Pelajaran Berharga dari IHSG
Bagi Anda pengunjung baru, segera submit ke RSS feed untuk selalu memperoleh update posting terbaru. Terima kasih atas kunjungannya !

Grafik Indeks Harga Saham Gabungan 3 hari terakhir hingga tulisan ini dibuat
Beberapa hari terakhir ini IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penyebabnya bermacam-macam, di antaranya adalah karena sedang terjadi krisis di Eurozone, yakni imbas Yunani yang terjerat utang. Di Indonesia sendiri terjadi pergantian menteri keuangan karena Sri Mulyani ditarik menjadi Managing Director Worldbank, dan beberapa faktor lainnya…
Beberapa komentar dan pertanyaan yang masuk sedikit ‘memaksa’ agar launching InvestorSibuk.com dipercepat. Bagi saya, justru di saat terjadi koreksi yang cukup besar ini, kesempatan berpihak kepada Anda yang memang ingin menjadi investor, bukan trader atau gambler… Bagi trader, everytime is a good time. Bagi Investor, tentunya tidak ada istilah ‘everytime is a good time’. Saat-saat koreksi seperti ini saya lakukan untuk mengambil ancang-ancang, melihat peluang, dan melakukan analisa untuk bersiap-siap membeli kembali.
Kalau orang-orang senang berita bagus, saya justru senang berita buruk. Artinya, ini kesempatan untuk tambah posisi. Contohnya adalah waktu harga minyak melambung tinggi, Lehman Brother bangkrut, krisis subprime mortgage beberapa waktu lalu, bagi saya itu semua adalah kesempatan untuk membeli dengan harga murah…
Hmm bukannya saya senang kalau terjadi krisis (saya tidak senang juga tentunya, dan pengennya pasar naik terus, semua juga gitu kan ?
), tetapi yang saya ingin sampaikan di sini adalah bahwa di setiap kejadian selalu ada peluang. Contoh gampangnya ya paket pembelajaran investorsibuk.com ini. Jadwal saya padatnya luar biasa, tapi ‘NGOTOT’ tetap ingin sukses investasi di pasar modal. Bisa saja saya menyerah terhadap keadaan dan membatalkan niat untuk berinvestasi pasar modal.
Namun, yang saya lakukan sebaliknya, yaitu fokus pada SOLUSI dan akhirnya menemukan solusinya setelah sekian lama berkutat dan belajar dari pengalaman. Dan.. saya yakin di luar sana banyak orang sibuk yang ingin tetap berinvestasi di pasar modal, dan semoga apa yang saya sharingkan bisa menjadi masukan pengalaman bagi Anda semua. :p
Nah, bagi investor, koreksi-koreksi seperti ini justru menjadi peluang untuk kembali berinvestasi. Jujur saya katakan bahwa beberapa hari lalu saya baru saja buang barang, istilahnya cuci gudang. Saat ini, saya tidak memiliki posisi saham apapun di pasar, semuanya CASH. Alasannya, karena ‘i’m always be the student of Mr.Market’. Tidak ada seorang pun yang bisa meramalkan arah pasar. So, kalau tidak ada yang bisa meramalkannya, buat apa kita coba-coba meramal arahnya. Apa solusinya ??
SOLUSINYA: ikuti saja gerakannya kalau tidak mau jadi korban…
Nah, ini adalah pelajaran pertama bagi Anda : DISIPLIN. Beberapa saham yang saya beli telah mengalami penurunan sekitar 15% dari harga tertingginya. Saya memiliki aturan pribadi bahwa saya harus menjual saham saya (tidak peduli rugi ataupun untung) apabila sudah turun sekitar 10-15% dari harga tertingginya. Nah.. karena beberapa hari ini saya sedang sibuk mengerjakan skripsi, saya tidak melihat market sama sekali. Begitu saya cek, ternyata sudah turun sebanyak 15%. Solusinya, tentu saja saya harus disiplin untuk cut loss (jual rugi).
Sebenarnya yang saya lakukan bukanlah cut loss karena saya sudah membeli saham-saham tersebut sekitar 8-10 bulan yang lalu dan masih tetap profit. (Beberapa dari Anda pasti berkata, lama banget ya 8-10 bulan. Yup memang lama, makanya Anda harus SABAR).
