘ketinggalan kereta’ :P Sounds familiar ?

Atau.. ada orang-orang yang membuat parameternya sendiri sampai pusing tujuh keliling. Namun, ketika ditanya berapa hasil yang dia dapatkan, dia tidak mau menjawab… Ini selalu menjadi pertanyaan besar yang muncul di kepala saya… Yang saya bingung adalah biasanya orang jadi lupa tujuan awalnya karena ‘greed/keserakahan’ sudah mengambil kontrol.

Kenapa saya bisa tahu ?  Pengalaman pribadi tentunya! Saya dulu termasuk orang yang ‘maniak’ mengutak-ngatik indikator dan melakukan backtest. Seharian saya sering berada di dalam kamar terus dan melakukan backtest untuk setiap saham menggunakan software-software teknikal seakan-akan tidak punya kerjaan lain dah kerjanya hanya modifikasi parameter saja sampai orang-orang rumah (orang tua) bingung, saya tuh lagi ngapain sih, koq seperti orang autis ?? :p

Pada akhirnya memang saya menemukan indikator, parameter, atau expert advisor (kalau tidak tahu istilah ini, silahkan googling di internet) apa yang cocok untuk setiap saham. Kalau mau tahu caranya, silahkan pelajari penggunaan Metastock dan juga Amibroker atau software-software analisa lainnya. (ini adalah trader, bukan INVESTOR)

Namun, kembali lagi bahwa tujuan awal saya adalah passive income. Kalau saya harus mengutak-ngatik setiap saat (keadaan pasar selalu berubah, jadi harus di adjust), tentunya itu hanya membuang-buang waktu dan saya harus selalu aktif di sana. Berarti, itu namanya active income, bukan lagi menjadi passive income. Jadi… kembali lagi bahwa TUJUAN adalah hal yang amat sangat penting !

Tujuan awal kebanyakan orang menaruh uang di pasar modal tentunya untuk mencari passive income/uang tambahan. Lucunya, koq malah akhirnya mengutak-ngatik indikator sampai pusing kepala dan incomenya NOL BESAR ? Tapi yang namanya manusia, memang tidak pernah puas. Kalau saya perhatikan, setiap harinya bisa muncul indikator-indikator terbaru dengan berbagai modifikasi parameter.

Cek saja di www.incrediblecharts.com, di situ ada pengumuman indikator-indikator baru dari berbagai negara. Tidak akan pernah habis deh pokoknya!

Dari zaman dulu manusia sudah melakukan modifikasi parameter dan indikator. Nyatanya? Tetap saja yang simple yang bertahan… Siapa ? Tentu Warren Buffett. Lucu ya ? hehehe.

Loh, berarti menurut Ferdie, para analis teknikal yang menggunakan analisa-analisa rumit seperti Elliott Wave itu hanyalah orang-orang yang kurang kerjaan dong ??

Hmm… Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan memberikan sebuah pertanyaan lagi kepada Anda…

Di bangku SMA, Anda tentunya pernah belajar mengenai integral (Kebetulan saya IPA, saya tidak tahu apakah IPS belajar juga). Apa sih fungsi integral? Integral gunanya untuk menghitung luas suatu daerah. Itu kalau integral lipat satu.. Nah, karena saya jurusan teknik, saya juga belajar yang lain yaitu integral lipat dua. Apa gunanya ? Integral lipat dua gunanya untuk menghitung volume.

Namun… ada juga loh integral lipat tiga, lipat empat, atau mungkin lipat seratus. Apa tuh gunanya ? Saya juga ‘nggak tahu’. Kalau lipat satu hitung luas dan lipat dua menghitung volume, lalu lipat tiga hitung apa yah??? Wah ini sudah masuk ke dimensi imajiner. Tapi, orang-orang dari jurusan Matematika mempelajarinya bahkan ada yang sampai gelar Phd. khusus di bidang ini.

Bagi Anda dan saya, orang-orang matematika yang belajar integral sampai lipat seratus itu mungkin terlihat sebagai orang-orang kurang kerjaan atau orang gila. Namun, bagi mereka itu adalah ‘makanan’ mereka. WHY? Because They Love It and That’s Their PASSION!

Gini saja deh… kalau misalnya Anda adalah seorang pedagang yang membuka toko kelontong,  perlu nggak sih belajar integral? Tentunya tidak perlu. Yang penting cukup +, -, x , : dan tahu angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Simple kan ?

Nggak mungkin dong kalau ada orang pergi ke toko kita dan berkata begini : “Mas, saya mau beli sabun dan beras sebanyak integral (sinx) dx . Waduh apaan tuh ? ;P

Lain halnya kalau Anda mau bekerja di NASA (Pusat Aeronatik Amerika) atau reaktor nuklir, tentunya wajib bagi Anda menguasai Integral dan kawan-kawannya itu..

