Pesan dari Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia
Bagi Anda pengunjung baru, segera submit ke RSS feed untuk selalu memperoleh update posting terbaru. Terima kasih atas kunjungannya !
Tahukah ANDA, hanya ada 15% investor yang dapat melalui tahun pertamanya di pasar saham, sementara 85% sisanya menjadi korban kekejaman pasar saham. Berikut adalah testimoni untuk buku Investor Sibuk dari salah seorang mentor saya Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia, yang membuka mata saya tentang dunia pasar modal yang sebenarnya…

Oke,, Anda sudah melihat pesan dari Bapak Soeratman Doerachman di atas ? Berikut adalah ulasan saya (Ferdie) pribadi menanggapi hal tersebut :
Pertanyaan besarnya adalah, kenapa hanya 15% yang berhasil ?
Menurut saya pribadi, mayoritas orang gagal berinvestasi di pasar modal karena mereka tidak memiliki tujuan yang jelas dalam investasinya. Padahal…ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus mengetahui tujuan serta jangka waktu (time frame) Anda dalam berinvestasi.
Kenali karakter Anda terlebih dahulu : Investor atau Trader
Ada dua tipe pelaku pasar yang seringkali membingungkan banyak orang. Tipe pertama adalah investor dan tipe kedua adalah trader.
Kalau di Indonesia, saya tambahkan satu lagi, yakni gambler. (Saya serius loh, karena MAYORITAS orang Indonesia saya jumpai hanya melakukan transaksi beli dan jual berdasarkan rumor saja atau ‘ikut-ikutan’ orang, ini yang disebut sebagai gambler).
MAYORITAS orang inilah yang termasuk dalam kategori 85% orang yang gagal di dunia pasar modal. Padahal… sudah belajar pun belum tentu berhasil, apalagi tidak belajar dan hanya ikut-ikutan ‘rumor’ saja. Makanya, wajar saja jika banyak orang Indonesia takut berinvestasi di pasar modal karena mereka melihat 85% orang mengalami kegagalan.
Lalu, apa sih bedanya investasi dan trading ?
Perbedaan antara investasi dan trading terletak pada jangka waktu (time frame) nya. Investasi memiliki time frame yang lebih panjang (hitungan bulan atau tahun), sedangkan trading memiliki time frame jangka pendek (hitungan menit, jam, hari, minggu, atau 1-2 bulan).
Oke, sudah jelas yah bedanya investasi dan trading ?
Orang yang melakukan trading disebut sebagai trader, dan trader sendiri dibagi menjadi dua, yaitu professional trader dan juga part time trader.
Professional trader adalah para professional terlatih yang memiliki jam terbang di atas orang rata-rata. Orang-orang seperti ini menaruh uang di pasar modal bukan hanya sekedar menaruh ‘uang nganggur’ atau mencari tambahan ‘uang jajan’ , tetapi ‘menggantungkan hidup dan mencari sesuap nasi’ dari pasar modal atau istilahnya ‘trading for a living’. Di luar negeri, Anda bisa search di internet nama-nama seperti Larry Williams, Gerald Appel, atau Alexander Elder. Saya sudah membaca beberapa buku mereka dan menambah wawasan saya. Namun, karena trading for a living bukan menjadi impian saya, jadi hanya untuk menambah wawasan saja.
Kalau di Indonesia sendiri, salah satu contoh yang melakukan ‘trading for a living’ dan saya kenal secara pribadi adalah Santo Vibby yang juga merupakan salah satu mentor saya. Beliau adalah penulis dua buku best seller “When to Buy and Sell Candlestick Can Tell” dan “Jual Saham Anda Lebih Mahal”. Saya merekomendasikan Anda untuk membeli buku ini di toko buku karena kedua buku ini membahas dua tools analisa teknikal yang paling DAHSYAT yaitu candlestick dan juga chart pattern.
Oya, saya tidak dibayar yah untuk mempromosikan buku ini. Saya benar-benar jujur bahwa buku ini benar-benar bagus dan WAJIB dibaca. Kalau untuk investasi, sekarang Jhon Veter, salah seorang mentor saya juga, sudah ‘menelorkan’ sebuah buku yang sangat lengkap mengenai investasi fundamental dengan judul “Happy Investing”. Silahkan cari di toko buku terdekat. Buku ini baru saja terbit tetapi langsung habis terjual dalam waktu singkat. Saya yakin buku ini juga akan menjadi best seller!


Oke… itu kan professional trader. Terus, kalau part time trader apa sih ?
Part time trader adalah orang-orang yang trading hanya untuk ‘iseng’ saja, istilahnya untuk menambah ‘uang jajan’ atau ‘pemasukan’. Kalau saya pribadi, termasuk kategori part time trader ini. Jadi, saya trading hanya untuk iseng saja, karena bagi saya trading is just a game. Yang namanya game tentunya ada aturan mainnya. Jika Anda tidak belajar, maka Anda 85% pasti kalah. Nah, kedua buku di atas adalah aturan main dasar dalam dunia trading. Jadi segera beli, baca, dan PRAKTEK!
Kalau Investor Sibuk sendiri membahas yang mana nih ?
Good question! Pada paragraf-paragraf sebelumnya saya sudah membahas mengenai trading. Nah, investor sibuk ini lebih membahas ke arah investasi. Mengapa? Karena saya pribadi hanya memiliki waktu luang yang sedikit dalam mengamati pasar. Makanya saya hanya menjadi part time trader, itupun kadang-kadang saja (kalau lagi liburan atau lagi punya banyak waktu).
Selain itu, saya mengamati juga bahwa di luar sana, buku-buku yang beredar di pasaran hanya membahas tentang trading, trading, trading, trading, trading, dan trading! Jarang sekali buku yang membahas mengenai investasi secara praktikal (hingga hari ini yang baru saya temukan membahas investasi secara praktikal hanya buku-bukunya Adam Khoo dan Robert G.Allen karena sisanya terlalu teknis, contohnya Intelligent Investor dari Benjamin Graham).
