Mengapa Produk Digital / Produk Informasi ?

Ide tulisan ini muncul karena ada beberapa pertanyaan yang masuk ke helpdesk saya dan bertanya mengenai “Kenapa saya memilih ide membuat paket pembelajaran InvestorSibuk.com dalam bentuk digital atau lebih dikenal sebagai Information Product ?”
Perlu Anda ketahui, pada awalnya saya juga memiliki pemikiran sama seperti kebanyakan dari Anda. Dulu, saya berpikir bahwa internet marketing/bisnis online sama dengan penipuan. Apalagi, di internet (khususnya INDONESIA) banyak sekali program-program MLM internet yang tidak jelas arahnya dan menjanjikan kaya secara instan dan memang tidak dapat diterima secara logika.
Program-program penipuan MLM di internet biasanya memerintahkan Anda untuk menyetor sejumlah uang, lalu dijanjikan bahwa uang tersebut akan berkembang dari waktu ke waktu. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan diri sendiri. Akibat ulah orang-orang tidak bertanggung jawab ini, internet marketing di Indonesia dianggap sebagai penipuan.
Terus terang, saya tidak pernah percaya dengan model bisnis MLM Internet seperti itu dan beruntung bahwa saya menemukan arah yang benar ke dunia digital product/online business yang sebenarnya.Dan.. di luar negeri pun sudah banyak para penulis yang memanfaatkan internet untuk memasarkan produk/ buku mereka seperti Mark Victor Hansen, Robert G Allen, Adam Khoo, Joe Vitale, dan masih banyak lagi…
Awal Mula Saya Mengenal Internet Marketing dan Digital Product…

Semua itu bermula ketika saya membaca buku karangan Adam Khoo yang berjudul “Secret of Self Made Millionaire”. Kalau yang belum tahu siapa itu Adam Khoo, beliau adalah milyuner muda dari Singapura yang mencapai financial freedom di usia yang sangat muda dan Adam Khoo sendiri menjadi salah satu inspirator saya selama ini.
Di dalam buku Secret Of Self Made Millionaire itu, Adam menjelaskan berbagai cara untuk mendapatkan residual income (passive income). Cara-cara yang dilakukannya antara lain adalah melalui investasi di pasar modal, internet marketing, dan juga bisnis. Adam khoo sendiri sudah memulai bisnisnya dari muda yaitu dengan menjadi penyelenggara pesta disko serta mengajarkan teman-teman di sekitarnya mengenai accelerated learning (cara belajar cepat).
Salah satu guru idola dari Adam Khoo adalah Robert G. Allen. Bagi yang belum tahu, Robert G. Allen ini adalah seorang multi milyuner dari Amerika yang merupakan rekan penulis Mark Victor Hansen (Penulis Buku terlaris sepanjang masa Chicken Soup Series ) dalam buku Cracking The Millionaire Code. Silahkan googling mengenai Robert G. Allen di internet jika Anda ingin lebih mengetahuinya secara lengkap.
Saya pribadi juga sudah membaca buku Robert G Allen yang berjudul Multiple Stream Of Income. Robert mengajarkan kita semua agar memiliki penghasilan lebih dari 1 sumber agar jika terjadi sesuatu pada pendapatan kita itu, masih ada sumber lain yang akan mengamankan.
Sumber-sumber yang Robert gunakan adalah investasi di saham dan options, properti, internet marketing, serta pabrik/bisnis yang dimilikinya, dan juga berbagai seminar yang ia selenggarakan.
Multiple Stream Of Income

Mungkin Anda bertanya-tanya, siapa itu Robert G. Allen? Robert G Allen jelas berbeda dengan Robert T. Kiyosaki. Namun, mereka berdua sama-sama orang yang menulis tentang kekayaan. Hanya saja, saya juga tidak tahu kenapa buku Robert G Allen tidak ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan tidak setenar Robert Kiyosaki. Saya sendiri membeli versi Inggris dari buku “Multiple Stream of Income” dari salah satu toko buku import yang ada di Jakarta.
Padahal, menurut saya, buku-buku Robert G. Allen sifatnya lebih praktikal dibandingkan dengan buku-buku dari Kiyosaki, sehingga saya pribadi pun lebih menyukai buku-buku Robert G. Allen. Buku-buku Kiyosaki isinya hanya berupa ‘insight’ atau ide-ide saja, dan tidak dijelaskan cara penerapannya secara teknis. Bagi pemula atau orang-orang awam yang ingin membuka mindsetnya tentang keuangan, saya rasa buku Kiyosaki sangat layak dibaca. Namun, bagi orang-orang yang menginginkan hal teknis, buku Kiyosaki kurang saya rekomendasikan.
Malah ada pendapat yang mengatakan bahwa Robert Kiyosaki justru menjadi lebih kaya setelah menulis buku tentang ‘bagaimana caranya menjadi kaya’. Lucu sekali sih kalau dipikir-pikir. Tapi terlepas dari itu semua, paling tidak buku-buku Kiyosaki telah membuka pikiran banyak orang tentang pentingnya investasi dan melek keuangan. Perkara apakah benar ia justru menjadi kaya setelah menulis buku ‘bagaimana caranya menjadi kaya’ tentu tidak ada yang tahu.
Toh, buktinya apa yang ditulisnya banyak dibeli orang dan menjadi international best seller. Artinya, apa yang ditulisnya benar-benar bermanfaat. Kalau tidak bermanfaat, mana mungkin ada yang beli dan menjadi best seller ? Saya rasa, orang-orang yang protes hanyalah orang-orang yang iri hati dengan kesuksesan Kiyosaki…
Kembali lagi ke Adam khoo dan Robert Allen. Yang jelas, buku-buku Robert G.Allen dan Adam Khoo memberikan nuansa yang berbeda dibanding buku-buku Kiyosaki . Jadi, saran saya : bacalah buku- buku karangan Robert G. Allen dan Adam Khoo karena terasa sekali perbedaannya dengan buku-buku Kiyosaki (ini hanya pengalaman saya pribadi).
Saya berharap ada orang yang membaca tulisan saya dan bersedia menterjemahkan buku “Multiple Stream of Income” ke dalam Bahasa Indonesia. Saya rasa buku tersebut pastimenjadi BEST SELLER jika ada terjemahan Bahasa Indonesianya! Wah Menarik juga ya…
Oke.. sekarang Anda sudah tahu latar belakang mengapa saya memilih untuk menyusun paket pembelajaran digital InvestorSibuk.com ini…
Nah, apa sih kelebihan dari produk digital/produk informasi ?
Ini adalah beberapa pendapat pribadi saya mengenai produk digital/produk informasi dan perbedaannya dengan buku fisik yang dijual di toko buku.