Pentingnya Merumuskan Tujuan!

Nah, apa sih pelajaran yang bisa ditarik ? Bagi para analis teknikal, analisa teknikal adalah passion mereka. Contohnya adalah Bapak Muhammad Alfatih, beliau adalah salah satu senior analis teknikal di Indonesia dari Asosiasi Analis Teknikal Indonesia dan beliau juga merupakan salah satu mentor saya. Anda bisa googling di internet untuk mengetahui lebih lanjut tentang beliau. Beliau sudah 20tahunan berkecimpung di dunia analisa teknikal. Kalau bukan passion, tidak mungkin beliau masih meneruskan pekerjaannya hingga sekarang.

Jujur saja, saya pribadi pusing kalau melihat analisa yang terlalu rumit, apalagi seperti teori fraktal dan elliott wave. (silahkan googling kalau mau tahu lebih lanjut)

Dan.. Anda perlu tahu bahwa technical analysis is an ART dan sifatnya sangat subjektif, apalagi yang sudah rumit seperti Elliott Wave (Apa itu ? Silahkan googling di internet).

Kalau memang Anda suka dengan analisa teknikal dan merasa PASSION di bidang itu, silahkan pelajari dan ambillah sertifikasi atau pendidikan khusus analisa teknikal karena itu sah-sah saja. Namun, jika tujuan Anda di pasar modal hanya untuk mencari uang tambahan atau sekedar supaya ‘uang nganggur’ kita tidak tergerus inflasi, buat apa juga sih belajar yang rumit-rumit. Toh, di luar sana masih ada kegiatan lain, masih ada suami, istri, keluarga, orang tua, atau hobi yang lainnya yang bisa Anda kerjakan. Masuk akal dong ?

Nah, masalahnya sekali lagi, banyak orang tidak menentukan TUJUANNYA dengan benar dan malah mempelajari semuanya. Ada orang yang tujuan awalnya hanya ingin mencari ‘uang tambahan’, tetapi karena kebanyakan belajar, malahan hanya tahu teori saja dan tidak jadi masuk pasar. Kalau ditanya tentang indikator atau analisa, biasanya mereka bisa jawab semua pertanyaan mulai dari indikator A,B,C,D,E bla bla bla dan tampak seperti ensiklopedia berjalan.

Namun, ketika ditanya berapa incomenya, biasanya tidak mau menjawab, entah karena rendah hati atau apa saya pun tidak tahu. Mohon maaf kalau ada yang tersinggung, tapi saya berani menulis seperti ini karena saya memiliki teman yang seperti ini… (Mohon maaf teman jika Anda baca tulisan ini dan merasa tersinggung)

Fakta-fakta di atas adalah ‘curahan hati’ pribadi saya setelah beberapa waktu berkutat di dunia investasi pasar modal, mulai dari membaca berbagai buku dan mengikuti macam-macam seminar investasi, hingga berinteraksi dengan orang-orang yang trading atau investasi di bursa saham. Hal ini membuat pergumulan dalam batin saya dan tentunya  membuat saya penasaran untuk menemukan benang merah dari semua ‘anomali’ itu.

Jadi…Apa benang merah dari semua ‘anomali’ itu ? Nantikan di Artikel “Rahasia Sukses Berinvestasi di Pasar Modal?” Bagian II yang akan segera hadir…

Silahkan tuliskan komentar Anda pada kolom comments di bawah ini dan BUKTIKAN bahwa diri Anda adalah instrumen investasi yang terbaik di dunia. Happy Investing !

Penawaran Spesial : Saya akan memilih 1 (satu) orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa prelaunch InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com ini LAUNCHING.

Khusus untuk satu orang ini, tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu untuk mendapatkan paket pembelajaran investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT…Hanya untuk 1(satu) orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat ! Jadi tuliskan komentar Anda sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-!!!

Pernahkah Anda mendengar atau mempunyai teman yang selalu mengeluh seperti ini ??

1. Ah indikator ini jelek, kemarin mengatakan beli, tapi ternyata harga saham malah turun!

2. Seminar saham yang diadakan guru X ‘payah‘, tidak ada isinya sama sekali!

3. Buku dan seminar yang ditulis guru A “isinya gitu-gitu aja” cuma buang-buang uang!

4. Seminar atau buku-buku tentang saham isinya sama-sama aja!

5. Membeli saham seperti berjudi!

6. Investasi di saham hanya merupakan tipu-tipuan!

7. Saya baru percaya kalau ada indikator yang bisa meramalkan arah pasar secara akurat!

Itulah alasan-alasan utama kenapa banyak orang selalu gagal dalam berinvestasi di pasar modal. Coba Anda perhatikan, semua alasan di atas isinya hanyalah menyalahkan orang lain dan menyalahkan pasar. Padahal… kunci kesuksesan terletak pada diri Anda sendiri, dan tentunya dengan pertolongan yang di atas (with GOD Help). Manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan.