Padahal, mayoritas orang yang saya jumpai memiliki kesibukan lain dan tetap ingin mendapatkan untung dari bursa saham melalui investasi tetapi ‘nggak mau repot’ baca-baca laporan keuangan atau analisa-analisa rumit lain. Namun, karena di pasaran sana buku-buku yang banyak beredar adalah tentang trading for a living, orang-orang ini jadi salah kaprah dan menempatkan dirinya sebagai trader agresif. Dan di sisi yang lain lagi, buku-buku tentang investasi yang beredar terlalu tebal dan terlalu teknis ;(
Atas dasar itulah, saya meluangkan waktu-waktu liburan kuliah saya untuk menuliskan pengalaman saya dalam paket pembelajaran InvestorSIbuk.com dan kebetulan saya memang senang sekali menulis. Saya masih ingat ketika ayah saya mengajak untuk mengisi waktu liburan dengan berjalan-jalan sekeluarga ke Bali tetapi saya tolak dengan alasan mau menulis buku.
So, saya benar-benar membagikan pengalaman saya dengan sepenuh hati dan tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali. Kenapa harus meluangkan waktu liburan untuk menulis ? Karena saat kuliah, waktu saya benar-benar padat dan hampir tidak ada waktu sama sekali untuk bersantai…
Kembali ke Laptop! Loh katanya Ferdie berinvestasi, tapi koq di atas disebut sebagai part time trader ? Mana yang bener nih?
Oke, biar tidak bingung, saya jelaskan dalam gambar saja yah :
Sekarang sudah cukup jelas kan ? Jadi, total dana saya digunakan untuk dua hal sekaligus, yaitu investasi dan juga part time trading (kadang-kadang saja kalau lagi santai atau banyak waktu). Kalau lagi tidak ada waktu, ya berarti 100% berinvestasi…
WAJIB DIKETAHUI : Perlu diingat bahwa dana investasi yang saya gunakan adalah ‘uang nganggur’ (bukan uang operasional sehari-hari). Uang nganggur ini saya dapatkan dari tabungan yang sudah dikumpulkan sejak Sekolah Dasar dan saya dulu juga hobi design-design kaos dan menjualnya sehingga terkumpul cukup uang (bukan minta orang tua yah.. hehe)
Nah… saya sendiri termasuk tipe investor yang cukup konservatif. Anda mungkin berpikir bahwa saya menaruh 100% uang saya di bursa saham. Tidak demikian! Ini adalah rinciannya : 
Meskipun usia saya masih terbilang muda, dan biasanya anak muda itu agresif, saya tetap percaya bahwa orang yang konservatif akan terus bertahan. Idola saya adalah Warren Buffett. Sumber-sumber mayoritas hanya membahas bahwa Warren Buffett membangun kekayaan dari saham saja. Padahal, saya pernah membaca dari salah satu sumber terpercaya yang mengatakan bahwa sebenarnya dana terbesar Warren Buffett berada di US Government Bond yang dibelinya.
Baiklah…karena saya termasuk konservatif, saya akan bongkar kepada Anda bagaimana saya mengelola uang ‘nganggur‘ yang saya miliki :
Oke, saya sudah bongkar bagaimana cara saya mengelola uang nganggur. Anda bisa lihat di sana bahwa yang saya investasikan di saham hanya 20-30%nya saja. Itupun max hanya 5 saham karena pusing juga kalau terlalu banyak. Saya tidak pernah investasi di saham ‘gorengan’ yang ‘nggak jelas’. Saya selalu berinvestasi hanya pada saham-saham blue chip dengan kapitalisasi perdagangan yang besar.
Nah 1% sisanya baru deh saya iseng-iseng trading Options. Sebenarnya bisa juga sih forex/index/komoditi kalau Anda mau. Namun, saya pribadi tidak pernah bermain-main dengan forex/index/komoditi karena menggunakan leverage (margin). Saya paling ‘ngeri’ sama yang namanya ‘margin/leverage’.
Pertanyaannya, kenapa derivatif hanya 1 % ? Jawabannya : karena potensi profit di option (derivatif) bisa sangat besar. Anda mungkin pernah melihat preview seminar-seminar options yang melampirkan bukti profit ratusan persen dalam hitungan jam atau hitungan hari. Itu adalah KENYATAAN karena memang option bisa menghasilkan return seperti itu. Beberapa orang sering tidak percaya karena it’s too good to be true. Namun, jika Anda mengerti konsep Options yang sebenernya, memang benar bahwa profit ratusan –ribuan persen di options adalah sesuatu yang NORMAL.
Hanya saja, yang saya kurang SETUJU adalah : rata-rata seminar-seminar itu tidak menjelaskan bahayanya bermain options. Yang ditunjukkan hanyalah PROFIT, PROFIT, dan PROFIT. Tapi memang manusia memang senang sekali sih bila diberikan tawaran-tawaran cepat kaya seperti itu.
Bila Anda masih baru, saya tidak menyarankan Anda untuk bermain options terlebih dahulu. Kelihatannya memang gampang dan banyak strategi-strategi yang kelihatannya mudah seperti Buy Call, Buy Put, Covered Call, Protective Put, Vertical Spread, Horizontal Spread, dll (Jika Anda bingung dengan istilah ini, tidak usah dipedulikan deh karena memang saran saya jangan bermain di instrumen ini dulu).