Produk Fisik (Buku Fisik) umumnya hanya berisi informasi yang sifatnya ‘what to’ sedangkan produk digital berisi informasi yang bersifat ‘how to’
Anda pasti tahu bahwa banyak sekali buku-buku fisik beredar di toko buku mengenai investasi saham (sesuai topik yang saya tulis). Coba Anda perhatikan bahwa rata-rata isinya hanyalah cerita-cerita saja mengenai peluang investasi saham, bagaimana memulai investasi saham (what to), pengertian dividen, pengertian capital gain, istilah-istilah pasar modal, dan kebanyakan hanya berupa teori.
Misalnya : banyak sekali buku yang hanya menjelaskan mengenai macam-macam analisa teknikal, ada juga yang menjelaskan hanya pengertian dasar saham, langkah-langkah membuka account di saham, pengertian dasar ekonomi, atau bahkan saya pernah menjumpai buku di toko buku yang isinya hanyalah daftar kumpulan nama saham dan juga kumpulan nama sekuritas. Saya malah kadang heran dan bertanya-tanya kepada diri sendiri ,”Kok buku seperti itu bisa terbit di toko buku ya?” Rata-rata isinya hanyalah teori yang terlalu teknis dan cerita-cerita yang sulit untuk dipraktekkan.
Nah.. setelah merenung sekian lama, saya jadi tahu alasannya. Saya sempat bertanya-tanya dengan para penulis buku dan menemukan jawaban kenapa rata-rata buku yang ditulis di toko buku isinya hanyalah informasi yang sifatnya ‘what to’ saja.
Bahkan, saat ini banyak sekali para pembicara yang menulis buku yang isinya hanya informasi ‘what to’ dan kemudian ujung-ujungnya para pembaca digiring untuk ikut seminarnya yang tentunya harganya berpuluh-puluh kali lipat dari harga buku tersebut…
Lantas, banyak orang –orang negatif di luar sana yang bilang kalau yang dilakukan oleh para pembicara dan penyelenggara seminar itu adalah praktek penipuan. Orang-orang negatif di luar sana berpendapat bahwa “Ah, untuk apa beli buku-buku seperti itu, isinya hanya kulit-kulitnya saja dan ujung-ujungnya nanti dia jualan seminar yang mahal!”
Jika Anda sama seperti MAYORITAS orang negatif di luar sana, pasti Anda akan menganggap bahwa pendapat tersebut benar. Padahal, Anda harusnya menempatkan diri Anda di posisi para penulis buku dan penyelenggara seminar itu. Baru setelah itu Anda akan tahu mengapa mereka melakukan hal itu…
Sesuaikan dengan Kebutuhan Anda!
“Terlepas dari semua itu, dalam membeli buku, membeli produk digital, ataupun mengikuti seminar, cobalah Anda tanyakan pada diri sendiri ,”Apakah sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak?”. (tulisan ini diambil dari blog Cosa Aranda dengan sedikit modifikasi, klik di sini)
Pertimbangkan baik-baik dan jangan sampai Anda membeli hanya karena emosi. Yang paling penting: jika Anda merasa sudah mahir, JANGAN membeli produk/buku atau seminar yang dibuat untuk pemula. Demikian pula sebaliknya. Kenapa? Karena apabila target market dan consumer benar-benar match, maka saya yakin sebenarnya (hampir) semua buku, produk, maupun seminar yang ada itu akan bermanfaat. So, jangan keburu men-judge ‘pengikut fanatik’ sebuah produk digital/buku/seminar adalah orang ‘bodoh’ yang ‘tertipu’ oleh produk/buku/seminar yang bersangkutan. Bisa jadi memang merekalah target sesungguhnya dari produk tersebut dan mereka memang mendapatkan banyak ilmu dari produk tersebut.”
Sekali lagi, semua tergantung cara pandang Anda terhadap sesuatu. Apabila dari awal Anda sudah memiliki pandangan negatif, maka hasil yang Anda dapat adalah hasil negatif juga…
Oke.. kembali ke topik kenapa info di buku isinya hanya ‘kulit saja/what to’.
Setelah saya bertukar pendapat dengan para penulis buku dan penyelenggara seminar yang saya kenal, saya menemukan benang merah mengapa hal itu terjadi ….
Alasannya : Royalti dari penulisan buku itu sangatlah kecil (berkisar rata-rata hanya 10% saja per buku). Padahal, pengalaman dari si penulis buku atau penyelenggara seminar itu diperoleh dengan harga yang sangat mahal. Apakah anda pernah berpikir bahwa mereka mendapatkan semua itu dengan melewati berbagai rintangan, mengeluarkan biaya yang amat sangat mahal, belum lagi motivasi, inspirasi, dan juga mereka juga pasti pernah berada di titik terendah dan bangkit dari keterpurukannya, dan bukan hal yang mudah untuk melakukan branding, apalagi membangun reputasi ???
Lantas, orang-orang mengharapkan informasi gratisan atau informasi murah hanya dari membeli buku saja di toko buku atau informasi gratisan dan berharap bahwa isi dari buku itu menjelaskan SEMUA pengalaman si penulis? Lagipula, agak sulit jika menuliskan seluruh pengalaman dalam bentuk tulisan.
Baiklah, jika Anda masih belum bisa menerima alasan mengapa buku-buku di toko buku isinya hanya informasi ‘what to’ saja, cobalah untuk suatu saat Anda menjadi penulis buku karena terkadang sulit bagi Anda untuk menerima suatu kenyataan apabila Anda sendiri belum terlibat langsung di dalamnya.
Dulu saya juga memiliki pemikiran seperti kebanyakan dari Anda, hingga suatu hari saya memutuskan untuk membagikan pengalaman saya dengan menyusun paket pembelajaran InvestorSibuk.com ini dan baru menyadari ketika saya berada di posisi mereka.
Dari Mana Saya Bisa Mengatakan Seperti Ini ?
Sekali lagi, semua ini berawal dari pengalaman saya membaca buku “Secret of Self Made Millionaire” karangan Adam Khoo. Waktu itu, saya membeli buku fisiknya di Gramedia. Saya mendapatkan insight-insight dan juga informasi ’what to’ dari buku Adam. Tapi, ada beberapa informasi yang hilang karena tentunya buku tidak dapat menjelaskan segala sesuatunya secara detil.