Sekedar info, meskipun harganya sudah turun 15%, saya masih tetap mendapat profit dan sangat signifikan. Hanya saja, saya memang tidak menjualnya di harga tertinggi, tapi tetap saja mendapat profit signifikan. Koq bisa ? Caranya nanti dibahas semua di Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com… Ini adalah pelajaran kedua : SABAR.
Toh, tidak ada satu metode pun yang bisa membeli di harga terendah dan menjual di harga tertinggi. Buat apa mencari-cari….
Memang, untuk melakukan cut loss dibutuhkan keberanian dan habit (kebiasaan). Awal-awal saya juga tidak berani melakukan cut loss. Namun, lama-lama jadi terbiasa setelah saya mendapat pengalaman buruk menahan sejumlah saham ternyata harganya tidak naik-naik.
Jadi, mendingan cut loss dibandingkan seperti itu. Ketika Anda sudah terbiasa inilah baru Anda merasakan enaknya investasi di pasar modal dan benar-benar hanya meluangkan waktu 10 menit atau bahkan kurang setiap minggunya. Jujur saja, sudah seminggu terakhir ini saya tidak memantau pasar sama sekali, dan baru kemarin diberitahu oleh teman saya bahwa pasar mengalami koreksi cukup besar. Setelah itu, baru saya cek dan ternyata benar. Ternyata, harga saham yang saya beli telah menyimpang dari aturan-aturan yang telah saya buat sebelumnya. Apa reaksi saya ?
Ya sudah, jual saja saat itu juga tanpa berpikir.. Gitu aja kok repot ?
Catat ini baik-baik yah.. Berikut adalah persentase hal-hal yang mendukung kesuksesan Anda dalam berinvestasi dan trading (ini persentase menurut pengalaman saya sendiri):
- Analisa Fundamental (Laporan Keuangan, Rasio Keuangan, Data Ekonomi, dll) –>10%
- Analisa Teknikal (Grafik, Indikator) –> 10%
- Psikologi (Kontrol Emosi, Disiplin, Sabar, Jujur terhadap diri sendiri (cut loss), Haus ilmu)–>80%
Wow, Anda pasti berpikir, yang benar saja analisa fundamental dan teknikal masing-masing hanya memegang peranan 10% ???
Yeah, itu kenyataannya…
Sama seperti saat Anda belajar menyetir mobil, semua orang mendapat ilmu yang sama. Caranya gampang :”Pasang kunci lalu tinggal di-starter, injak kopling dan masukkan gigi 1 (jika manual), lalu injak gas” Sederhana kan ? Tapi… prakteknya tidak sesederhana itu kan ? Sama halnya dengan berinvestasi di pasar modal.
Anda harus tahu bahwa hal-hal yang hendak saya sharingkan dalam paket pembelajaran InvestorSibuk.com hanya akan menyumbang 20% kesuksesan Anda. Mungkin Anda menyesal dan keinginan Anda untuk membeli paket pembelajaran ini batal. Ya sudah tidak apa-apa, karena memang itu kenyataannya dan saya juga tidak mau berbohong dan memaksa Anda supaya membeli paket pembelajaran yang saya susun…Adil kan ?
Saya beritahu terlebih tahulu kepada Anda bahwa memang tidak ada yang namanya magic pills. Lalu, apa bedanya paket pembelajaran ini dengan buku atau seminar-seminar di luar sana. Bedanya adalah, analisa fundamental dan teknikal yang saya gunakan sangat sederhana karena keterbatasan waktu saya.
Justru isi dari paket pembelajaran ini adalah ketidakpuasan saya karena saya melihat buku-buku dan seminar-seminar di luar sana sengaja membuat orang-orang bingung, istilahnya “Kalau bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat!” Saya juga frustrasi awalnya sampai akhirnya menemukan cara saya sendiri yang amat sangat sederhana dan tidak menyita waktu. Namun, sekali lagi.. semua yang saya sampaikan kepada Anda hanya menyumbang 20% kesuksesan Anda, sehingga saya tidak memberikan garansi apapun di sini
Masih mau membelinya ??? Hehehe…Keputusan di tangan Anda.