Padahal, options itu berbahaya karena bisa expired. Kalau misalnya Anda investasi di saham, jika sahamnya turun, Anda bisa mendiamkannya saja karena ‘siapa tahu’ saham itu bakal naik suatu hari nanti. Namun, jika Anda bermain Options, ada masa expirednya. Jika pasar melawan arah dan ternyata tidak sesuai prediksi, kemudian masa berlaku options itu HABIS, uang Anda 100% hilang! Saya serius nih karena biasanya seminar-seminar options di luar sana jarang memberi tahu hal ini. Malah, ada strategi yang amat sangat berbahaya. Beberapa orang mungkin pernah mendengar GAP trading (jika bingung dengan istilah ini, tidak usah dipedulikan). Profitnya bisa ribuan persen dalam hitungan jam. Ini juga sebuah kenyataan dan bisa dipraktekkan, karena konsepnya sangat sederhana. Anda bisa googling di internet kalau tidak percaya. Saya memiliki teman yang sudah membuktikannya…
Pertanyaannya adalah …. Apakah profit seperti itu bisa dihasilkan secara konsisten ? Jawabannya : Sulit Sekali.. Jadi, kalau memang Anda tetap ingin mencoba bermain di sini, hanya gunakan 1% saja dari total uang Anda, seperti yang saya lakukan. Bila untung, profitnya bisa besar, tetapi bila rugi ya sudah, toh hanya 1% dari total dana kan.Jadinya tetap aman… ;P
Sederhana bukan??
Pesan saya : Jangan tergiur dengan seminar-seminar yang menjanjikan profit ribuan persen dengan alasan ingin cepat kaya. Tidak ada hal seperti itu. Semua butuh kerja keras. Tetaplah konservatif karena konservatif sudah pasti menang. Buktinya ?? Tentu Warren Buffet!
Sekarang coba Anda search di internet, apakah ada trader options atau trader forex agresif yang masuk jajaran orang terkaya dunia?
Hmm.. mungkin Anda menjawab George Soros. Saya pernah baca di sebuah sumber (lupa di mana) ternyata George Soros pun bukan melakukan trading agresif seperti yang dipikirkan kebanyakan orang. Di sumber itu ditulis bahwa George Soros melakukan analisanya matang-matang baru kemudian mengambil keputusan. Bukan trading hourly (jam-jaman) seperti yang dipikirkan kebanyakan orang.
So, jika memang ingin bermain forex atau options, jadikan itu hanya sebagai alternatif/variasi saja untuk meningkatkan jumlah income Anda, tapi jangan jadikan ini sebagai satu-satunya kendaraan investasi Anda karena sangat berbahaya!
Kembali ke InvestorSibuk.com
Nah, tadi kan saya sudah membongkar cara saya mengatur uang nganggur. Apa sih yang disampaikan dalam paket pembelajaran investorsibuk.com ini ? Untuk berinvestasi, biasanya orang lebih percaya pada analisa fundamental. Untuk trading, orang lebih percaya analisa teknikal. Jika belum tahu apa itu analisa fundamental dan teknikal, silahkan googling di internet yah…
Namun, melakukan analisa fundamental dengan membaca laporan keuangan, data sektoral, inflasi, Gross Domestic Product, suku bunga, dan sebagainya membuat sebagian orang menjadi MALAS. Akhirnya kembali ke ilmu gambling dengan ikut-ikutan orang lain atau percaya nasehat BROKER. Saya pribadi tidak pernah percaya dengan siapapun ketika berinvestasi di pasar modal karena saya memiliki tools yang spesifik dan aturan yang jelas dalam berinvestasi. So.. dalam paket pembelajaran investorsibuk.com ini saya menunjukkan kepada Anda cara sederhana yang saya lakukan dengan menggabungkan analisa fundamental dan teknikal sesederhana mungkin sehingga saya cukup meluangkan waktu 10 menit, bahkan kurang, setiap minggunya…
Penasaran ?
Tunggu saja tanggal mainnya!
Jangan lupa untuk berikan komentar terbaik Anda di kotak yang telah disediakan!
Salam Sukses,
Ferdie Darmawan
Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com LAUNCHING Tanggal 25 Mei 2010
Khusus untuk satu orang spesial ini, ‘tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu‘ untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!
INGAT…Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !
Jadi… tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!
Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-
Tulis comment Anda di bawah ini, jangan lupa share juga artikel ini via facebook melalui link SHARE THE WEALTH di atas, atau langganan melalui RSS feed!




Eyang Ratman memang selalu menekankan pada para muridnya untuk mendefinisikan terlebih dahulu profil kita ketika masuk dunia saham,apakah sebagai trader atau investor? saya makin penasaran dengan isi dari Investor Sibuk dari kang Ferdie. melihat alokasi aset yang tergambar dalam ilustrasi di atas, terlihat bahwa kang Ferdie cenderung memilih jadi investor.
sperti pernyataan di atas : “it’s too good to be true”
saya salah 1 org yg tipenya adalah : “mencoba membuktikan sendiri baru percaya”
bila metode yg anda temukan terbukti menghasilkan, maka sayapun akan berani untuk “setia” mengikuti ajaran anda.
jujur saja, saya orang awam sama sekali soal saham.
jadi maksud saya diatas adalah, bila metode yg anda temukan terbukti menghasilkan (tentunya anda sebagai penemu metode diatas, memiliki perhitungan sendiri estimasi waktu yang diperlukan untuk mencapai BEP (ga usah jauh2 ke arah profit. BEP aja cukup untuk target pertama)
tapi terima kasih untuk penjabaran singkat metode investorsibuk.com
salam ^^
hmmmm…
lumayan moderat portfolio nya. Hanya belum ada obligasi ya ?
Yes benar sekali.
Bila merencanakan untuk berpartisipasi pada pasar finansial, siapkan waktu yang cukup dulu untuk baca, baca, baca, baca, baca dan sekali lagi ……….. bacalah dulu. Ini tugas utama kita.
Why ? supaya tidak salah melangkah tidak salah arah dan tidak menjadi kaum 85%.
Portofolio investasi yang menarik, krn biasanya anak muda menaruh porsi yang besar di saham, dan hal spt ini banyak dianjurkan dimana2. Tetapi Ferdie memilih cara tersendiri, bravo, yang terpenting adalah porofolio pilihan kita tersebut meyakinkan kita utk take profit.