Adam Khoo sendiri juga menyediakan paket pembelajaran digital mengenai buku Secret of Self Made Millionairenya ini. Lalu, saya membeli paket pembelajaran yang disusun oleh Adam. Harganya sekitar US$ 140 kalau saya tidak salah ingat. Anda bisa melakukan pembayaran menggunakan Credit Card atau Paypal (jika punya) dan tenang saja karena transaksinya aman dan saya juga sudah pernah membeli paket pembelajaran ini.Anda bisa membelinya juga pada link di bawah ini jika memang berminat :
=> Sayabutuh.info/tentang/adamkhoo
Paket pembelajaran Adam Khoo ini adalah paket pembelajaran pertama yang saya beli di internet. Anda perlu tahu bahwa setelah saya membaca, mendengarkan berbagai Audio CD, dan tentunya MEMPRAKTEKKANNYA, banyak terjadi perubahan-perubahan dalam hidup saya ke arah yang lebih baik!
Selanjutnya, saya jadi rajin menginvestasikan uang saya ke berbagai paket pembelajaran lain dari berbagai guru investasi, guru-guru kesuksesan, dan juga internet marketing baik dalam negeri maupun luar negeri…
Anda perlu tahu juga bahwa saya juga telah membaca hampir 200 buku sampai hari ini mengenai topik-topik di bidang Marketing, Investasi, Bisnis, Psikologi Modern, dan topik-topik lain yang tentunya akan membuat kehidupan saya ke arah yang lebih baik dan juga telah mengikuti puluhan seminar di berbagai bidang.
Dari pengalaman-pengalaman saya itu, tiba-tiba muncul “IDE” di kepala saya untuk membuat hal yang sama karena hingga hari ini belum ada orang yang menyusun paket pembelajaran digital mengenai investasi di pasar modal Indonesia. Sejak hari itu, saya menjadi sangat giat mempelajari berbagai hal tentang internet marketing dan digital product serta berkeinginan untuk membuat paket pembelajaran digital hingga akhirnya terwujud dalam paket pembelajaran digital InvestorSibuk.com yang akan segera diluncurkan beberapa waktu ke depan, dan kebetulan juga saya memang suka MENULIS.
Produk Digital kualitasnya sama dengan seminar, tetapi harganya jauh lebih murah!
Kelebihan lain dari produk digital adalah kualitasnya yang sama dengan seminar-seminar yang ada, tetapi harganya jauh lebih murah dari seminar. Saya pribadi ketika awal-awal mempelajari tentang investasi di pasar modal dan juga internet marketing, saya banyak membeli paket pembelajaran dari website-website dalam maupun luar negeri. Alasannya, harganya lebih murah dibanding mengikuti seminar-seminar yang mahal. Seminar Adam Khoo sendiri harganya berada di kisaran 15 juta rupiah.
Jadi,, akan lebih bijak bagi saya jika membeli paket pembelajarannya saja karena harganya US$ 140 (sekitar 1,5 juta rupiah).
Lalu, sebagian dari Anda pasti berpikir ,”Wah, harus ada modal dong yah kalau mau sukses!”.
Yah, begitulah.. Segala sesuatu memang butuh pengorbanan. Pasti beberapa dari Anda bertanya-tanya, darimana saya mendapatkan uang untuk membeli buku dan mengikuti seminar-seminar itu ? Saya cukup beruntung karena dari kecil saya sudah terbiasa menabung. Biasanya ketika saya ulang tahun, saya selalu meminta hadiah berupa ‘mentah’ nya dan bukan berupa barang. Lalu, saya juga sudah terbiasa menyisihkan uang jajan untuk ditabung sejak kecil.
Saya juga suka membuat design – design kaos dan menjualnya lalu memperoleh cukup banyak uang dari sana. Ini adalah sumber income pertama saya, selain uang tabungan dari kecil. Awalnya kedua orang tua saya tidak mengijinkan untuk belajar mengenai pasar modal karena seperti kebanyakan orang menganggap bahwa pasar modal itu terlalu berbahaya untuk dimasuki!
Padahal, seperti kata Warren Buffett “Risk Comes From Not Knowing What You Are Doing!”. Jadi, awalnya saya memulai investasi dengan uang yang kecil (hasil tabungan saya) dan tidak bilang-bilang kepada siapapun, alias diam-diam memulai investasi di reksadana baru pelan-pelan beralih langsung ke saham.
Selanjutnya, setelah mendapat kepercayaan dari orang tua, maka mereka malah menitipkan sebagian uangnya, termasuk keluarga terdekat yang lain.
Lalu, uang profit itu saya gunakan lagi untuk ikut seminar. Ketika ilmu saya tambah, otomatis income saya juga tambah. Lalu saya mulai ikut seminar-seminar lain juga seperti Internet Marketing, Psikologi, Bisnis, dan juga bidang-bidang lainnya. Sampai hari ini, itulah yang saya lakukan. Ketika saya mendapat profit tambahan, saya gunakan uang itu untuk ikut seminar –seminar lainnya dan tidak membeli barang-barang konsumtif. Saya mengikuti prinsip Robert G. Allen dan Adam Khoo bahwa barang-barang konsumtif hanya dibeli seperlunya saja dan harus dari Passive Income.
Kalau Anda mau tahu, seminar pasar modal pertama yang saya ikuti adalah seminar dari J-CLUB yang diasuh oleh Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia. Alasannya: harganya paling terjangkau di kantong saya (sebagai mahasiswa) dibandingkan seminar-seminar lain, tapi kualitasnya tetap oke punya! Silahkan Anda cek ke sana kalau memang Anda berminat. Saya tidak dibayar untuk mempromosikan pelatihan mereka loh, tapi memang ini murni pengakuan pribadi saya! Hehehe…
Beberapa Pertimbangan Saya Menyusun Paket Pembelajaran Digital InvestorSIbuk.com
Nah.. kira-kira Anda sudah tahu yah kenapa saya menyusun paket pembelajaran digital InvestorSibuk.com ini :
Pertama, kalau saya hanya menulis buku fisik saja di toko buku, saya tidak akan menulis dengan totalitas karena royaltinya hanya 10 %, padahal saya sudah mengeluarkan banyak sekali uang untuk mendapatkan semua ilmu dan pengalaman. Secara jujur saya katakan bahwa saya tidak RELA! Oleh karena itu, saya menyusunnya dalam paket pembelajaran digital. Saya akui, harganya jelas lebih mahal dari buku, tetapi saya jamin bahwa harganya tidak akan semahal seminar-seminar yang ada di luar sana, tetapi kualitasnya sama persis, tidak ada hal yang saya rahasiakan sama sekali!
Kedua, banyak sekali teman-teman terdekat dan orang-orang yang meminta saya untuk mengajarkan cara saya dalam berinvestasi di pasar modal. Nah, daripada saya pusing dan repot karena harus mengajarkan banyak orang satu per satu , lebih baik saya susun dalam sebuah paket pembelajaran, karena jadwal saya memang cukup padat dan tidak mungkin mengajarkan mereka satu per satu. Untuk menyusun paket pembelajaran ini saja saya banyak mengorbankan waktu liburan saya…
Ketiga, saya menjumpai banyak orang yang berada di daerah-daerah di luar kota besar yang ingin mengikuti seminar dan harus datang ke Jakarta tapi terkendala waktu dan juga biaya. Dengan adanya paket pembelajaran ini, saya harap bisa membantu mereka semua.