UJIAN TAHUN PERTAMA : Break Even Point!
Sebenarnya, melalui artikel-artikel yang saya tulis, saya sudah banyak membocorkan isi dari Paket Pembelajaran ini. Jika Anda benar-benar jeli, malah rasanya Anda tidak perlu membeli paket pembelajaran yang saya susun karena saya sudah membeberkannya dalam artikel-artikel yang saya tulis. Serius loh…
Beberapa waktu lalu ada sekitar 40 pertanyaan yang masuk ke helpdesk saya untuk mempercepat launching. Padahal, saya sedang mengajak anda untuk melakukan hal paling penting, yaitu : BERSABAR. Tidak ada strategi cepat kaya dan cara instan. Bagi 40 orang yang kemarin bertanya kepada staf saya untuk mempercepat launching, mohon bersabar, karena ini adalah ujian pertama bagi Anda.
Ada juga komentar masuk yang berkata :”Saya tidak muluk-muluk ingin profit cepat-cepat, yang penting adalah balik modal dulu!” Saya ucapkan selamat kepada Anda yang berkomentar seperti ini karena itu memang ujian di tahun pertama.
Kalau katanya Eyang Ratman (panggilan Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia), bila di tahun pertama sudah bisa balik modal (BEP), paling tidak uang modal yang Anda gunakan tidak tergerus pasar, itu adalah prestasi yang patut Anda rayakan!
Mengapa ?Artinya Anda sudah berhasil menang melawan Mr. Market. Seram sekali ya, tahun pertama BEP saja dibilang prestasi hebat! Bukannya saya menakut-nakuti Anda, tetapi karena memang begitulah kenyataannya. Jadi, jangan berharap investasi di pasar modal itu gampang. Ini sama halnya dengan Anda berbisnis, harus ada pengorbanan waktu, uang, dan juga tenaga…Setelah melewati tahun pertama, saya yakin Anda pasti bisa sukses asal tetap disiplin dan haus ilmu. Jadi,,,tahun pertama adalah tahun ujian!
Justru saya heran dengan beberapa seminar (khususnya forex/option) di luar sana yang mengatakan betapa mudahnya meraih profit. Padahal, tidak seperti itu. Buktinya… hanya 15% yang bertahan dan 85% yang gagal… Disiplin dan sabar itu susahnya bukan main. Sekedar berbagi, di tahun pertama, saya merugi 40% dari total account dan mau nangis rasanya karena saya baru masuk saat pasar sedang di keadaan tertingginya!
Hmm.. Yakin nih, masih mau investasi di pasar modal dan membeli paket pembelajaran InvestorSibuk.com ? Hehehe…Sekali lagi, keputusan berada di tangan Anda. Untuk mencapai sesuatu, selalu butuh pengorbanan!
Oke segitu dulu dari saya.. Sampai berjumpa di tulisan-tulisan selanjutnya..
Segera Berikan Komentar Terbaik Anda di Kotak yang Telah Disediakan !
Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com LAUNCHING Tanggal 25 Mei 2010
Khusus untuk satu orang spesial ini, ‘tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu‘ untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!
INGAT…Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !
Jadi… tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!
Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-
Tulis comment Anda di bawah ini, jangan lupa share juga artikel ini via facebook melalui link SHARE THE WEALTH di atas, atau langganan melalui RSS feed!




salam kang Ferdie …
saya terjun di dunia saham mulai tahun 2007. ketika masuk saya masih menjadi investor via offline broker. kala itu saya mulai investasi dengan uang yang tidak seberapa. saham yang saya beli dipilihkan oleh broker. waktu itu saya beli PTBA di harga 7050. selama 6 bulan saya pegang saham tersebut, dan akhirnya membuahkan hasil pada awal tahun 2008, ketika saham yang saya beli menyentuh level high di 12000. alhamduillah saya mendapat return kurang lebih 70% profit.
benar seperti apa yang dikatakan kang Ferdie, SABAR adalah kuncinya. Patience is virtue. dan untuk mengalahkan pasar kita harus mengalahkan diri kita sendiri. sebab market is always right … tahun 2008-2009 saya tidak begitu mengikuti dunia investasi saham karena modalnya sedikit demi sedikit sudah saya ambil demi suatu keperluan mendesak. di awal tahun 2010 ini saya mau mencoba kembali terjun ke dunia investasi saham, tentunya dengan memiliki paket pembelajaran dari kang Ferdie, akan sangat membantu saya menentukan keputusan yang tepat dalam memulai investasi saham
salam, nuhun ..
