<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Main Saham Online dan Investasi di Pasar Modal &#124; FerdieDarmawan.Com&#187; Information Marketing</title>
	<atom:link href="http://www.ferdiedarmawan.com/category/information-marketing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ferdiedarmawan.com</link>
	<description>Belajar Main Saham Online dan Investasi di Pasar Modal &#124; FerdieDarmawan.Com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Aug 2010 14:28:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa Produk Digital / Produk Informasi ?</title>
		<link>http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html</link>
		<comments>http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 00:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Prelaunch Article]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferdiedarmawan.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[
Ide tulisan ini muncul karena ada beberapa pertanyaan yang masuk ke helpdesk saya dan bertanya mengenai “Kenapa saya memilih ide membuat paket pembelajaran InvestorSibuk.com dalam bentuk digital atau lebih dikenal sebagai Information Product ?”
Perlu Anda ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-143" title="digital_lifestyle" src="http://www.ferdiedarmawan.com/wp-content/uploads/2010/04/digital_lifestyle1.jpg" alt="digital_lifestyle" width="400" height="300" /></p>
<p>Ide tulisan ini muncul karena ada beberapa pertanyaan yang masuk ke helpdesk saya dan bertanya mengenai <strong><em>“Kenapa saya memilih ide membuat paket pembelajaran InvestorSibuk.com dalam bentuk digital atau lebih dikenal sebagai Information Product ?”</em></strong></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Perlu Anda ketahui</span></em></strong>, pada awalnya saya juga memiliki pemikiran <strong>sama seperti kebanyakan dari Anda</strong>. Dulu, saya berpikir bahwa <strong>internet marketing/bisnis online</strong> sama dengan penipuan. Apalagi, di internet <em>(khususnya INDONESIA</em>) banyak sekali program-program <strong>MLM internet</strong> yang tidak jelas arahnya dan <em>menjanjikan kaya secara instan</em> dan memang tidak dapat diterima secara logika.</p>
<p>Program-program penipuan <strong><em>MLM di internet</em></strong> biasanya memerintahkan Anda untuk menyetor sejumlah uang, lalu dijanjikan bahwa uang tersebut akan <em><span style="text-decoration: underline;">berkembang dari waktu ke waktu</span></em>. Orang-orang seperti ini adalah <strong>orang-orang yang tidak bertanggung jawab</strong> dan hanya memikirkan diri sendiri. Akibat ulah orang-orang tidak bertanggung jawab ini, internet marketing di Indonesia dianggap sebagai <strong><span style="text-decoration: underline;">penipuan.</span></strong></p>
<p>Terus terang, saya tidak pernah percaya dengan model bisnis <strong><span style="text-decoration: underline;">MLM Internet</span></strong> seperti itu dan beruntung bahwa saya menemukan <strong>arah yang benar</strong> ke dunia digital product/online business yang sebenarnya.Dan.. di luar negeri pun sudah banyak para penulis yang memanfaatkan internet untuk memasarkan produk/ buku mereka seperti <span style="color: #0000ff;"><strong><em>Mark Victor Hansen, Robert G Allen, Adam Khoo, Joe Vitale, dan masih banyak lagi&#8230;</em></strong></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Awal Mula Saya Mengenal Internet Marketing dan Digital Product&#8230;</strong></p>
</blockquote>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-139" title="adam khoo" src="http://www.ferdiedarmawan.com/wp-content/uploads/2010/04/adam-khoo1.jpg" alt="adam khoo" width="300" height="429" /></p>
<p>Semua itu bermula ketika saya membaca buku karangan <strong>Adam Khoo</strong> yang berjudul <strong><em>“Secret of Self Made Millionaire”</em>.</strong> Kalau yang belum tahu siapa itu <strong>Adam Khoo</strong>, beliau adalah milyuner muda dari Singapura yang mencapai <em>financial freedom</em> di usia yang sangat muda dan Adam Khoo sendiri menjadi salah satu <em>inspirator saya selama ini</em>.</p>