Keempat, saya mengamati bahwa jumlah investor ritel di Indonesia masih sangat sedikit (kurang dari 1% dari total jumlah penduduk). Hal ini sangat memprihatinkan karena sulitnya akses ke informasi yang benar mengenai pasar modal atau karena terlalu banyaknya informasi yang tidak berkualitas serta juga harga yang mahal. Padahal, di negara-negara lain seperti Singapura, Cina, Amerika, dan banyak negara di luar sana, hampir semua orang investasi di pasar modal.
Anda harus tahu juga bahwa di Amerika, pemadam kebakaran atau supir truk juga sudah berinvestasi di pasar modal. Ini artinya pendapatan per kapita mereka sudah cukup tinggi. Saya mengetahui fakta ini karena saya memainkan game cashflow dari Robert Kiyosaki. Di situ, karakter yang digunakan adalah supir bis atau pemadam kebakaran. Menarik sekali ya? Hehehe..
Kenapa Produk Digital Harganya Lebih Mahal dari Buku Fisik ?
Beberapa dari Anda pasti bertanya-tanya, “Kok produk digital harganya lebih mahal dari produk fisik, kenapa ya ?” Rasanya saya tidak perlu menulis lagi pendapat saya karena sudah ada tulisan yang dibuat oleh Cosa Aranda, salah satu pionir internet marketing di Indonesia. Untuk artikel lengkapnya, bisa Anda klik di sini. Ini adalah cuplikan artikelnya beserta komentar-komentar pribadi saya (yang berwarna merah) :
“Jawabannya hanya satu, karena resiko membuat buku digital jauh lebih besar dibandingkan membuat buku cetak. Seperti apa sih resikonya? Coba simak gambar di bawah ini.
Dari keempat resiko di atas, kita dapat mengelompokkannya menjadi dua bagian, yaitu resiko yang berasal dari diri kita sendiri (inner risk) dan resiko yang berasal dari luar (outer risk).
Nah, yang merupakan ‘anggota’ dari inner risk adalah resiko penjualan dan resiko pemasaran. Yang dimaksud dengan resiko pemasaran di sini adalah resiko proses pemasaran ebook yang kita buat tidak berjalan dengan sempurna, dalam arti, informasi mengenai ebook kita tidak sampai ke calon pelanggan yang kita harapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan resiko penjualan adalah resiko tidak ada penjualan sama sekali terhadap ebook kita (atau jauh di bawah target) yang biasanya disebabkan oleh proses pemasaran yang tidak sesuai target dan tidak merata. Keduanya saya anggap sebaga inner risk karena seringkali disebabkan oleh diri kita sendiri.
Sampai di sini dulu, coba kita bandingkan dengan buku cetak. Dengan asumsi kita menggunakan jasa penerbit dan tidak melakukan pembuatan buku secara indie, maka distribusi buku cetak kita sudah pasti merata (tergantung kepada jasa penerbit yang kita gunakan). Selain itu, orang yang datang ke toko buku berasal dari berbagai golongan dan kemungkinan besar mereka sedang mencari buku dengan topik tertentu yang bisa jadi sama dengan topik buku yang Anda buat. Dengan demikian, resiko tidak adanya penjualan sekaligus resiko pemasaran di sini nyaris tidak ada.
Berikutnya adalah outer risk yang terdiri atas resiko pembajakan dan resiko pendiskreditan reputasi. Untuk resiko pembajakan saya rasa sudah cukup jelas, yaitu resiko produk kita dibajak dan disebarluaskan begitu saja di dunia internet. Resiko yang paling parah adalah resiko pendiskreditan reputasi yaitu resiko reputasi kita menurun gara-gara ebook kita dicap sebagai ebook sampah oleh segolongan pihak tertentu. Dengan asumsi di sini bahwa ebook yang kita buat tidak menipu dan telah kita buat sebaik-baiknya, maka kedua resiko tersebut saya anggap sebagai outer risk yang sulit untuk kita kontrol kehadirannya.
Sekarang bandingkan kembali dengan buku cetak. Saya rasa cukup jelas bahwa proses pembajakan terhadap buku cetak tidak sesering dan semudah pembajakan produk digital.
Apalagi dengan harga yang relatif murah, orang akan lebih memilih untuk membeli buku asli daripada membeli yang bajakan. Demikian pula untuk pendiskreditan reputasi, jarang sekali ada pengarang buku cetak yang memiliki reputasi buruk.
Bahkan pada saat bukunya benar-benar buruk pun, (Contohnya seperti kasus buku investasi tentang saham yang isinya hanya daftar list sekuritas dan list saham) hal itu masih sangat jarang terjadi. Di internet? Efek viralnya sangat luar biasa. Ada gosip buruk sedikit saja tentang ebook A, hanya dalam hitungan hari bisa saja semua orang sudah menganggap ebook A tersebut buruk.
Padahal itu baru gosip yang belum jelas diketahui kebenarannya. High risk banget, kan? Dan bisa saja, orang yang menyebarkan gosip itu adalah orang yang tidak suka dengan si pembuat produk dan belum tentu dia sudah benar-benar membeli produk itu. Jadi jelas, high risk banget dong ?”
Oya.. untuk membuktikan lagi bahwa internet marketing tidak selalu identik dengan penipuan, saya memiliki 2 contoh website lagi yang memanfaatkan internet secara bijak. Ini adalah linknya :
http://www.sayabutuh.info/tentang/cash-in-a-flash ==> karya dari Robert G. Allen
Dan kalau contoh di Indonesia yang sudah menggunakan promosi dengan cara seperti ini adalah seminar properti dari Joe Hartanto, salah satu mentor Entrepreneur University.
http://www.propertycashmachine.com
Oh ya, saya tidak mempromosikan seminarnya dan tidak dibayar untuk mempromosikan webnya loh. Ini hanya contoh saja yang membuktikan bahwa internet marketing tidak selalu menipu…Hehehe
Oya, saya ingatkan sekali lagi bahwa paket pembelajaran InvestorSibuk yang saya susun isinya berupa pengalaman yang saya praktekkan. Saya tidak pernah menjanjikan Anda menjadi cepat kaya atau memperoleh hasil seperti yang saya peroleh, karena segala sesuatunya tergantung dengan keadaan pasar. Saya hanya memberikan pengalaman saya dan cara saya memilih saham serta kapan saya masuk dan keluar dari pasar. Jadi, sama sekali tidak ada garansi. Kalau Anda berpikiran untuk menjadi cepat kaya dalam waktu singkat, lebih baik tidak membelinya.