Suatu Pembelajaran yang sangat berharga buat calon investor yang akan berbisnis di pasar modal / bursa saham … god luck.. sukses investor sibuk.com …
assalamualaikum..
hal ini mungkin sulit tapi ada jalan keluarnya mungkin hanya belajar bersyukur berusaha dan berdoa.
ahahaha..sebuah artikel pembelajaran yg menarik.. komentar saya :
1. keberanian dan habit (kebiasaan). = 2 hal tsb belum saya miliki, krn saya masih punya pola pikir : “gimana klo tunggu sbntar lagi? siapa tau akan naik lagi?” hahaha tapi akan saya coba pola pikir baru sperti anda yaitu jika uda turun dalam target tertentu (dalam hal ini target mas Ferdie scara pribadi adalah 10%-15%, maka di cut loss / jual saja tanpa liat untung-rugi)
2.tujuan awal saya ikut di investorsibuk.com tidak berubah, yaitu tanam modal, dan mencoba sampai titik BEP dulu.. bila sudah BEP baru akan dipikirkan kembali apakah terus atau stop (tentunya dengan berbagai pertimbangan)
salam ^^
Yang saya tangkap sih dari kasus cut loss di atas, karena sudah memiliki saham tersebut selama 8-10 bulan, berarti tetap masih untung ya? Misal dulu senilai 1.000.000 (biar saya mudah memahaminya). Selama kurun waktu itu nilainya sudah menjadi 2.000.000, jadi meskipun turun 15%, berarti senilai 300.000 dari 2.000.000 tadi, sebenarnya masih untung 700.000 kan? Memang bagaimanapun tetap perlu matematika dasar. Tapi kalau tentang uang, yang tidak pintar matematika pun tetap pintar kalau menghitung soal uang, hehehe.
Terima kasih atas pencerahannya mas…
Nah….ini saya punya pertanyaan lagi bagaimana membedakan penurunan nilai saham sebagai proses koreksi harga sesaat dengan penurunan yang terus berlanjut dan tidak mau naik-naik menyentuh nilai yang kita ambil. Pernah saya coba untuk cut loss saat telah turun 6% dalam waktu 3 bulan tapi ternyata setelah saya cut los beberapa hari kemudian malah harganya naik dan melebihi harga yang saya ambil dulu wah nyesel banget waktu itu….
Kemudian waktu itu saya berpikir apakah sebenarnya kerugian itu karena saya tidak sabar untuk menunggu atau memang karena saya kurang beruntung dalam mengambil keputusan. Apakah ada indikator yang bisa mengontrol kesabaran dan kedisiplinan untuk cut los supaya investasi saya tidak semakin berkurang karena selalu salah ambil keputusan?
Bagaimana menurut mas fredie pengambilan posisi dengan Average harga kalau kita sudah terlanjur membeli pada harga yang tinggi dan kita mengambil harga diposisi bawah dengan harapan harga akan bullish?
Terima kasih mas atas petunjuknya
Saya adalah penggemar untung kecil, barangkali karena pengalaman saya
dan menjadi ketakutan yang terus menerus
mudah mudahan dengan membaca paket anda bisa naek 20 persen
Berhubung pertama kali entry ke OLT bersikap sebagai Trader, ditambah persiapan mental untuk cut loss belum matang , maka sering terlambat cut loss yang akhirnya jadi nyangkut.
Setelah kejadian ini baru sadar bahwa lebih kecil resikonya cut loss bila dari awal bersikap sebagai investor, karena toleransi waktu untuk tindakan cut loss tidak seketat sebagai trader. Jadi proyek mas Ferdie prospeknya baik sekali, silahkan lanjut.