Kok saya bisa tahu tujuh point di atas ? Jelas saja karena gejala penyakit ini memang sudah menjadi rahasia yang sangat umum..

Ada juga orang-orang yang sudah pergi dan belajar ke seminarnya guru A, guru B, guru C, sampai guru Z dan membaca berbagai buku dari guru X, guru Y, guru XXX atau malah barangkali sampai berguru ke PLANET LAIN! (Ini adalah ungkapan kekesalan saya pribadi terhadap orang-orang yang sudah berkelana ke berbagai seminar dan hanya berakhir dengan mengeluh serta berpikiran negatif serta menyalahkan materinya), tetapi ketika di tanya berapakah incomenya melalui pasar modal ? JAWABANNYA NOL BESAR! Atau biasanya mereka tidak mau menjawab pertanyaan itu, entah karena rendah hati, karena malu, atau karena kenapa saya juga tidak tahu…

Biasanya… orang cenderung tidak pernah puas dan selalu mencari indikator apa yang paling sempurna untuk meramalkan arah pasar. Padahal… sebuah indikator sederhana seperti Moving Average (kasih linknya investopedia) saja sudah bisa Anda gunakan untuk meraih profit konsisten… Sebelum Anda berpikir bahwa cara Investor Sibuk adalah cara yang ajaib, lebih baik saya memberitahu terlebih dahulu daripada Anda kecewa. Yup, saya hanya menggunakan Moving Average. Kaget yah? Pasti Anda berpikir saya menggunakan indikator dengan parameter super canggih. Hehe maaf telah membuat Anda kecewa…

PERTANYAANNYA “Apakah Anda sudah TAKE ACTION dan disiplin dengan aturan yang Anda buat serta berinvestasi terlebih dahulu di instrumen investasi terbaik di dunia?”( Kalau Anda belum tahu apa itu instrumen investasi terbaik di dunia, silahkan klik di sini untuk mengetahuinya.)

Malah.. saya sering menjumpai banyak orang suka sekali mengutak atik indikator sampai rumit sekali. Misalnya “Ia baru masuk ke pasar ketika indikator A, indikator B, indikator C , dan indikator X,Y,Z menyatakan BUY serta terjadi volume blow off bla bla bla bla, akhirnya tidak jadi masuk dan hanya bisa menonton saja….” Atau kalau masuk, sudah terlambat dan biasanya orang masuk hanya karena takut ‘ketinggalan kereta’ :P Sounds familiar ?

Atau.. ada orang-orang yang membuat parameternya sendiri sampai pusing tujuh keliling. Namun, ketika ditanya berapa hasil yang dia dapatkan, dia tidak mau menjawab… Ini selalu menjadi pertanyaan besar yang muncul di kepala saya… Yang saya bingung adalah biasanya orang jadi lupa tujuan awalnya karena ‘greed/keserakahan’ sudah mengambil kontrol.

Kenapa saya bisa tahu ? Pengalaman pribadi tentunya! Saya dulu termasuk orang yang ‘maniak’ mengutak-ngatik indikator dan melakukan backtest. Seharian saya sering berada di dalam kamar terus dan melakukan backtest untuk setiap saham menggunakan software-software teknikal seakan-akan tidak punya kerjaan lain dah kerjanya hanya modifikasi parameter saja sampai orang-orang rumah (orang tua) bingung, saya tuh lagi ngapain sih, koq seperti orang autis ?? :p

Pada akhirnya memang saya menemukan indikator, parameter, atau expert advisor (kalau tidak tahu istilah ini, silahkan googling di internet) apa yang cocok untuk setiap saham. Kalau mau tahu caranya, silahkan pelajari penggunaan Metastock dan juga Amibroker atau software-software analisa lainnya. (ini adalah trader, bukan INVESTOR)

Namun, kembali lagi bahwa tujuan awal saya adalah passive income. Kalau saya harus mengutak-ngatik setiap saat (keadaan pasar selalu berubah, jadi harus di adjust), tentunya itu hanya membuang-buang waktu dan saya harus selalu aktif di sana. Berarti, itu namanya active income, bukan lagi menjadi passive income. Jadi… kembali lagi bahwa TUJUAN adalah hal yang amat sangat penting !