Oh ya, paket pembelajaran InvestorSibuk ini ditujukan untuk pemula dan orang-orang sibuk. Jadi, bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di bursa dan Anda adalah seorang trader lebih baik jangan membeli paket pembelajaran ini karena Anda akan kecewa karena tidak sesuai dengan target marketnya. Saya pribadi bukanlah seorang trader dan biasanya hanya melakukan transaksi 3-4 kali dalam setahun.
Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com LAUNCHING Tanggal 25 Mei 2010
Khusus untuk satu orang spesial ini, ‘tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu‘ untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!
INGAT…Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !
Jadi… tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!
Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-
Terima kasih
Tulis comment Anda di bawah ini, jangan lupa share juga artikel ini via facebook melalui link SHARE THE WEALTH di atas, atau langganan melalui RSS feed!




Muhammad (Nabi) menyatakan : Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina.
Pernyataan ini disampaikan sekitar 15 abad yang lalu.
Waktu itu alat transportasi favorit yang ada hanya kuda, unta, ato keledai, kalo lewat laut yah kapal layar yang tergantung sama hembusan angin.
Wow jauh amat, berapa lama mau nyampek ke sana.
Wah berapa lagi biayanya
Jadi kapan nih belajarnya.
Al hasil saat ini sudah sangat dipermudah dengan hasil rekadaya olah pikir manusia yang berupa internet networking. Sehingga tidak ada beda antara siang dan malam, tidak ada beda tinggal di belahan bumi yang mana. Semuanya sama dimanapun keberadaan kita seolah bumi ini datar saja adanya.
Kalo kita menginginkan data apa saja, informasi apa saja, ilmu apa saja; bisa kita dapatkan dimana saja kapan saja, kita menghendakinya di tempat kita berada.
Masalah Robert Kiyosaki menjadi lebih kaya karena menulis buku, saya rasa itu wajar. Sebab, tujuan orang menulis buku kan juga untuk “positioning”, menempatkan diri seseorang menjadi seorang expert sehingga mendapat kredibilitas.
Saya rasa semua penulis buku best-seller juga seperti itu.
Oh ya, saya tunggu nih, launching-nya InvestorSibuk!
Topik ini memang sedang jadi prioritas perhatian saat ini bagi saya, sehingga mudah mencernanya dan menjadi masukan baru dan sangat berharga bagiku.
Penjelasannya sangat mendalam tapi disampaikan dengan sederhana dan elegant. Bahasa yg dipakai juga enak dibaca dan memberikan pengertian yg mudah dipahami.
Luar biasa. Itu saja yg dapat saya katakan, apalagi ini ditulis oleh seorang anak muda ….
Pasti membawa banyak berkat bagi kita semua….
Selamat atas kerja kerasnya yg akan bisa dinikmati banyak orang ….
Saya salut dengan Ferdie, masih muda tetapi punya semangat yang luar biasa utk belajar. Dari tulisan anda memang terlihat bahwa style Adam Khoo sangat mempengaruhi anda, itu hal yang bagus.
Tetapi saya agak kurang setuju dengan pernyataan buku fisik tidak mengupas tuntas isi apa yang ada di benak si penulis. Banyak juga buku2 fisik yang hebat dan kita dapat belajar banyak dari hal tersebut. Di lain pihak banyak juga produk2 digital yang “memble”. Semuanya hanyalah bagaimana cara untuk menjual produk2 tersebut, fisik atau digital.
Kesimpulannya dalam belajar segala sesuatu ada “harga” yang harus dibayar. Saya sendiri sampai rela terbang dari Surabaya ke Jakarta hanya untuk mengikuti kursus J-Club. Demikian dari saya, two thumbs up untuk Ferdie. GBU.
Saya baru saja dengar mengenai produk digital ini…Jika benar produk digital adalah seperti artikel yg anda tulis ini…,wow..alangkah menyenangkannya.Karena terus terang selama ini saya ingin sekali ikut seminar2 saham yg diadakan di Jakarta tapi karena kendala waktu,hal itu tidak dapat saya lakukan.Jadi launching investor sibuk.com benar2 saya nantikan.Mudah-mudahan benar2 dapat membantu saya untuk belajar…seperti yang diiklankan…:)
Sekali lagi saya tegaskan menjadi kaya butuh kerja keras, kerja cerdas, disiplin dan bisa manage resiko. Buku, guru, dll hanya media yang bisa membantu, tapi semuanya tergantung diri sendiri. jikakalau kita sudah bisa mengalahkan “diri sendiri” ditambah dg “passion” semuanya insyaalloh bisa tercapai.
Wow hebat kali setahun hanya 3 ato 4 kali trading padahal beberapa buku yg saya baca n mengikuti 3 kali workshop/seminar disarankan baiknya sebagai trader dengan trading ala swing, bahkan ada yg intraday. Mudah2an dengan metoda Ferdie yg masih muda ini memberikan pencerahan pemahaman n trading yg lebih baik apalagi dengan menggunakan produk digital sehingga kawan2 diluar Jakarta terutama Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan tidak perlu datang keJakarta seperti workshop/seminar yg pernah sy ikuti ada peserta dari Sumsel (4 perjalanan darat dari Palembang). Mudah2an juga harganya murah n bisa terjangkau.
Memang dengan anda memilih cara digital ini anda telah sangat cerdas menangkap peluang dari cara promosi termurah dalam networking mlm digital ini. Outer risk sudah solved.
Sedangkan inner risk adalah content ebook anda bila bukan sekadar “what to” adalah sangat positif ala facebooker yang kita tahu hasilnya luar biasa….
Yup, cara digital memiliki banyak kemudahan dan keunggulan seperti yang sudah ditulisakan oleh Ferdie di atas. Selain itu informasi digital dapat membantu kita mengerjakan segala sesuatu sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain, sebagai contoh : Orang Amerika tidak memanggil tukang service untuk memperbaiki AC yang rusak, mereka cukup search di google saja untuk mencari ebook bagaimana cara memperbaiki AC, sehingga informasi digital sangat dihargai di sana. Oleh karena itu, pemilihan produk digital ini sangat memberikan keuntungan dan kemudahan bagi kita semua
No Free Lunch…
Tidak ada yang gratis ha ?
Pada akhirnya sama saja toh, mencari pendapatan dari seminar atau menulis buku tentang bagaimana menjadi kaya. Tapi tidak mengapa selama prosesnya halal dan baik.
Semuanya memang butuh pengorbanan.