Salam sukses.
dalam mengerjakan sesuatu harus total begitupun investasi / trading, berpikir awal ” dengan 10 menit akan berhasil dalam investasi ” itu adalah kebohongan yang nyata, dalam setiap pekerjaan tak terkecuali investasi / trading kunci keberhasilan adalah totalitas.
Yes setuju sekali. analisis fundamental maupun tehnical sumbangannya tida terlalu besar terhadap kesuksesan di pasar modal. karena yang lebih penting adalah kesabaran menunggu kapan saat yang baik untuk masuk ke dalam market dan juga kesabaran dalam melihat liak liuknya pasar modal dengan ketetapan yang jelas dan tegas yang tidak boleh seorangpun membantah apalagi melanggar ketetapan tersebut. kalo memang berkeinginan tetap bisa ikut dalam pasang surutnya pasar modal.
dan kalo tidak ada kesabaran serta ketegasan dalam ketetapan yang sudah dibuat maka sebenarnya kita telah salah masuk pasar karena yang kita masuki adalah pasar modar.
Poin yang saya tangkap dari membaca artikel di atas adalah SABAR dan DISIPLIN dalam berinvestasi. Pastinya dengan melakukan kedua hal di atas, keuntungan pastinya bisa kita peroleh ya Bung Ferdie.
Selama berinvestasi di dunia saham, saya masih mengalami kerugian in total, karena 2 hal di atas berulang kali saya langgar.
Sampai akhirnya saya absen selama beberapa bulan dalam bertransaksi saham, belum 2 bulan ini saya kembali memulainya. Dengan mencoba lebih sabar dan jug disiplin sesuai dengan perhitungan, pengamatan, dan trading plan yang saya buat.
Thanx infonya Bung Ferdie.
Ditunggu ya artikel2nya lagi….
Salam….
Saya sangat setuju adanya faktor psikologi sebagai tingkat persentase tertinggi. Mengapa ? Kita misalkan ketika harga jatuh dan kita memegang harga saham yang cukup tinggi kita masih akan gengsi untuk melepas saham tersebut ( baca : cut loss )dan berharap saham tersebut akan naik. Pada kenyataannya tidak selalu harga tersebut akan naik. Oke lah, jika saham tersebut saham blue chip, memiliki tingkat kapitalisasi besar, tetapi seberapa lama suatu perusahaan bisa mempertahankan ke- blue chip-an dan tingkat kapitalisasinya ? Dengan beberapa isu negatif dan tingkat perekonomian regional atau dunia saja akan bisa terlihat tingkat ketahanannya. Mari kita lihat, harga saham Bxxx yang pernah diatas Rp 7000-an dan ketika tahun 2008 saham tersebut di bawah Rp 1000, dan sekarang berkisar Rp 2200-an s/d Rp 2600-an, hanya karena ekonomi dunia dan isu pxxxx. Tetapi saya bukan berarti anti pada saham tersebut karena saya juga pernah mengoleksinya dan memperoleh keuntungan darinya. Saya juga berharap perusahaan tersebut semakin maju dan berkembang pesat dan memberi kontribusi yang berarti bagi bangsa dan negara ini dan bagi masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan itu berada.
Saya pernah diajari (meskipun jarang saya ikuti, karena faktor psikologis tadi), agar saya melakukan cut loss 1% atas saham yg rugi tersebut dan wait and see, dan masuk kembali ketika saham tersebut mengalami tren kenaikan, serta ketika perekonomian tidak menentu saya tidak usah memikirkan target poin keuntungan tetapi segera merealisasikan keuntungan meskipun tidak sesuai target.
Ketika saya rugi, saya sabar dan berusaha tetap disiplin dengan cara saya sendiri yaitu mencicil saham dan tetap mau mencari pengetahuan yang menambah wawasan saya serta ketika saya untung, saya tidak langsung berbangga diri.
Demikian sharing saya.
Semoga diperoleh pengetahuan tambahan dan jika ada comment membangun, saya bersedia menampung dan sebagai bahan pembelajaran saya.