Tujuan awal kebanyakan orang menaruh uang di pasar modal tentunya untuk mencari passive income/uang tambahan. Lucunya, koq malah akhirnya mengutak-ngatik indikator sampai pusing kepala dan incomenya NOL BESAR ? Tapi yang namanya manusia, memang tidak pernah puas. Kalau saya perhatikan, setiap harinya bisa muncul indikator-indikator terbaru dengan berbagai modifikasi parameter.

Cek saja di www.incrediblecharts.com, di situ ada pengumuman indikator-indikator baru dari berbagai negara. Tidak akan pernah habis deh pokoknya!

Dari zaman dulu manusia sudah melakukan modifikasi parameter dan indikator. Nyatanya? Tetap saja yang simple yang bertahan… Siapa ? Tentu Warren Buffett. Lucu ya ? hehehe

Loh, berarti menurut Ferdie, para analis teknikal yang menggunakan analisa-analisa rumit seperti Elliott Wave itu hanyalah orang-orang yang kurang kerjaan dong ??

Hmm… Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan memberikan sebuah pertanyaan lagi kepada Anda…


Di bangku SMA, Anda tentunya pernah belajar mengenai integral (Kebetulan saya IPA, saya tidak tahu apakah IPS belajar juga). Apa sih fungsi integral? Integral gunanya untuk menghitung luas suatu daerah. Itu kalau integral lipat satu.. Nah, karena saya jurusan teknik, saya juga belajar yang lain yaitu integral lipat dua. Apa gunanya ? Integral lipat dua gunanya untuk menghitung volume.

Namun… ada juga loh integral lipat tiga, lipat empat, atau mungkin lipat seratus. Apa tuh gunanya ? Saya juga ‘nggak tahu’. Kalau lipat satu hitung luas dan lipat dua menghitung volume, lalu lipat tiga hitung apa yah??? Wah ini sudah masuk ke dimensi imajiner. Tapi, orang-orang dari jurusan Matematika mempelajarinya bahkan ada yang sampai gelar Phd. khusus di bidang ini.

Bagi Anda dan saya, orang-orang matematika yang belajar integral sampai lipat seratus itu mungkin terlihat sebagai orang-orang kurang kerjaan atau orang gila. Namun, bagi mereka itu adalah ‘makanan’ mereka. WHY? Because They Love It and That’s Their PASSION!

Gini saja deh… kalau misalnya Anda adalah seorang pedagang yang membuka toko kelontong, perlu nggak sih belajar integral? Tentunya tidak perlu. Yang penting cukup +, -, x , : dan tahu angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Simple kan ?

Nggak mungkin dong kalau ada orang pergi ke toko kita dan berkata begini : “Mas, saya mau beli sabun dan beras sebanyak . Waduh apaan tuh ? ;P

Lain halnya kalau Anda mau bekerja di NASA (Pusat Aeronatik Amerika) atau reaktor nuklir, tentunya wajib bagi Anda menguasai Integral dan kawan-kawannya itu..

Pentingnya Merumuskan Tujuan!

Nah, apa sih pelajaran yang bisa ditarik ? Bagi para analis teknikal, analisa teknikal adalah passion mereka. Contohnya adalah Bapak Muhammad Alfatih, beliau adalah salah satu senior analis teknikal di Indonesia dari Asosiasi Analis Teknikal Indonesia dan beliau juga merupakan salah satu mentor saya. Anda bisa googling di internet untuk mengetahui lebih lanjut tentang beliau. Beliau sudah 20tahunan berkecimpung di dunia analisa teknikal. Kalau bukan passion, tidak mungkin beliau masih meneruskan pekerjaannya hingga sekarang.

Jujur saja, saya pribadi pusing kalau melihat analisa yang terlalu rumit, apalagi seperti teori fraktal dan elliott wave. (silahkan googling kalau mau tahu lebih lanjut)

Dan.. Anda perlu tahu bahwa technical analysis is an ART dan sifatnya sangat subjektif, apalagi yang sudah rumit seperti Elliott Wave (Apa itu ? Silahkan googling di internet).

Kalau memang Anda suka dengan analisa teknikal dan merasa PASSION di bidang itu, silahkan pelajari dan ambillah sertifikasi atau pendidikan khusus analisa teknikal karena itu sah-sah saja. Namun, jika tujuan Anda di pasar modal hanya untuk mencari uang tambahan atau sekedar supaya ‘uang nganggur’ kita tidak tergerus inflasi, buat apa juga sih belajar yang rumit-rumit. Toh, di luar sana masih ada kegiatan lain, masih ada suami, istri, keluarga, orang tua, atau hobi yang lainnya yang bisa Anda kerjakan. Masuk akal dong ?