Sukses terus
Sebelum dan sesudahnya tetap saya ucapkan terimakasih atas begitu banyak Info yang anda berikan, sehingga mata saya jadi terbuka lebar-lebar, dalam menyikapi apa yang telah anda Berikan dan Inspirasikan. Pada intinya Bahwa, Jujur saya juga selalu bermimpi untuk bisa Menjadi Go Freedom, tapi banyak kendala yang kadang membuat speed saya jadi sangat Lambat, Oleh Karena itu setelah Saya membaca apa yang telah Anda sampaikan, saya akan Berkomitmen Total Dalam menjalankan Bisnis Online yang Anda Maksud dengan satu harapan Andapun juga harus membimbing Saya dalam mencapai Hasil walau Minimal, agar anggapan Orang tentang Bisnis Online yang Mulai negatif dapat dihapus dan berbalik menjadi Positif, apapun istilahnya setiap Anak yang Anda lahirkan harus Anda persiapkan dan ajarkan serta harus di beri Vitamin agar dapat Tumbuh dengan Baik dan Berguna seperti Orang Tuanya,. Ok Bravo.
apa kata pepatah raih lah ilmu mu setinggi gunung ,dalami hengetahun mu sedalam lautan.selain kita dapat pengetahuan dari luar kita pun harus membaca buku yg permutu tentunya.
Kalau informasi Digital Book anda benar benar dapat membuat saya
tidak bisa lagi membedakan mana tanggal tua
dan mana tanggal muda , ini lah yang saya cari
Dan Digital Book anda tidak akan merepot kan saya
untuk membeli lemari buku
karena saya orang yang senang berpindah pindah
Informasi anda benar2 jujur dan apa adanya. Memang seperti itulah keadaan sebenarnya. Pembelajaran digital memang ada aspek positif dan negatifnya. Tergantung kita sendiri mau ambil aspek yang mana, bukankah begitu? Kalau memang cocok untuk kita, ya dikerjakan saja.
Barang bagus umumnya memang mahal (walaupun tidak selalu begitu) –> motifnya dapat untung yang layak; atau GRATIS sekalian –> motifnya amal. Tapi kalau kemahalan juga bikin susah yang minat beli, jadi mungkin perlu dipecah jadi beberapa modul atau beberapa kali pembayaran.
Salut buat Ferdi. Semuda kamu sdh bisa menulis n menguasai Produk digital/informasi. Luuuuuuuu …..ar biasa. Banyak ilmu yg dpt dipetik dari paparan yg ditampilkan. juga diakui, banyak yg tak diketahui n sekarang membuka wawasan dg mengikuti investor sibuk. Kalau mau sukses memang harus berusaha dan kerja keras, juga harus bisa mendisiplinkan diri. SUKSES BUAT INVESTOR SIBUK.
salam buat admin Ferdie atas bahasan ptoduk digital.
komentar saya terletak pada 2 kalimat bold merah :
1. “sulit bagi Anda untuk menerima suatu kenyataan apabila Anda sendiri belum terlibat langsung di dalamnya.”
2. “ditujukan untuk pemula dan orang-orang sibuk.”
point 1, saya memutuskan untuk percaya kepada anda, dan mencoba mencari tahu apakah kenyataan akan seperti yang anda ajarkan? (tentunya dengan menerapkan semua materi/praktek yang ada)
point 2, ya itu saya! saya benar-benar pemula disini. jadi saya harap tidak ada “dibodoh-bodohi” khususnya pemula.
semoga dengan menerapkan ajaran yang ada, menghasilkan ke arah untung finansial.. (walopun saya masi khawatir terhadap sanggup / tidak untuk mengeluarkan modal awal karena belum ada pemberitahuan nominal modalnya berapa >.< )
salam ^^
Ide investor sibuk ini bagus sekali buat para pengguna internet Indonesia dan menunjukkan bahwa geliat pasar internet masih sangat luas baik dari hal topik maupun daya jangkaunya. terus terang saya ngiler juga memantau perkembangan pasar internet di luar negeri (amerika khususnya) karena mereka sudah punya sistem yang memungkinkan siapa saja bisa jadi enterpreneur internet (netpreneur). kalau di Indonesia masih banyak yang belum kita miliki, misalnya situs seperti clickbank dengan link ke mata uang lokal dan bank lokal, atau pasar barang seperti ebay atau amazon dengan link bank lokal, yang akan mempermudah proses transaksi barang dan jasa. jujur saja , kalau yang kayak gini ada, kita bisa memepercepat pembangunan di daerah pelosok, lebih cepat dan lebih murah dari proses bikin infra struktur jalan atau transportasinya. jadi peluang usaha internet di indonesia masih sangat banyak. nah di tengah pertumbuhan dan peluang ini kemunculan investior sibuk sangat tepat. why?
karena bidang yang digarap belum banyak digarap orang, serta pasarnya masih sangat luaa, selain itu mengandung nilai tambah yang tinggi yaitu proses belajar (yang gak tau jadi tau, yang gak bisa jadi bisa), menurut saya ini yang jauh lebih bermakna dibanding nilai nominalnya. Selamat dan sukses buat mas Ferdie.
dengan kemajuan teknologi internet seperti sekarang ini yang lagi merambah sampai pelosok mengikuti merambahnya dunia sellular,ada dampak positif dan ada negatifnya.Pertama yang negatif dulu,yaitu banyak situs-situs yang memanfaatkan internet sebagai sarana empuk untuk melampiaskan hasrat negatifnya bisa ketawa ketiwi leluasa menikmati hasil hukum rimbanya ha..haa..ketipu lu katanya.Tapi kita harus ingat bahwa kebenaran akan selalu menang kejahatan di dunia ini dulu sama kejadiannya masih banyak yang jahil mangkanya dinamakan jaman jahiliya tapi yakinlah step by step sisi negatif dunia internet juga akan jadi sama nantinya hanya segelintir kejadian2 negatif,orang akan takut berbuat jahat walaupun sama sekali tanpa bukti karena naluri dan nurani mengamati.Nah skg yang kedua, sisi positif dari kemajuan internet adalah akan semakin bertambah tingkat kepercayaan antar sesama dari sisi emosi yang tak terhubung lewat tatap muka menambah kekaguman dan jd misteri contohnya sama mas Ferdie.Hubunganya adalah bahwa dunia fisik berpasangan dengan yang fisik dan dunia maya berpasangan dengan yang maya atau digital.Saya setuju dengan produk-produk digital lewat internet karena sinkron dan mengena.akhir komentar…maju terus mas ferdie and di tunggu gratisanya he..hee
Dunia cyber sudah menjadi trend dunia, bagi orang creatif pasti mencari cara yg bisa efektif dan efisien untuk bisa bisa menyampaikan ‘message’ walaupun dengan ‘high risk’
Saya sering ditanya oleh teman-teman saya. Koq kamu beli ebook sih? mahal lagi.