Terima kasih
@Ade Zaenal Mutaqin : SETUJU, memang perlu totalitas. Setelah totalitas belajar, belajar, dan belajar, baru bisa mencapai level 10 menit setiap minggunya. Jadi, jangan berharap begitu selesai baca langsung bisa mencapai taraf 10 menit setiap minggunya!Ini kenyataan
Salam,
Ferdie
OK Bos, Filosofy saya dalam Berusaha adalah ‘Do The Best To be Over the Top ‘ konteksnya Lakukan yang Terbaik dahulu untuk menjadi Yang Lebih Baik. Jadi kalau awal kita Berusaha masih belum menjadi Baik, kita harus sabar dalam menemukan cara yang lebih Baik, karena Proses Belajar harus terus berjalan dan keep the faith. Ok orang sabar di sayang Tuhan, dan itu sudah terbukti.
Salam buat fredie….
Melihat dari peristiwa anjloknya IHSG menunjukan bahwa tampaknya analisis fundamental pasar lebih dominan dalam menyumbangkan anjoknya IHSG. Memang di dunia ini tidak ada prediksi yang yang dapat terjadi 100% benar yang ada hanya mendekati saja.
Analisis fundamental , teknikal, dan psikologi pasar hanya digunakan sebagai pedoman bagi para investor atau trader untuk mengambil keputusan. Yang terpenting kembali ke pribadi masing-masing perlu kontrol emosi yang baik dalam mengambil keputusan.
Saya berharap InvestorSibuk dapat membuat sebuah formula yang efektif berdasar ilmu pengalaman, sehingga membuat rasa percaya diri bagi kita nantinya.
Semoga sukses….
Sebenarnya perilaku IHSG cuma 2, kalau tidak NAIK ya TURUN.
Penyebabnya bisa dilihat dari jangka panjang atau pendek. Kalau panjang oleh SIklus Ekonomi Makro, kalau pendek karena SEntimen apakah lokal, regional atau internasional.
Disinilah perbedaan yg mendasar antara TRADING vs INVESTASI!
Trading mengandalkan sentiment sedangkan investasi mengandalkan siklus ekonomi atau siklus bisnis.
Persamaannya jelas, seperti orang dagang: Jual lebih mahal daripada harga beli! Sederhanakan? (Ingat: Cari uang itu gampang, asalkan.., Tahu CARANYA!!)
Trading memerlukan totalitas waktu (so pasti buat mlototin komputer dan running trade).Investasi memerlukan totalitas untuk riset dan analisis, tapi karena unt jk panjang jadi tidak perlu tiap hari. Lebih irit waktu kan?
Kembali ke prinsip dagang, IHSG yg sedang turun mengabarkan bahwa sedang ada SALE!! alias Discount! di pasar. Jadi bagi anda yg mau berdagang silakan borong barang..(Ingat:Harus tahu apa, kapan, berapa dan bagaimana?)
Belajar adalah solusinya!! Bagaimana? Sama Siapa ? (Saya yakin anda tahu jawabannya..)
nb: Sedikit bingung, tujuan Ferdy jual E-Book apa ya. Profit? atau Just for share? soalnya di tiap article2 nya kita sdh bisa menemukan ide2 pokok dari E-Book tsb. Who knows..
Salam Sukses,
Roel’s
Dalam artikel Ferdie yang sebelum ini dan artikel ini memang banyak membeberkan style investasi Ferdie ya.Thanks udah sharing. Memang IHSG minggu lalu mendebarkan, buat saya juga ada yang hrs cut loss tetapi itu utk saham2 yang buat trading.
Menurut saya, fundamental sangat penting, jadi kurang setuju kalau cuma ” dhargai ” 10% hehe. Tetapi memang benar dan saya setuju psikologi jauh lbh besar. Contohnya begini jika seorang investor sudah menghitung nilai intrinsic saham tertentu dan sudah melakukan buy secara TA, tetapi menjadi panik krn index turun krn sesuatu hal maka dia akan cut loss saham tsb, tentunya hal ini sudah tidak sesuai dgn tujuan dia mula2. Penguasaan diri sangat penting, saya sendiri masih harus banyak belajar dalam yang satu ini.