Nah, masalahnya sekali lagi, banyak orang tidak menentukan TUJUANNYA dengan benar dan malah mempelajari semuanya. Ada orang yang tujuan awalnya hanya ingin mencari ‘uang tambahan’, tetapi karena kebanyakan belajar, malahan hanya tahu teori saja dan tidak jadi masuk pasar. Kalau ditanya tentang indikator atau analisa, biasanya mereka bisa jawab semua pertanyaan mulai dari indikator A,B,C,D,E bla bla bla dan tampak seperti ensiklopedia berjalan.

Namun, ketika ditanya berapa incomenya, biasanya tidak mau menjawab, entah karena rendah hati atau apa saya pun tidak tahu. Mohon maaf kalau ada yang tersinggung, tapi saya berani menulis seperti ini karena saya memiliki teman yang seperti ini… (Mohon maaf teman jika Anda baca tulisan ini dan merasa tersinggung)

Fakta-fakta di atas adalah ‘curahan hati’ pribadi saya setelah beberapa waktu berkutat di dunia investasi pasar modal, mulai dari membaca berbagai buku dan mengikuti macam-macam seminar investasi, hingga berinteraksi dengan orang-orang yang trading atau investasi di bursa saham. Hal ini membuat pergumulan dalam batin saya dan tentunya membuat saya penasaran untuk menemukan benang merah dari semua ‘anomali’ itu.

Jadi…Apa benang merah dari semua ‘anomali’ itu ? Nantikan di Artikel “Rahasia Sukses Berinvestasi di Pasar Modal?” Bagian II yang akan segera hadir…

Silahkan tuliskan komentar Anda pada kolom comments di bawah ini dan BUKTIKAN bahwa diri Anda adalah instrumen investasi yang terbaik di dunia. Happy Investing !

Penawaran Spesial : Saya akan memilih 1 (satu) orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa prelaunch InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com ini LAUNCHING.

Khusus untuk satu orang ini, tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu untuk mendapatkan paket pembelajaran investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT…Hanya untuk 1(satu) orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat ! Jadi tuliskan komentar Anda sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-!!!

Tulis comment Anda di bawah ini, jangan lupa share juga artikel ini via facebook melalui link SHARE THE WEALTH di atas, atau langganan melalui RSS feed!

Top incoming search terms for this post

31 Comments »

  • Irawan says:

    Hanya satu kata, mantab!
    Penjelasan anda sangat simple dan mengena, saya yakin produk yang akan anda launch pun mempunyai taste yang sama dengan tulisan-tulisan anda sebelumnya.
    Semoga sukses bro!

  • AQDAMY says:

    Trading style menjadi bukti dari ‘experience-nya’, oleh karena itu style apapun yg dipake untuk trading, yg penting adalah tujuan akhirnya tercapai.

  • dimas says:

    Sementara ini saya masih meraba-raba isi dari rahasia yang kang Fredie sampaikan masih perlu pendalaman dan perenungan, mungkin akan terbuka setelah saya membaca artikel selanjutnya Rahasia sukses berinvestasi di pasar modal bagian II. Namun ada beberapa yang dapat saya tangkap bahwa sebenarnya kita perlu mengetahui dulu tujuan apa yang akan kita inginkan sebelum kita menentukan sikap. Dengan demikian apa yang kita kerjakan tidak sia-sia serta dapat sesuai dengan tujuannya dengan cara yang paling tepat.
    Nah…sekarang yang saya butuhkan adalah cara yang paling tepat dan paling simpel untuk mencapai tujuan berinvestasi di pasar modal sesuai dengan pengalaman yang pernah kang Fredie alami . Semoga kang Fredie bersedia untuk sharing…matur nuwun kang

  • Ikhwan says:

    ya..mengenai fokus pada tujuan awal saya setuju banget,buat apa banyak menguasai atau belajar ini itu kalo tujuanya pasif income,atau satu tujuan yaitu cari uang…cukup kita percaya atau mempelajari pada satu strategi atau formula saja, selama itu masih menghasilkan yang lakukan terus.sebagai bahan inspirasi kita semua ingat dari kecil sampai kuliah kita belajar di sekolah-sekolah formal dari tk,sd,smp dst belajar dan belajar.untuk apa semua itu?..apakah biar pinter,biar nanti dapat banyak uang? bukan..intinya adalah sekolah di tempat formal selain belajar adalah biar bisa bersosialisasi yang memerlukan pengetahuan banyak aspek sosial.. ada bahasa ,moral,matematika,ipa,geografi dan lain2 semata2 biar kita bisa bersosialisasi,itu tok!. Lalu hubunganya dengan belajar pasar saham adalah bahwa kita tidak perlu banyak pertimbangan pelajari satu formula saja lalu action karena tujuanya cuman satu yaitu cari tambahan yang jelas beda dengan belajar formal…mudah2an yah strategi yang ditawarkan mas ferdie stabil dan profitable

