Crisis of Credit Part 2
Ini adalah lanjutan dari video pertama mengenai Crisis of Credit di Amerika. Pelajaran yang dapat Anda tarik dari video di atas adalah bahwa :
“Orang yang serakah tidak akan mendapatkan apapun!”
Bahkan, Lehman Brother, Fannie Mae, Freddie Mac, dan beberapa bank penjamin yang telah berdiri sejak lama pun terpaksa harus ‘going bankrupt’ karena keserakahan orang-orang yang ada di dalamnya. Artinya, meskipun Anda pemula atau sudah pro di bursa, tetap saja hal paling penting adalah kontrol terhadap ‘fear and greed’ anda.
Krisis subprime mortgage di Amerika terjadi karena orang-orang tidak dapat mengontrol ‘greed’ nya. Para ahli finansial di sana berpikir terlalu ‘pintar’ dan terlalu ‘jauh’ sehingga hutang pun dijaminkan kembali menjadi surat-surat berharga berikutnya.
Bila semua orang mengikuti nasehat Buffett “Buy on Fear and Sell on Greed”, rasanya orang-orang akan selamat dari kejatuhan-kejatuhan yang terjadi di bursa.
Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com LAUNCHING Tanggal 25 Mei 2010
Khusus untuk satu orang spesial ini, ‘tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu‘ untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!
INGAT…Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !
Jadi… tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!
Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-
Semoga Bermanfaat,
Ferdie Darmawan
Tulis comment Anda di bawah ini, jangan lupa share juga artikel ini via facebook melalui link SHARE THE WEALTH di atas, atau langganan melalui RSS feed!




Sebenarnya fear dan greed ini tergantung pada masing2 orang. Jika kita tahu bagaimana memproteksi terhadap investasi kita maka kita akan terhindar dari hal tersebut. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap investor utk mengenali apa yang akan mereka investasikan sehingga bisa terhindar dari kejadian seperti ini.
Saya ingin mengomentari dengan meminjam filosofi dari Warren Buffer : “Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful.’
Keserahakan manusia akan makin nyata kalau ada kesempatan, lingkungan dan sarana untuk serakah. Bibit keserakahan itu sudah ada dalam setiap manusia. Memang bisa menebar keburukan, tapi bagaimana caranya membuatnya menjadi potensi diri yang menciptakan kebaikan. Mungkin sebelum jadi kata “Serakah”, harus bisa diubah menjadi ‘Drive”.
Jika kita bisa tetap tenang di saat pasar panik, maka kita berpotensi untuk menjadi pemenang.
Setuju sekali, ‘fear and greed’ harus dikuasai oleh diri masing2. Pengendalian diri kan juga termasuk ‘Investasi Diri Sendiri’. Justru disaat orang-orang ‘lari ketakutan’ dari pasar modal, justru saat itulah keuntungan besar bisa didapat, jadi harus tetap tenang dan tahu kondisi perusahaan yang dibeli sahamnya. Seingat saya ini dibahas juga dibukunya Adam Khoo.
Disini yg paling utama adalah PENGENDALIAN DIRI. Bukankah kita diwajibkan PUASA dibulan Ramadhan? Seperti yang kita ketahui bersama, maksud n tujuan , juga hikmahnya berpuasa adalah PENGENDALIAN DIRI? Jadi kalau pengendalian diri kita sdh mantap, maka kita tak akan terpengaruh lg. Selain pengendalian diri, rasanya ada suatu solusi lagi yaitu dg menggunakan SINYAL yang siap mengendalikan tak perlu pakai otak otak, hanya mengikuti SINYAL aja. He… he….
“pengendalian diri” lebih mudah diucapkan daripada dijalankan…toh buktinya “pemain” di bursa saham lebih banyak yang loss dari pada yang profit.