Kurang lebihnya saya jawab begini,
Bukan masalah mahal atau tidak, tapi mayoritas ebook yang saya miliki ini berorientasi pada pengalaman kesuksesan si pembuat. Jika saya membeli ebook tersebut, saya lebih banyak di tekankan pada tindakan. Sedangkan untuk teori bisa didapatkan bersamaan dengan tindakan itu, sehingga kita bukan hanya mengerti, tapi paham (mengerti & dilaksanakan).
Memang sih untuk hasil berbeda-beda setiap orang. Saya dari salah ebook tidak menghasilkan profit tinggi, untungnya balik modal aja. Tapi, saya lebih dari pada balik modal itu yaitu “ilmu action”. Karena kebetulan mindset saya banyak bersumber dari Robert Kiyosaki, bekerja untuk belajar bukan bekerja untuk uang.
Tulisan bagus, bravo. Ini pujian tulus.
Melihat diagram di atas, saya hanya akan comment dari segi bahasa, khususnya satu kata saja, yaitu:
“Risk”, diterjemahkan resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjadi “Risiko”. Kata Risiko inilah yang dengan benar telah digunakan oleh berbagai media massa baik cetak, misal: Kompas, Bisnis Indonesia, mau pun diucapkan demikian oleh para presenter / news-caster di media elektronik.
Comment ini ditulis semata-mata dengan satu tujuan: demi menuju perbaikan, walau sedikit (=kaizen). Semoga dapat diterima dengan lapang hati. Tuhan memberkati usaha Anda.
With Best Regards.
Dari apa yang telah mas Fredie sampaikan menjadikan saya semakin penasaran tentang apa dan isi materi Paket Pembelajaran Digital InvestorSIbuk.com. Metode marketing dan penyampaian produk yang akan di launching dikemas dengan cukup menarik dan tampil beda terus terang saya kagum dan salut. Ada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman itu mahal harganya dan orang yang beruntung adalah orang bisa belajar dari pengalaman orang lain karena dia bisa mendapatkan manfaat hasilnya dengan biaya yang murah dengan tidak perlu menghabiskan waktu serta pikiran. Demikian juga balasan bagi orang yang mau berbagi pengalaman/pengetahuan dengan orang lain tentunya akan selalu dikenang orang banyak akan jasanya. Saya berharap jika paket pembelajaran digital ini telah dilaunching bisa terjangkau harganya sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang serta bisa lebih memperkenalkan kepada masyarakat luas untuk berinvestasi di pasar modal.
Salam Sukses….
Salam buat ferdie…
S
Salam buat ferdie…
Saya mendukung ide cemerlang anda untuk berbagi pengalaman dengan orang lain termasuk saya tentang investasi di internet. Terus terang pengetahuan dan pengalamnn saya masih kurang dan perlu banyak belajar dan bimbingan.
Alasan saya mendukung ide anda adalah:
1. Perkembangan internet di negara kita sangat pesat
2. Saya sangat setuju bahwa kebanyakan tulisan di buku di toko
hanya bersifat ” what to ” bukan “How do”. Saran saya nantinya
tulisan anda juga bersifat “how do”.
3. Langkah dan ide anda bersifat sangat strategis memotivasi orang
lain untuk berinvestasi seperti seperti orang di negara -
negara maju.
Semoga sukses…
Menurut saya, buku sangat sarat dengan berbagai keterbatasan dan kelemahan dalam menyampaikan informasi tentang pembelajaran.
Meski beberapa penyusun buku yang sudah berpengalaman “berhasil” memberikan training / pembelajaran kepada pembacanya .
Tetapi bila kita ke toko buku …… buku2 yg saya jumpai, sebagian besar beda judul dan penerbit….. tetapi isi bukunya kurang lebih sama (ya itu-itu aja …. he he he).
Produk digital lebih unggul dalam segalanya apalagi saat ini era teknologi informasi … informasi yg di sampaikan sudah tidak terbatas lagi ….
Untuk para pembajak / orang yg mengambil keuntungan dari jerih payah penyusun / creatornya sebuah buku / produk digital …. ,,,, semestinya kalian jangan bergembira dahulu karena apapun tindakan kalian para pembajak / plagiat tetap harus mempertanggung jawabkan kepada Yang Maha Kuasa bila tiba masanya …. hi hi hi ,,, wk wk wkakakk
Sukses Bung Ferdie …. Anda hebat dan luar biasa
Setujuuuuuu Bung Ferdie….
Saya pribadi dari dulu tidak pernah suka membaca buku fisik.
Kenapa? Saya beberapa kali mencoba membeli buku fisik di toko2 buku yang ada. Setelah saya bawa pulang dan baca sampai habis, ilmu yang saya dapat kebanyakan hanyalah teori semata. Bagaimana caranya menerapkan dalam kehidupan nyata tidak begitu dijelaskan.
Dikarenakan saya termasuk anak kos2an, hiburan yang paling sering saya lakukan adalah browsing internet. Seperti pada comment saya pada artikel yang sebelumnya, saya mulai berinvestasi dengan pembelajaran diri sendiri. Menambah ilmu dan pengetahuan tentang investasi semua saya lakukan melalui produk digital seperti ebook, digital article, dan websites2.
Ilmu teknikalnya jauh lebih banyak saya dapat dari produk digital dibandingkan dengan produk fisik. itulah sebabnya saya pribadi sangat menyukai produk digital, selain mudah diakses kapan saja (selama ada internet), dapat dikomunikasikan dengan tmn2 untuk bertukar pikiran dan sharing info, dan yang utama adalah, sumbernya hampir tidak terbatas. Banyak banget ilmu yang dapat diperoleh dari produk digital.
Salam….
wow lagi-lagi anda benar-benar rela dan ikhlas mengupas masalah yang kebanyakan orang benar-benat tidak tahu,,,,muantap coc…..saya benar-benar terbantu dengan artikel-ertikel yang anda bikin …bravo terus sebarkan ilmu pada mereka yang membutuhkan ””’dan tunggu hasillllnya ocle…..amiiiiii….n
TUng Desem Waringin, mengajarkan ada 3 hal untuk mencapai kesuksesan:
1. Belajar dari yg terbaik
2. Larut sepenuhnya (Fokus)
3. Pengulangan
Sdr Ferdy ini bisa sampai pada level ini karena melakukan ketiga hal tersebut. Kita lihat, Ferdy belajar dari orang2 yg memang sudah membuktikan reputasinya/orang2 sukses terbaik. Ferdy larut dgn apa yg dia pelajari dibuktikan dgn membaca hampir 200 buku dgn topik yg relevan, karena sukses tdk bisa dicapai dgn setengah2. Pengulangan, sudah pasti karena ide2 akan muncul dgn banyak dan sering membaca.