  • amsi says:

    intinya KISS .. Keep it Simple Stupid. sperti yang sering dikatakan Eyang Ratman, kesederhanaan saja cukup untuk membuat kita nyaman dengan plan investasi kita. ketika kita sering mendapatkan profit dari satu indikator sederhana seperti Moving Average, itu lebih baik daripada kita hafal beragam indikator tapi ujung-ujungnya masiih bingung menentukan posisi. semoga paket pembelajaran Investor Sibuk dari kang Ferdie bisa menguak rahasia sukses investasi di pasar modal bagi pemula seperti saya :-)

  • jumiarso says:

    Salam buat fredie…
    Mempelajari berbagai macam indikator teknikal memang perlu sebagai pengetahuan dan sebaiknya memang kita harus belajar supaya n tidak gatek dalam ilmu indikator. Namun sebaiknya ketika kita mau berinvestasi gunakan saja satu atau mungkin dua indikator secara konsisten sehingga kita punya pengalaman tersendiri terhadap indikator tersebut. Ini akan mungkin sangat membantu kesuksesan kita.
    Kalau kita menggunakan banyak indikator mungkin malah kita jadi bingung sendiri dan mungkin malah berakibat fatal dalam mengambil keputusan.
    Menurut sayalebih baik menguasai satu atau dua indikator tapi mendalam/komprehensif dari pada banyak tapi kurang mendalam/komprehensif.
    Semoga sukses

  • jumiarso says:

    Salam buat fredie…
    Mempelajari banyak indikator teknikal memang penting untuk menambah pengahuan dan pengalaman.
    Namun sebaiknya dalam praktek kita gunakan satu atau dua indikator yang sederhana saja secara konsisten. Sebab dengan itu kita dapat mengetahui karakteristik indikator tersebut secara mendalam yang pada akhirnya memudahkan kita dalam menentukan keputusan akhir.
    Kalau kita menggunakan banyak indikator malah jadi pusing dan mungkin dapat berakibat fatal dalam keputusan akhir.
    Menurut saya lebih baik menguasai satu atau dua indikator tapi mendalam dan nyaman buat kita dari pada banyak tapi ngambang dan confusing.
    Semoga sukses…

  • RAHMAT says:

    simple saya suka cara bang ferdi, meski saya sangat awam sekali tentang bursa saham. ada keyakinan disini tempat belajar untuk yang awam investasi dan mendapat passive income… He.. he…

  • Samuel says:

    Terima kasih ya Fer buat infonya.

  • budi says:

    wah semakin dibaca semakin menarik dan bermanfaat…
    terutama bagi saya yang masih awam.. semoga bisa bermanfaat bagi saya dan yang lainnnya. untuk kemajuan bangsa Indonesia..

    Terima kasih

  • hartono says:

    saya bukan seorang komentator nih makanya saya ga nulis comment nya apa ? klo saya seorang komentator mungkin sudah di rekrut oleh stasiun televisi swasta kli yaa buat comment bola ..

  • Dhika says:

    intinya yang saya tangkap dr artikel-artikel yg saya baca disini sederhana saja (urutan tidak berpengaruh ya) :
    1.sabar
    2.konsisten akan tujuan awal
    3.mencapai tujuan tsb secara bertahap

    dari 3 poin diatas maksudnya gini : misalnya saya ingin pasif income, pertama, saya harus mengeluarkan modal sebesar XXX, nah setelah memiliki tujuan awal (yaitu pasif income) dan juga modal, maka setelah tanam modal, tahap pertama yang paling minim dulu yaitu cukup BALIK MODAL. setelah balik modal baru tahap brikutnya yaitu profit (maksud pernyataan no.3)

    untuk artikel mas Ferdie tentang “ada tipe orang yang belajar ini itu alias semua dipelajari sampai lupa tujuan” , itu benar. saya gak bilang salah.

    tetapi menurut saya ada juga tipe seperti ini (hal ini saya dapat dari buku sih hehe) yaitu “mempelajari banyak hal, kemudian membuang yang tidak perlu alias menyaring yang sesuai dengan diri kita”

    dalam hal ini, belajar ilmu apapun sebanyak-banyaknya tidak jadi masalah.. malah bagus.. hanya saja yang perlu digaris bawahi, bahwa (saya caps aja ya hehehe) TIDAK LUPA AKAN TUJUAN KITA SEMULA YAITU MAU MENDAPAT APA?

    hehe.

    salam ^^

  • sebuah bisnis adalah awal dari usaha menuju kesejahteraan, berbisnihlah sehati – hati mungkin

  • Kris says:

    yah, emang banyak tipe orang yang kalau belum paham betul tidak berani untuk memulai (termasuk saya), tapi sekarang saya akan mencoba untuk memulainya semoga paket pembelajaran dari Pak Ferdie bisa berguna untuk saya dan kawan2 yang lain :-)