Saya juga pernah beberapa kali ikut preview option dan memang benar resiko tersebut jarang disebutkan, profit aja yang dibesar2kan. Padahal setelah diperdalam option bukan sesuatu yang gampang krn banya sekali ” jurus2 ” nya.
Tentang buku yang kebanyakan beredar, saya juga sangat haus mencari buku2 tentang investasi. Buku pak JV saya juga yakin akan jadi best seller krn memang sangat amat bagus. Semoga karangan Ferdie bisa menjadi best seller juga.
Akhir kata, kita harus ” haus ” ilmu dan pengetahuan pada area yang akan kita investasikan, salam sukses.
Yang saya ingat pesan ER adalah , belajar berenang dulu
sebelum kecebur , jangan sampai ke lelep
Karena ngak bisa berenang
@sedayu agung : Halo, obligasi sudah ada di dalam reksadana yang saya beli. Bagi investor ritel, membeli obligasi secara direct di bank rasanya tidak bijak. Minimalnya 500jt-1M dan belum lagi kena pajak 15% serta repot mengurus birokrasinya. Buat apa? Mendingan via RDPT saja. :p
@hadi : Terima Kasih ;P
-ferdie-
Saya ingin sharing sedikit tentang pengalaman saya:
Saya mulai mencoba berinvestasi di dunia saham tepatnya sejak Agustus 2009 yang lalu. Hampir sama dengan Ferdie, di bangku kuliah dulu, saya ingin mencari penghasilan untuk menambah uang jajan dan bahkan tabungan. Alhasil, saya mulai dengan membuka usaha les-lesan untuk semua mata kuliah terkait Accounting.
Hasil yang didapat sangat lumayan. Namun, waktu saya habis hanya untuk kuliah dan mengajar les. Penghasilan yang didapat tidaklah sebanding. Lulus kuliah, dunia kerja pun datang. Saya langsung berkiprah ke Jakarta untuk bekerja, karena saya pikir jenjang karir di Jakarta jauh lebih menjanjikan dibandingkan tempat tinggal saya di Surabaya.Sampailah sekarang saya masih di Jakarta.
Penghasilan utama bisa dibilang cukup untuk menambah tabungan. Namun, ke depannya saya memiliki impian untuk dapat membuka usaha saya sendiri di Surabaya. Sehingga menuntut saya untuk mencoba mencari sumber penghasilan sampingan yang cukup menjanjikan.
Beberapa jalan saya coba, mulai dari bisnis online, jual-beli lewat forum-forum, dsb. Hasilnya ‘nol’ buat saya. Sampai suatu hari, saya membaca berita tentang pasar saham Indonesia yang sedang membaik. Akhirnya saya mulai membaca dan menambah wawasan tentang dunia saham, technical analysis, fundamental analysis, dsb.
Sampai saya merasa cukup siap, mulailah saya berinvestasi menggunakan salah satu aplikasi online yang ada dengan modal cukup kecil.
Sekarang, sudah hampir satu tahun saya bertransaksi saham, tetapi per posisi sekarang saya masih merugi. Ada beberapa kesalahan mendasar yang telah saya lakukan:
- tidak memiliki trading plan yang baik
- terlalu cepat mengambil keputusan tanpa dasar yang kuat
- terlalu mudah mendengar isu-isu yang ada tanpa memahaminya
- belum memahami benar-benar teknik bertransaksi saham yang baik
Artikel ini yang pertama saya baca dan bagi saya sangatlah menarik.
Saya sudah tidak sabar untuk menunggu launchingnya dan terus menambah pengetahuan dari Bung Ferdie.
Thanx Ferdie
BUKAN UTK SEMUA ORANG tetapi salah satunya adalah SAYA. itulah tekat saya. oleh krn itu saya pengen belajar utk memahami seluk beluk berusaha di pasar modal. Mudah2an saya termasuk yg tak putus asa n saya tlh menyiapkan diri utk berjuang n menigkatkan pengetahuan n jadi P E M E N A N G.
Penjelasan yg baik dan memang menggugah rasa ingin tahu yg lebih dalam mengenai ebook yg akan dituliskan …..
Saya tunggu kehadiran ebooknya …
Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia pasar modal dgn belajar, belajar, dan belajar. Melihat dari ulasan yg anda tulis di atas, saya rasa produk dari investor sibuk bisa saya jadikan bahan untuk menambah ilmu saya. Saat ini saya masih bingung harus memilih masuk sebagai profesional trader, part time trader atau investor krn kurangnya informasi yg saya dapat. Bisakah anda memberi gambaran yg lebih jelas tentang perbedaan dari ketiganya dari sisi:
1. Waktu yg dibutuhkan untuk mengerjakannya.
Misal: apakah profesional trader harus terus-menerus memantau pergerakan saham setiap menitnya? Kira2 berapa lama yg dibutuhkan setiap hari dan minggunya untuk menjadi profesional trader, part time trader, atau investor?
2. Apakah 3 pilihan tsb (profesional trader, part time trader, atau investor) bisa kita kerjakan secara online, tanpa kita perlu ke bursa saham, dsb?
3. Besaran modal minimal yg dibutuhkan untuk memulainya dari 3 pilihan di atas.
4. Perbandingan hasil yang didapat dari ke 3 pilihan di atas dgn jangka waktu yg sama.
Mohon maaf jika pertanyaannya kurang berkenan krn saya benar2 butuh informasi sehingga saya tidak salah langkah. Semoga jawaban anda juga bermanfaat untuk pembaca yg lain yg akan mulai langkahnya untuk terjun ke dunia pasar modal. Terima kasih.
Ebook yang akan dilaunching sungguh sangat menarik perhatian saya, apalagi setelah membaca penjelasan garis besar isi buku tsb, saya sudah pernah belajar option, namun karena kesibukan saya, sering kali saya lupa, jadi untuk menekuni option tsb juga agak membuat saya ragu, karena expired date yang ada dalam sistem option. Nah kalau buku investor sibuk, mungkin sesuai judulnya bisa cocok dengan waktu yang bisa saya sediakan.