Mengenai BUKU FISIK? atau E-BOOK? tdk usah dipungkiri apalagi diperdebatkan mana yg terbaik. Karena masing2 memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua kembali kpd diri ANDA SENDIRI (ingat posting Ferdy sebelumnya)
Yang jelas, anda akan mendapatkan apa yg anda BAYAR!
Kalau mengikuti ajaran Bapak TDW No 2, Larut sepenuhnya! Sepertinya belajar melalui Seminar, Workshop, E-BOOK lebih mewakili dibanding “hanya” melalui BUKU FISIK.
Antara Seminar, Workshop, dan E_BOOK memiliki kadar yg kurang lebih sama tapi dgn harga berbeda. Mana yg dipilih? (Sy yakin anda tahu jawabannya..)
Salam Sukses,
Roel’s
Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina
Ketipu di dunia online, itu pernah terjadi pada saya.
Program HYIP atau yang menawarkan investasi dengan
skema Ponzhi (kalo gak salah)…
Pernah juga beli ebook yang ternyata isinya mengajarkan’
kita untuk bikin ebook, hehehe…
semakin lama saya semakin sadar bahwa setiap produk digital
memiliki pangsa pasar yang berbeda.
Saat ini saya baru sadar kalau informasi untuk membuat
ebook itu bukanlah penipuan, tetapi bisnis online sungguhan.
Sudah marak sekali saat ini bertebaran ebook tentang bisnis online,
mulai dari yang bersifat umum; semua bisnis online disebutkan,
sampai yang khusus membahas satu macam bisnis secara mendetail, semacam affiliasi clickbank atau membuat info-product..
Mudah2an info product yang ditawarkan mas Ferdie benar2
fokus di dunia investasi, forex atau trading..
tidak lagi membahas PTC, PPC, afiliasi dsb, karena itu
semua sudah banyak..
dengan tema baru seputar investasi, akan menciptakan perluasan
dalam bisnis online, dan tidak terkesan ikut-ikutan.
saya harap materi yang disajikan tidak melulu ebook,
tetapi berupa video yang dapat ditonton dengan kualitas
gambar dan suara yang cukup bagus..
dan semoga harganya juga terjangkau, hehehe
akhir kata, semoga sukses!!
produk fisik maupun digital punya plus minus masing-masing. produk digital memang memiliki risiko lebih tinggi dibanding produk fisik seperti yang pernah dipaparkan mas Cosa di blognya. ada filosofi menarik yang bisa kita terapkan di dunia bisnis. filosofi tersebut saya temukan kurang lebih 15 tahun yang lalu di sebuah kedai mie ayam. “Bila Anda puas, beritahu teman Anda, Bila Anda tidak puas beritahu kami”. Semoga kang Ferdie bisa mengambil hikmah dari filosofi ini …
Sebagai orang yang berkecimpung di dunia internet business, walaupun saya belum sukses, namun saya sangat setuju dengan apa yang Anda utarakan tentang produk digital. Memang tidak semua produk digital itu bagus, saya pernah mendapati e-book berbayar namun isinya sangat membuat sakit hati. Padahal testimonial yang ada home page nya sendiri sangat menjanjikan. Belakangan saya tahu testimonial juga bisa dibeli.
Di luar itu, saya mengakui banyak penulis e-book yang memang berkualitas seperti anne ahira, cosa aranda, welly mulia, dan lainnya.
Dan yang masih menjadi misteri pada akhirnya : Yang mana-kah Ferdie?
Oke, produk Anda belum launching sehingga saya tidak bisa menyimpulkan apakah apa yang Anda utarakan di atas benar atau hanya sekedar hypnotizing sales letter seperti yang diajarkan pada buku Joe Vitale. Namun yang saya bisa akui adalah, walaupun artikel ini bukan sales letter, nampaknya Anda berhasil membuat saya makin tidak sabar untuk memiliki produk Anda terutama bagian perbedaan “What to” dan “How to”.
Selamat ikut meramaikan bisnis internet Indonesia. Salam ACTION!
Ini Informasi yang sangat berharga, Dan seringkali Kt Banyak melewati Momen penting kr kesibukan kt masin2 di tambah minat baca Kt yg kurang, kadang hanya lewat bgt sj… Bg sy ini adalah Ide Terbaru yang Sangat Jarang dimana kt di tuntut untuk selalu Baca Hal2 Baru, Jg KT mesti Mengerti Tentang Apa yang Nanti di sampaikanya… Pokoknya, kl bayar da masalah, yang penting Kt mengerti dan Kt bs mengaplikasikanya…sampai dapat Profit,Profit, Dan Profit,… Tq.!!
Jaman sekarang ini memang jamannya digital. Segala yang baru dan sedang ngetop pada saatnya, pasti lebih banyak segi positipnya meskipun tentu ada juga segi negatipnya, tapi biasanya kecil atau sedikit. Coba tiga puluhan tahun yang lalu atau lebih, itu waktu mana ada yang disebut produk digital? Makanya kita harus pandai2 mengikuti arus jaman. Meski terasa sulit buat kita, ya tetap harus mau belajar bila tidak ingin tergilas oleh kemajuan jaman.
Jalan yg Bapak akan buka akan terus saya ikuti., ide menarik untuk me realisasikan pelajaran investasi dalam bentuk digital.
Semoga..biaya nya bisa dijangkau oleh mereka yg di garis bawah, siapa tahu dari data jumlah investor di pasar saham yg hanya 1 % dapat menjadi 10 %..lewat pembelajaran ini.
salam Pak Ferdie
To. The point aja Bung Ferdi…
Terserah anda…mau biLang saya apa..dasarnya emang saya sangat gaptek…Tanya nich…bahwa pembelajaran di kemas dalam bentuk audio book itu seperti apa..???
Percaya atau tidak…memang saya baru 1 bln ini kenal internet…jadi ya belum begitu tahu banyak tentang komputer maupun internet marketing itu sendiri…
Saya cuma punya tekad…ingin mengubah kehidupan saya…
Dan ketika mulai mencoba dunia internet marketing ini…begitu banyak penawaran-penawaran yang ditawarkan untuk bisnis internet marketing itu sendiri..
Jujur..saya sangat bingung…
Harapan saya..semoga paket pembelajaran yang anda kemas bisa dipelajari dengan mudah…meski harus setahap demi setahap..asal kontinyu dan tidak menyerah dalam menerapkan ilmu yang anda terapkan..
Sukses untuk anda, Bung Ferdi…
waduch… ngebacanya puas banget. tak sekedar ngiming-ngimingi tenan…!! good luck