  • Luthfir Rahman says:

    Ini dia tempat yang terbaik bwat cepat kaya….hahaha…

  • Ayub sofyan says:

    Kalau bisa di bikin mudah , kenapa harus di bikin rumit
    begitulah kira kira jargon nya investasi yang akan
    di perkenalkan bung ferdi
    tambah banyak indicator nya tambah pusing
    sunguh matii aku jadi penasarann , apaan sih yang akan
    di perkenalkan kann

  • Arie H says:

    Ikutan cuma pengen tau aja. Ga nahan kalo ketemu hal baru. Bawaannya penasaran aja. Dunia saham seperti yang anda jelaskan diatas sepertinya menarik sekali. Semoga kita semua sampai ke tujuan ya… Makasih buat mas Ferdi yang udah kasih jalan. Piss….

  • AnasMR says:

    Buat yang paling sederhana yang paling anda familiar dan kuasai.
    Simpel bukan berarti gampang loh. kita dapat mengatakan hal tersebut simpel bila kita telah memilih, mengamati, menguji, mengevaluasi dan membuat ketetapan kurang lebihnya sehingga keluar tindak lanjutnya.
    Keep it Simple “Say”

  • ali hasan says:

    KISS. walaupun dengernya kayak sederhana tapi untuk mencapai suatu indikator pass dengan kita, melewati tahap yg tidak sederhana. tapi menurut saya yg paling penting bukan indikatornya. saya setuju dengan ferdie. indikator paling penting itu sebenarnya “kita” sendiri.

  • hadi says:

    Awalnya saya juga mencari2 indikator2 yang tepat, pada akhirnya sampai pada satu kesimpulan KISS = Keep It Simple Stupid. Saya harus memilih indiktor mana yang dipakai dan tidak bisa digunakan semua. Bagi saya, analisa TA hanya utk konfirmasi entry dan exit saja dan jadi tidak terlalu pusing :) Saya yakin setiap dari kita pasti melewati fase spt ini yaitu mencari ” pegangan ” utk berinvestasi di pasar saham yang terkenal kejam ini. Dan masing2 akan mempunyai style yang tidak akan sama 100% krn memang begitulah dunia investasi di pasar saham.

  • suwita says:

    Ada orang yang memperlakukan kehidupan seperti mesin jackpot, berusaha memasukan sesedikit mungkin, dan selalu mengharapkan meraih Jackpot !!!
    Tetapi saya percaya bahwa orang akan lebih bijaksana, lebih bahagia, dan lebih damai kalau membayangkan kehidupan sebagai investasi mantap dan inteligen (InvestorSibuk), di mana mereka menerima menurut apa yang mereka tanamkan …….. atau sekedar uang tambahan ha ha ha

  • Arie says:

    Salam Bung Ferdie,

    Saya termasuk slh satu org apabila ingin mencoba sesuatu, sebisa mungkin saya mempelajari apapun yang dapt membantu saya untuk lbh memahami seluk-beluknya.

    Sama halnya dengan dunia saham ini, seblum memulainya, saya mencari info sebanyak2nya mulai dari mekanisme pasar saham sampai dengan technical analysis dkk.

    Sampai saya merasa pede dan saya pun memberanikan diri untuk terjun dalam dunia saham.
    Tpi klo bole jujur, sampai sekarang saya belum memperoleh income melainkan kerugian yang saya dapat.

    Saya sedang mencoba memperbaiki kesalahan apa yang saya lakukan hingga apa yang saya pelajari sampai detik ini belum membuahkan hasil. Salah satunya adalah terlalu ribet mempelajari semuanya, dan akhirnya melupakan tujuan2 awal saya untuk berinvestasi, yaitu untuk mencari penghasilan tambahan berupa passive income.

    Ditunggu Bung Ferdie untuk artikel2 berikutnya.
    Apa yang Bung Ferdie ceritakan dalam bbrp kenyataan hidup di dunia saham, 80%nya saya alami dan saya ingin berubah menjadi yang lebih baik.

    Salam….

  • Nurul Hayatullah says:

    SENJATA DALAM PASAR MODAL

    Sebenarnya sederhana saja, kita memilih menjadi seorang trader atau seorang investor. Yang pasti tujuan nya sama yaitu PENDAPATAN.
    Kalau lebih nyaman dengan trader dan trader adalah pilihan kita, maka mempelajari berbagai macam teknikal analisis adalah suatu hal yang wajib. Karena teknikal analisis adalah senjata bagi trader. Lucu dong kalo ada tentara yang berharap memenangkan peperangan tanpa senjata?
    Tapi bagi seorang Investor, teknikal analisis (baca:grafik2 yg ngejelimet)bukanlah senjata utama melainkan senjata pelengkap. Artinya senjata yang tidak setiap saat digunakan. Karena senjata utama investor adalah analisis fundamental.