Jadi ingat lagunya Nicky Astria Gara gara Uang bisa bikin Berantakan, Ok trims atas Film yang di berikan , oleh Anda, Saya Pribadi hanya bisa menyimpulkan bahwa sesuatu yang bersifat material harus di imbangi dengan nilai nilai Moral, karena semakin Tinggi nilai Materi, akan membuat nilai Moral menjadi rendah. Tetapi sebaliknya jika nilai Moral kita Tinggi, seberapapun tingginya Nilai Materi yang kita punya, Kita akan tetap rendah diri atau low profile, karena dengan Moral yang tinggi Kita bisa membantu orang2 yang ada di bawah kita. Ok Trims.
fear and greed, dua perasaan yang kerap menghinggapi seseorang ketika dihadapkan dalam sebuah keputusan jual suatu saham. takut harga akan turun, maka jual di harga yang belum optimal. rakus akan harga yang lebih tinggi, maka ditahan sampai terkadang harga kembali ke harga beli semula bahkan minus…
tapi ketika fear and greed ini dimenej secara baik dengan strategi dan rencana investasi yang matang, maka kerugian besar bisa diminimalisir
salam
Psikologis trading menurut para pakar menyumbang presentasi yang cukup besar terhadap keberhasilan trading ( sampai 70 %) tool yg lain hanya 30 % (TA, FA dan Trading plan), jadi kendalikan psikologis sehingga fear dan greed bisa ditundukan.
Salam buat fredie…
Saya telah menonton video “crisis of credit part 2″.
Saya sangat setuju dengan pendapat Buffett “Buy on Fear and Sell on Greed”.
Pendapat Buffett mengajarkan kita bahwa kesuksesan di investasi menuntut keyakinan, keberanian,kehati-hatian, kontrol diri atau emosi yang baik, selalu memperhatikan analisa fundamental pasar dan analisis teknikal sebagai dasar nengambil keputusan baik saat mau menjual atau membeli.
Ingat dalam berinvestasi selalu ada rugi dan ada untung dan yang kita lakukan sebaiknya meminimalisir kerugian.
Semoga sukses…
wah..videonya komunikatif yah.setelah melihat video tersebut saya bisa mengomentari bahwa krisis yang terjadi itu akibat tidak konsistennya perusahaan dalam mempertahankan profit yang ditargetkan, dan seolah ada kejenuhan dan ingin melangkah melebihi target dalam waktu yang konstan.keserakahan adalah konsistensi yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi akibat hasrat untuk berubah karena kejenuhan.
jadi,orang yang selalu ingin lebih itu tidak bisa di sebut serakah
asalkan konsisten waktunya dan bertahap.menurut saya bisa disebut serakah apabila ingin memperoleh lebih dalam waktu yang cepat dan mengesampingkan kepentingan-kepentingan didalamnya,contohnya yah..krisis di amerika itu. berinvestasilah secara bijak dan bijaklah dalam berinvestasi lebih baik profit lumayan tapi bisa buat makan daripada profit besar tapi menyimpan bom waktu…duwaarrr!??!
Setuju dengan naesehat Buffett “Buy on Fear and Sell on Greed”, yang penting maen aman aja
Buy on Fear and Sell on Greed , hanya enak di denger
tapi sulit di praktek kan.
Yang banyak di praktek kan contarian nya perilaku om Buffet
ya hasil nya kebalikan nya om Buffet juga.
Hik hik hik
Sebenarnya tidak perlu penjelasan panjang lebar untuk membuktikan apak-AH serak-AH membawa berk-AH atau mal-AH masal-AH? AH AH AH…Stop ah,par-AH nih…jangan AH AH terus donk wkwkw….Sud-AH jelas, dari 2 video di blog ini tuh pembuktian-nya, dan komentar2 pembaca saya anggap sebagai tambahannya yang semakin memperkuat alasan untuk tidak serakah.
Jangan serakah, semua ada waktu-nya, bersabarlah
Dalam Kondisi Krisis maupun tidak kita tetap bisa memanfaatkan momen untuk tetap berinvestasi di pasar modal…..disini senang disana senang dimana-mana hatiku senang….disini trading disana trading dimana-mana tetap untung…..he..he… maunya sih begitu
sukses kang fredie
“Buy on Fear and Sell on Greed” Itu betul2 manjur.
Saya sudah lihat sendiri contoh hidup orang2 yang”jatuh” karena “greed” itu. Bahkan beberapa orang adalah kawan saya sendiri. Makanya semula saya sangat anti main2 di-investasi.
Saya harap dari produk yang akan launching itu bisa memberi pengarahan yang benar kepada yang berminat, agar tidak jatuh lebih banyak korban lagi!!!