Saya tunggu launching buku tsb.
Thanks
Terus terang bagi sy pensiunan yg hanya tamatan sekolah menengah makin simple makin baik.artikel bpk termasuk yg simple yg bisa sy terima .hhh…..t.kasih
Salam untuk P.Soeratman ( Eyang )…yang saya kenal.
Memahami tulisan tulisannya, membuat saya berpikir untuk bertindak..
dan belajar berinvestasi yang benar.
salam Pak.
Terima kasih dan selamat buat bp soeratman…..
semakin bertambah pemahaman saya tentang investasi di Saham..
Salam
Jujur saya AWAM tentang PASAR MODAL, sempat belajar dr 3 buku ttg nya sambil ikut trad forex dan merugi besar (60 jt..mangkel krn adanya error sistem ktnya). Tp krn BUTUH sy INGIN TERJUN LG, NAMUN SY HRS FAHAM BETUL DL ILMUNYA DR SUMBER YG VALID. TQ ARTIKEL2NYA BOS.
Kalo membaca pesan dari Bapak Saham Indonesia : Berusaha di pasar saham “Bukan untuk semua orang” membuat saya menjadi pesimis & takut, apalagi 85% dari para pemain harus merugi dan berguguran …… (mengerikan ya ?)
Tetapi setelah membaca ulasan Bung Ferdie, saya menjadi optimis dan bertambah semangat karena dengan mengikuti pembelajaran Investor Sibuk dari Bung Ferdie saya yakin bahwa saya dan saudara2 akan masuk dalam kelompok yang 15% (berhasil)
Semoga ya …….
Salam Sukses ya
Bravo Bung Ferdie
Investasi memang sesuatu yang menjadi impian setiap orang, persoalannya tidak semua orang ‘ngeh, cara berinvestasi yang benar, mudah2an dengan diamalkan ilmu yg didapat kang Ferdi, bisa membuat orang ‘melek’ berinvestasi.( kang ulas juga dong sedikit tentang psikologis trading) Tq
Memang psikologi orang sangat berpengaruh dalam dunia trading seperti di saham, option ataupun forex/index.
Sangat susah untuk menetukan di posisi mana sekarang kita ini. Investor ataukah trader? karena kita sering cepat ingin kaya yang membuat justru kita cepat bangkrut.
Tentukan dan mantapkan posisi kita dulu.. sebagai investor atau trader baru tentukan strategi… Setuju!!!!
Segala sesuatu harus dimulai dari dasar,saya setuju sekali,harus ada pengorbanan untuk sukses dalam segala bidang,jadi tidak ada hal yang instan,biasanya hal yang instan hasilnya juga instan perginya.Mungkin untuk keadaan seperti sekarang ini kata yang paling ditakutin sebagian orang ialah “kerja keras”.Dewasa ini bermunculan ebook yang menyesatkan masyarakat dengan mengiming2 kaya dalam waktu yang singkat alhasil korban pun berjatuhan,bahkan ada yang lebih parah pinjam uang sana sini untuk membeli ebook menyesatkan ini
Begitu juga dengan investasi saham,diperlukan pengetahuan dasar yang memadai untuk sukses dalam berinvestasi.Saya salut dengan mas ferdi,walaupun umur relatif muda namun pengetahuannya dalam investasi boleh dianjungi jempol,dari kata-katanya membuktikan dia bukanlah orang yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan.Saya rasa paket pembelajaran ini pantas dibaca.
Akhir kata saya ingin mengutip sebuah peribahasa dari cina
“beribu-ribu mil perjalanan dimulai dari langkah pertama”
artinya “MASTER THE BASIC”
thx
Tambah lagi deh ilmu tentang Dunia pasar Modal.
Saya salut dgn Pembagian Dana ke dalam Dunia modal, bisa menjadi referensi saya dalam pmbagian Dana juga. hehehehe..
Thank’s.
Lagi tnggu nih, artikel tentang prhitungn Nilai Intrinsik Suatu Saham.
Pemikiran anda SAMA PERSIS dengan pemikiran saya. Setuju banget. Type saya juga SAMA PERSIS dengan anda. Konservatif.
Berarti nantinya buku yang anda buat itu pasti cocok buat saya, masalahnya tinggal 2, yaitu harga bukunya dan jumlah dana minimal yang harus diinvestasikan. Wah, jadi tidak sabar nih nunggu bukunya launching…..
Ok, trims atas Penjelasannya, saya setuju dengan anda bahwa Investasi, bisa menjadi sandaran hidup yang maksimal, dan bahkan bisa menjadi suatu simbol Gengsi Sosial dalam hidup masrakat pada umumnya, itu jika berhasil. Dan saya paham juga bahwa suatu tahapan untuk Berhasil biasanya melewati yang namanya Kegagalan. Di Artikel anda di sebutkan Analisa Fundamental, jadi saya menyimpulkan untuk Bisnis ini, agar tidak terjerumus ke dalam Kegagalan saya harus memahami dulu Analisa Fundamental tersebut. Saya juga pernah Gagal dan juga Pernah Berhasil, tapi banyak orang yang takut gagal agar bisa Berhasil, Intinya akan banyak yang negtif dibanding yang Positif. Setelah saya memahami Artikel yang Bapak tulis sedikitnya saya paham maksud dari Artikel tersebut, yaitu menciptakan orang yang Positif lebih banyak dari yang Negatif, dengan satu Harapan bahwa kita harus Paham dengan yang namanya Analisa Fundamental tersebut. Sekarang timbul satu pertanyaan Berapa lama rata2 orang bisa memahami Analisa tersebut ? 10mnt, 2mnt, 1jam atau berhari2? Trims banget Loh ini ilmu yang luaaaaar biasa. Go Freedom.