    Kabar bagusnya menggunakan analisis fundamental tidaklah serumit teknikal (menurut saya sih, yg sudah 3 tahun berkecimpung dipasar modal). Tidak rumit dan tidak perlu tiap hari mengutak-atik grafik.
    Jadi selama kita mengetahui cara yang benar (ingat: Cari Uang Itu Gampang Asal Tahu Caranya) maka kita bisa melipatgandakan uang kita selama kita tahu apa dan kapan kita harus berinvestasi. Hanya itu saja kok. Apa dan kapan?

    Kalau kata Nabi: sederhanakan segala urusan !

    Pertanyaannya, apakah mungkin orang yang sibuk bisa berinvestasi di pasar modal? (Saya yakin anda tahu jawabannya..)

    Salam sukses,

    Roel’s

  • Lenc says:

    Saya ini tergolong seorang pemula yang cukup awam dengan saham…
    Saya ini juga orangnya simple-minded, suka dengan hal-hal yang berbau simpel alias tidak nge-jlimet
    jadi pas ketemu dengan simplicity yang ditawarkan oleh situs ini,
    Kok rasanya seperti gue buanget gituloh… ;) Rasanya seperti ketemu dengan saudara sealiran perguruan..
    It’s just like a Deal! Match! Pas! Bak musafir ketemu oase di tengah hamparan padang pasir.

  • ignas says:

    Yah, saya belum pernah dengar tuh, karena saya memang tidak pernah dekat2 dengan masalah saham, apa lagi investasi saham ataupun valas. Saya juga ga pernah baca buku2 seperti karangan Robert T. Kiyosaki misalnya, jadi saya tidak tahu adanya pasif income segala. Saya selama ini hanya tekun ngutak atik teknik konstruksi serta pelaksanaannya.

  • ignas says:

    Sebetulnya saya sudah pensiun… Tapi gara2 tertarik ikut di Internet Marketing, jadi dikirimi email ini oleh Bung Ferdie.
    Sekarang saya jadi tertarik pada investasi saham. Permainan apa sebetulnya itu ya, yang selama ini memang tidak pernah saya dekati. Nah, sekarang saya menunggu saat2 launching yang sudah tidak lama lagi.

  • nton says:

    semakin banyak belajar semakin banyak ilmu yg didapat semakin juga membuat kita terlalu berhati-hati dalam mengambil keputusan . sedikit ilmu yg dipelajari semakin yakin akan keputusan yang diambil, knp begitu? yah karena kita tahu ilmunya cuman dikit dan itu membuat kita jadi yakin akan keputusan yang diambil.

    Jadi mana yang di ambil? sekali lagi tergantung kepada pribadi masing-masing.

  • Djoko Sulomo says:

    Apa yang diungkapkan benar. Sudah sejak Januari 2009 saya mencoba menggeluti kegiatan ini (trading), tapi belum mendapat hasil. Bahkan merugi. Banyak seminar yang saya ikuti, beli MetaStock, langganan data
    BEI,browsing internet, bangun tengah malam sekedar melihat pergerakan Dow Jones. Yang lebih sedih : saya kehilangan waktu sadar saya setiap hari hanya untuk mengamati pergerakan saham. Waktu sadar yang bisa digunakan untuk kegiatan lain. Apalagi seusia saya (60 tahun) mestinya lebih banyak ibadah.
    Alangkah indahnya kalau saya bisa mendapatkan “PAKET PEMBELAJARAN INVESTOR SIBUK”. Yang hanya meluangkan waktu 10 menit setiap hari.
    Saya akan mendapatkan kembali waktu sadar saya yang hilang selama ini.

  • SEM says:

    c7 berat, Bung Firdi. MA adalah indikator Rakyat, Tapi sebagai ‘pemegang’ kekuasaan :) Analisa2 blog saya banyak menggunakan indikator rakyat ini. Aku suka keserhanaan :!

    Salam dan Terima Kasih.

    NB : Postingan ini ijin tag di FB ya…

  • Andy machinist says:

    Konsistensi terhadap tujuan dalam bermain saham sama halnya dalam trading. Harus berpegang teguh pada trading plan. So, kedua hal itu harus dipegang teguh dalam pencapaian tujuan kita. Mati berjuang!!
    Salam

  • Gerfas says:

    Baru baca bukunya mas ferdie, bagus dan mudah dimengerti..
    Ditunggu buku2 selanjutnya sembari praktek dl..
    Hehe..

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Spam Protection by WP-SpamFree