Demikian dari saya, salam sukses.
pesan moralnya adalah : “jangan mau dipermaainkan oleh market”. dalam investasi saham, kita tidak bisa sukses hanya dengan mengandalkan feeling. kita perlu belajar, belajar dan belajar untuk menaklukkan dunia bursa (untung). sebelum memutuskan untuk masuk pasar pastikan kita telah melakukan berbagai riset dan analisa baik analisa teknikal maupun fundamental,yang mencakup manajemen, prospek maupun kinerja perusahaan serta kapasitas dan kapabilitas perusahaan dalam menjalankan usahanya sehingga kita tidak mudah panik sewaktu market dilanda gejolak seperti sekarang ini karena kita yakin perusahaan tersebut bonafid dan tidak akan mudah goyah. ribet yah..?
memang..!!!
tak ada kesuksesan yang dapat diraih dengan mudah, semua perlu kerja keras dan semangat pantang menyerah untuk melakukan yang “TERBAIK”. cayooo.. smangat untuk terus belajar….
Benar yang dibilang bung Ferdie
Saya sudah berinvestasi sejak pertengahan tahun lalu mulai dari titip modal di broker yang akhirnya cuma bikin saya penasaran untuk belajar untuk trading sendiri .. kenyataannya sama sekali tidak mudah walaupun sudah ikut berlangganan input dari para “Suhu”.
Akhirnya saya putuskan untuk belajar lebih jauh tentang teknikal ; sehingga bisa senantiasa cek dan ricek tips saham unggulan yang diberikan sebelum menentukan posisi.
Pengalaman Pahit adalah ketidak beranian untuk ambil posisi cut loss langsung terutama pada saat crash seperti minggu lalu – karena berpikir bahwa blue chip tidak akan mengalami penurunan berarti ..
Hasilnya keuntungan 2 bulan terakhir tergerus kembali.
Pelajaran lain dari Crash minggu lalu adalah kesempatan untuk membeli kembali pada harga rendah sehingga membuka kemungkinan untuk menutup kerugian yang sudah terjadi.
OK saya tunggu peluncuran Investor Sibuk yang diharapkan bisa membantu saya untuk mengatasi Psikologi trading yang selau kita hadapi .. Salam Sukses !
Hehehe….makin banyak tulisan Mas Ferdi yang dibaca jadi makin asyik aja nih. Ga nyangka dunia saham bisa semenarik ini. Padahal cuma masalah kapan harus jual dan kapan harus beli ya.. Saya jadi punya pertanyaan nih… kapan ya saya ke toko buku buat beli buku yang Mas Ferdi wajibkan saya baca? Buku yang wajib buat menuhin syarat 20% sukses investasi hehehe….Kayaknya kok segera nih. Ngacir dulu deh….
Disamping kita harus BERDISIPLIN dan BERSABAR ternyata masih ada Harga yang harus dibayar untuk sebuah Kesuksesan dan ……
Bila kita ingin mendapat di Matahari … bersedialah untuk Terbakar
Bravo Bung Ferdie !
saya belajar saham sejak Februari 2010. Ya namanya juga belajar.. tabrak sana tabrak sana – ya ujung2nya merugi. Namun seperti Akang Fredi katakan bahwa harus ‘SABAR’dalam berinvestasi di pasar saham, saya akan terus belajar, dan yang pasti ‘bersabar’
bung ferdie..
anda memang bener-bener “sinting”…gue suka gaya loe…
dijaman seperti ini..ada suatu pedoman yang pernah saya dengar dari salah satu orang yg sukses….
orang yang “pintar” akan dikalahkan orang yang “nekat”, orang “nekat” akan dikalahkan oleh orang ” sinting “….so overall u’re the best…
berani untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan dialami semua pemain ( investor maupun trader ) di bursa saham yang selama ini ditutup-tutupi dengan cara pembelajaran yang rumit…dan sekarang saatnya anak muda beraksi dan mengatakan dengan gaya tutur anak muda yang vocal…”semua akan dikupas tuntas dan diulas setajam SILET”….
once again..
You’re ROCKSSSSSS DUDE