Saya juga termasuk orang yang berpikiran konservatif, saya selalu berpikir jangan menaruh telur di satu keranjang yang sudah ditanamkan ayah saya kepada saya sejak saya kecil. Saya memiliki pengalaman berharga ketika tahun lalu saat indeks saham anjlok sampai ke poin 1300-an. Saat itu paman saya berkunjung ke rumah saya dan mengobrol dengan ayah saya tentang sahamnya yang mengalami banyak kerugian dan bingung apakah sahamnya harus dijual atau tidak. Sebagai orang yang konservatif saya menyarankan untuk menjual setengah sahamnya agar jika indeks saham terus turun dia tidak terlalu rugi dan jika indeks saham naik dia tetap memiliki keuntungan. Akhirnya paman saya memakai saran saya dan tidak menyesal menuruti saran yang saya berikan. Dari pengalaman itulah saya akan berpikiran konservatif saat saya bermain saham sehingga saya pikir investor sibuk akan sangat berguna bagi saya saat ini.
Hidup ini penuh nafsu dan godaan, termasuk dalam hal investasi sangat saya rasakan. Kesenangan – Kesedihan, Sukses – Bangkrut , benar-benar bagai keping mata uang, sangat dekat, sangat tipis.
Sebelumnya mulai tahun 2004 secara perlahan saya berkenalan dengan reksadana, dikit demi dikit dan teratur investasi dimulai, dan dimonitor, bak menanam bunga maka hasilpun bisa dipetik.
Disaat ranumnya hasil reksadana itulah, nafsu ingin mencapai lebih dan lebih lagi mulai menari-nari, dan pilihannya ke saham.
Mulailah awal 2008 beranjak ke saham, lewat online trading yang sudah cukup terjangkau. Di awal dan medium 2008 ini masa keemasan dari saham, ibaratnya panen raya deh. Sehingga rasa percaya diripun membuncah, sampai-sampai dengan beraninya saya mengambil kredit buat main saham. Dan kalo sekarang saya lihat, disaat harga sangat saham sangat tinggi, saya malah berani membelinya.
Akhirnya kisah tragispun terukir tajam, teori yang mengatakan mumpung masih muda maka bisa ambil jalur agresif utk investasi, ternyata jika mengalami kebangkrutan sangatlah menyakitkan.
Subprime mortgage bagai mimpi buruk, memporak-porandakan semua orang yang serakah seperti saya, memberikan pelajaran bahwa semua hal harus ada batasnya…..di tahun 2009 saya hanya bisa bengong dan menjauhi semua yang berbau saham, sampai akhirnya entah kenapa saya menemukan link ini, investorsibuk.com…..pertama cuek, tapi lambat tapi pasti mulai menarik saya, mulai meniti kesadaran saya untuk mencoba dengan kematangan yang sudah tertempa….tapi apakah semua akan terwujud…waktu yang akan menjawab, waktu pula yang bersaksi apakah saya sudah lulus dari tempaan.
Sama-sama duapauluh tahunan, sama-sama kuLiah, tapi rejeki bung Ferdie dan saya jauh berbeda. Jangankan rejeki, iLmu aja jauh beda, BTW bung Ferdi kuLiahnya di jurusan apa neeh?
ArtikeLnya bagus, saya baru tahu kaLo forex itu bahaya, karena dari duLu yang saya Lihat profitnya menggiurkan
Setelah saya baca artikel diatas merenungi dan memahami ternyata banyak kesalahan yang kemarin telah saya lakukan, karena pertengahan tahun 2008 tanpa bekal pengetahuan dan frame yang jalas saya telah terpuruk dan mengalami kegagalan dalan instrumen investasi option/margin Index. Kegagalan ini semoga dapat terobati dengan resep-resep serta petunjuk yang akan mas Ferdie perkenalkan kepada kami. Saya sangat berharap buku ini segera dapat diperkenalkan karena saya yakin ini akan membangkitkan semangat saya untuk berinvestasi kembali dan menambah pengetahuan sebagai bekal untuk mengambil keputusan.
Saya pensiunan BUMN,tapi masalah saham saya nol besar.
jadi sekarang waktunya orang tua belajar dari yang muda,kita tunggu launch web nya bung Ferdie Darmawan,ok bravo buat anda.
Saya nanti ikutan belajar ya,thx
Apa yang dipaparkan dalam tulisan ini, bagi saya merupakan pembelajaran yang sangat berharga, saya sendiri belum pernah punya pengalaman berinvestasi di bursa saham, sedikit-demi sedikit saya mulai mengumpulkan referensi untuk memulai birinvestasi di bursa saham ini, semoga investor sibuk bisa menjadi salah satu acuan pembelajaran saya… bravo invetor sibuk…
15% investor yang dapat melalui tahun pertamanya di pasar saham
saya sudah melewati tahun pertama dengan baik..
Namun tahun 2008 portofolio saya jadi minus .
Tahun 2009 bangkit kembali sampai tahun 2010.
namun sering kali terlalu overtrade membuat saya tak bisa santai.
Maka dari itu saya sangat penasaran dengan isi dari Investor Sibuk dari anda Ferdie.
salam cuan
Salam buat fredie….
Setelah saya baca artikel fredie saya jadi tahu ada perbedaan antara forex dan saham. Orang bermain forex untuk short time frame dan bermain saham untuk long time frame. Selian itu tingkat resiko forex lebih besar karena di forex ada istilah margin dan laverage sedang saham resikonya lebih kecil.
Sekarang saya sedang mencoba-coba bermain forex walaupun hanya virtual money,ternyata yang sulit adalah memprediksi trend. Kadang -kadang berminit-menit di depan komputer menunggu trend. SEetelah saya temukan “InvetorSibuk” saya jadi lebih tertarik bergabung dan ikut bermain saham. Apalagi di sana ada “Bapak Saham “.
Saya tunggu peluncuran perdana”‘InvestorSibuk”…….
Semoga sukses…..
apa yang anda sampaikan benar-benar bermanfaat,walaupun saya pernah terjun di dunia forex/index cuma beberap bulan saja tetapi yang dibahas oleh anda benar-benar bisa menjadi pegangan wajib bagi para pemain forrex/index.
good news…n bravo …n rich everytime
dear bung Ferdie,
…)… ok lah moga2 cepat dilaunch dan kita dpt segera belajar ilmu dari bung Ferdie …
memang kalo dipikir lebih safe sbg investor daripada trader, di mana tahun2 yg lalu saya sering trading harian dan banyak ruginya, mulai tahun lalu saya mulai mengoleksi saham2 sbg investasi dan mulai terbukti beberapa waktu lalu mulai ada gain (lebih besar/bahkan jauh lebih besar dari bunga deposito … hehehe ), tapi ada beberapa yg masih saya hold, lha kemarin bung Ferdie (juga eyang ER) bilang sdh cuci gudang padahal saya masih pegang(meskipun posisi saat ini masih gain tp berkurang jauh dari beberapa hari yg lalu
salam sukses
Mungkin pernyataan WArren BUffet berikut bisa menjawab testimoni Bapak Soeratman Doerachman.
“Bursa seperti Tuhan, menolong orang2 yg menolong dirinya sendiri. Tetapi tidak seperti Tuhan, bursa tidak mengampuni mereka yg tidak mengetahui apa yg mereka lakukan.”
“Risk come from not knowing what you are doing”
Trading atau Investasi? sama saja, bisa membuat kita kaya atau bangkrut. Yg penting harus tahu caranya/ilmunya.(Ingat: Cari Uang Itu Gampang Asal,.. Tahu Caranya!!)
Yg jelas, trading mengorbankan waktu lebih banyak dibandingkan investasi.
Jadi bagi anda yg ingin ikut mencicipi “gurihnya” pasar modal, tapi memiliki keterbatasan waktu karena tidak bisa/takut meninggalkan pekerjaan anda, mana yg sebaiknya dipilih? (Saya yakin anda tahu jawabannya..)
Salam Sukses,
Roel’s
Saya pernah mendengar tentang investasi dan tahu bahwa itu penting bagi seseorang yang ingin bebas secara keuangan, tapi karena kesusahan mendapat sumber mengenai bagaimana cara agar menjadi seorang investor sejati akhirnya saya lupakan saja. Saya tidak tahu bagaimana caranya agar saya bisa mengeluti profesi ini, langkah awal apa yang harus saya lakukan, saya benar – benar tidak tahu. Saya pernah membaca buku mengenai investasi, dan sesuatu yang saya tangkap ketika membaca adalah kita harus mempunyai massive income kalau mau berinvestasi, untuk berinvestasi dibutuhkan uang, uang yang anda investasikan bekerja keras untuk anda dan uang tersebut akan bertambah banyak seiring waktu. Kemudian saya bertanya ‘ apa mungkin saya bisa berinvestasi saat ini, saya masih kuliah, masih dibiayai orang tua dan lagipula saya butuh banyak uang kalau harus berinvetasi, jadi apa yang harus saya lakukan ya??? atau tunggu setelah lulus kuliah, cari pekerjaan dengan gaji yang besar kemudian saya investasikan gaji saya itu atau bla… bla…bla berpikir semalaman sampai pikiran saya semrawut, akhirnya saya lupakan saja, saya belum melihat adanya peluang bagi saya untuk berinvestasi dan menjadi seorang investor. Beberapa hari yang lalu seorang teman mengirimkan sebuah website kepada saya, wah.. apalagi nih.. tanya saya dalam hati ??? ketika saya membuka website tersebut saya kemudian melihat dengan perlahan.. wow!!! saya terkejut sekali, seorang pemuda berusia 21 tahun dari Bandung rutin mendapatkan profit ribuan dollar dari investasi saham… bagaimana bisa??? pemuda ini dapat uang dari mana untuk berinvestasi… atau mungkin dia dari sono nya sudah kaya raya… saya kagum dengan konten websitenya, penuh dengan testimoni – testimoni expert dari bidang investasi dan akhirnya saya berkata dalam hati ‘baiklah, saya sudah bertemu dengan seseorang yang mungkin bisa menjawab pertanyaan yang ada dipikiran saya, mungkin Dia bisa mengajarkan saya menjadi seorang investor walaupun saya masih kuliah atau dalam kondisi saya tidak mempunyai uang untuk di invetasikan’. Yang harus saya lakukan sekarang adalah bertindak dam berpikiran terbuka. Mari kita mulai pelajaran ini Pak Ferdie!!
setelah membaca artikel diatas saya jadi ingat apa yang dikatakan bos saya tiga tahun lalu,…ketika itu berada bareng dalam satu mobil, baru pulang dari salah satu perusahaan investasi di kawasan fatmawati ,waktu di antara kami ada yang bertanya, emang kalau main saham pasti berhasil bos? bos saya menjawab dan jawabanya sama persis seperti yang dipesankan bapak saham indonesia yaitu diantara 100 persen hanya 15 persennya yang berhasil.dan saya masih bingung dan tidak mengerti sama sekali koq cuman 15 persen yang berhasil.dengan berjalanya waktu saya ikuti perjalanan bisnis bos saya itu,dan sekarang bos saya itu jadi guru seminar tentang option,sama sekali saya blank tentang option atau saham karena basic saya adalah teknisi di perusahaan riil miliknya.karena bisnis optionnya di jadikan dalam satu perusahaan secara tidak langsung saya jadi tau sedikit tentang istilah2 khususnya option.kemudian saya suka browsing dan mencoba-coba mencari informasi yang berhubungan dengan trading saham dan mencoba-coba live trade demo tapi belum mengerti cara penggunaanya….mudah2an di e-booknya mas fredie yang mau launching ada yah membahas dan kupas tuntas secara ringkas dan jelas soal itu, maklum lg usaha mas…hhhh
tahun 2004 – 2006 adalah masa-masa perkenalan saya dengan JSX. OLT belum saya kenal. keputusan jual atau beli tidak sering saya lakukan. sesekali baca berita di koran atau melihat pergerakan harga di web RTI. TA juga awam banget, yang namanya chart ini itu belum kenal sama sekali.
2007 – 2008 hubungan tsb putus nyambung, antara terus atau tidak, apalagi semester II/2008, market crash, super crash malah….
tapi tahun 2009, i back to nature, to the stock market that i love.
bahkan saking niatnya, sy ikut seminar bbrp mentor, a.l. bp vier…
motivasi untuk bebas buta CHART TA begitu kuat.. i have to do so…
akhir tahun 2009, evaluasi saya lakukan. Hasilnya? What a surprise..my profit is smaller than 2004 – 2006. How come?
setelah membaca situs ferdie, ada 1 yg belum sy miliki. Itu adalah PSIKOLOGI.. ya betul, my phsycology..
tahun 2009 benar-benar momen berharga buat saya. dimana orang-orang pada nulis “even the monkey can make money..” saya? oh..worse than a monkey!
menyerah? tidak! terus belajar…tetap semangat… tetap mencari “sumber-sumber inspirasi dan pembelajaran”..
Congrat for InvestorSibuk.com…
Artikel ini mengingatkan saya pada tahun1997 ketika itu di kota Medan lagi gencar2nya bermain BMA ( money Game ). Seseorang mengenalkan bursa saham kepada saya dengan keuntungan yg sangat siqnifikan, tanpa pengalaman sedikitpun saya tertarik untuk bermain saham. Akhirnya dalam hitungan minggu uang yang saya investasikan ini hanya tinggal 20% saja. Sungguh sangat menyakitkan sekali.Untung tidak gila , hanya sempat stress berat.
Tapi dengan adanya ilmu yang akan di launcing oleh pak Ferdie tgl 18 ini , saya lebih termotivasi untuk belajar dari kesalahan saya sendiri. TerimakasiH Pak Ferdie , saya tunggu Launching InvestorSibuk,com .Semoga berguna bagi saya dan keluarga , juga teman2 dekat saya.
Salam Dahsyat…….
Kalau anda-anda tidak tahu ttg bursa Saham/Trading, Belajar sama yang Ahlinya aja deh yaitu Pak Ferdie. Tunggu tanggal mainnya tgl.18 Mei 2010.
sepertinya semakin menarik diikuti setiap pembahsan kang ferdi, tapi apakah bisa menyentuh ke seorang yang awam sekalipun??? saya harap demikian cos, aku salah satunya..!
Bung Ferdie,
Saya setuju dengan anda. Saya adalah Forex Trader. Dan saya mengalaminya sendiri dalam trading saya
Kondisi pasar valas mungkin agak berbeda dengan kondisi pasar saham dimana pasar valas lebih fluktuatif dibanding pasar saham. Tetapi selebihnya sama. Dari indikator teknikal dan fundamental, membaca pola grafik, psikologi pasar dan terutama psikologi mental pribadi dan juga money management, semua sama. Mungkin tidak sama persis karena karakteristik produk yang berbeda.
Saat ini saya ingin sekali untuk mencoba di bidang pasar saham. Kata orang pasar ini lebih ‘lembut’ di bidang pasar valas dan sangat cocok untuk berinvestasi. Saya rasa ini saatnya saya belajar kembali. Dan syukur saya bisa bertemu anda melalui blog situs ini. Semoga selanjutnya saya bisa belajar lebih banyak dari anda.
Btw, apakah anda juga valas trader ?
Mungkin kita bisa bertukar pikir .
best regards..
Itulah yang saya takutkan. Makanya produk bung Ferdie sangat dinantikan…. Sebelum terjun pasti saya harus mempelajarinya betul2 terlebih dahulu, agar tidak masuk jurang, atau terjun bebas.
Eh, saya bukan orang TI atau Ekonomi sih, saya dari teknik bangunan, jadi agak nyeleweng kali yah…
artikel pak ferdie sangat memberikan inspiratif terlebih bagi saya yg baru ingin terjun ke pasar modal yg tdk punya pemahaman mengenai apa yg harus saya lakukan untuk langkah awal dan harus kmn saya berinvestasi dgn modal minimal yg saya punya..
saya sangat ingin mengetahui lebih jelas mengenai investor sibuk ini bagaimana langkah2nya dan apa saja yg harus dilakukan untuk terjun pertama kali..
mohon petunjuknya dan terima kasih..
salam
karakter saya adalah trader (karena saya memang pedagang). tp setiap membeli saham niatnya adalah untuk investasi. kedepan saya berkeinginan menjadi trader pro yg betul2 full (andalan pencaharian)tp saya sering sekali salah masuk, harga saham yg dibeli seringkali kemahalan………dalam kesempatan ini saya ingin bertanya bagaimana cara menghitung harga wajar saham yg ingin dibeli…….buku apa yg harus dibaca. Mohon penjelasannya lebih lanjut…….terimakasih.
alhamdulilah saya dapat pengalaman sedikit dari sdr predi,ya memang benara apa katanya bermain saham bagi orang yang awam memang sangat berbahaya jng sampai terbuai oleh nafsu,boleh saja ikut2an tapi jnga lupa untuk bertahan maksudnya saat kita bermain saham harus ada hitungan2 yang jelas saat mengalami keuntungan yang besar jangan lupa untuk menarik modal kita kembali keuntungan kita mamfaatkatkan buat modal kita bermain saham kembali,dari hasil modal kita tarek mamfaatkan untuk usaha yang lain, jadi saat mengalami kegagalan kita masih bisa amaan ok
I am not sure where you are getting your information, but
good topic. I needs to spend some time learning
more or understanding more. Thanks for excellent info I
was looking for this info for my mission.