<p>Di dalam buku <strong>Secret Of Self Made Millionaire</strong> itu, Adam menjelaskan berbagai cara untuk mendapatkan <em>residual income (passive income)</em>. Cara-cara yang dilakukannya antara lain adalah melalui <strong>investasi di pasar modal, internet marketing, dan juga bisnis</strong>. Adam khoo sendiri sudah memulai bisnisnya dari muda yaitu dengan menjadi <span style="color: #ff0000;"><strong><em>penyelenggara pesta disko</em> serta mengajarkan teman-teman di sekitarnya mengenai accelerated learning</strong></span> (cara belajar cepat).</p>
<p>Salah satu guru idola dari Adam Khoo adalah <strong><em>Robert G. Allen</em></strong>. Bagi yang belum tahu, <strong><em>Robert G. Allen</em></strong> ini adalah seorang multi milyuner dari Amerika yang merupakan rekan penulis <strong><em>Mark Victor Hansen</em></strong> (<em>Penulis Buku terlaris sepanjang masa <strong><span style="text-decoration: underline;">Chicken Soup Series</span></strong></em><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong>) dalam buku <strong><em>Cracking The Millionaire Code</em></strong>. Silahkan googling mengenai Robert G. Allen di internet jika Anda ingin lebih mengetahuinya secara lengkap.</p>
<p>Saya pribadi juga <strong><span style="text-decoration: underline;">sudah membaca</span></strong> buku Robert G Allen yang berjudul <strong>Multiple Stream Of Income</strong>. Robert mengajarkan kita semua agar memiliki penghasilan lebih dari 1 sumber agar jika terjadi sesuatu pada pendapatan kita itu, masih ada sumber lain yang akan mengamankan.</p>
<p>Sumber-sumber yang Robert gunakan <strong><em>adalah <span style="color: #0000ff;">investasi di saham dan options, properti, internet marketing, serta pabrik/bisnis yang dimilikinya, dan juga berbagai seminar yang ia selenggarakan</span></em></strong><span style="color: #0000ff;">.</span></p>
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Multiple Stream Of Income<br />
</strong></h2>
</blockquote>
<p align="center"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-140" title="51TVXQK7DRL._BO2,204,203,200_PIsitb-sticker-arrow-click,TopRight,35,-76_AA240_SH20_OU01_" src="http://www.ferdiedarmawan.com/wp-content/uploads/2010/04/51TVXQK7DRL._BO2204203200_PIsitb-sticker-arrow-clickTopRight35-76_AA240_SH20_OU01_1.jpg" alt="51TVXQK7DRL._BO2,204,203,200_PIsitb-sticker-arrow-click,TopRight,35,-76_AA240_SH20_OU01_" width="240" height="240" /><br />
</strong></p>
<p>Mungkin Anda bertanya-tanya, siapa itu Robert G. Allen? <strong>Robert G Allen</strong> jelas berbeda dengan <strong>Robert T. Kiyosaki</strong>. Namun, mereka berdua sama-sama orang yang menulis tentang kekayaan. Hanya saja, <strong><span style="text-decoration: underline;">saya juga tidak tahu</span></strong> kenapa buku <strong><em>Robert G Allen</em></strong> tidak ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan tidak setenar Robert Kiyosaki. Saya sendiri membeli versi Inggris dari buku <strong>“Multiple Stream of Income”</strong> dari salah satu toko buku import yang ada di Jakarta.</p>
<p>Padahal, menurut saya, buku-buku Robert G. Allen sifatnya<em><strong> lebih praktikal</strong></em> dibandingkan dengan buku-buku dari Kiyosaki, sehingga saya pribadi pun lebih menyukai buku-buku Robert G. Allen.  Buku-buku Kiyosaki isinya hanya berupa<em> ‘insight’ atau ide-ide saja</em>, dan tidak dijelaskan cara penerapannya secara teknis. Bagi pemula atau orang-orang awam yang ingin membuka mindsetnya tentang keuangan, saya rasa buku Kiyosaki sangat layak dibaca. <span style="text-decoration: underline;"><strong>Namun</strong></span>, bagi orang-orang yang menginginkan hal teknis, buku Kiyosaki kurang saya rekomendasikan.</p>
<p>Malah ada pendapat yang mengatakan bahwa Robert Kiyosaki justru menjadi<strong><span style="text-decoration: underline;"> lebih kaya</span></strong> setelah menulis buku tentang <em><strong>&#8216;bagaimana caranya menjadi kaya&#8217;</strong></em>. Lucu sekali sih kalau dipikir-pikir. Tapi terlepas dari itu semua, paling tidak buku-buku Kiyosaki telah membuka pikiran banyak orang tentang pentingnya investasi dan melek keuangan. Perkara apakah benar ia justru menjadi kaya setelah menulis buku &#8216;bagaimana caranya menjadi kaya&#8217;<em><strong> <span style="color: #0000ff;">tentu tidak ada yang tahu</span></strong></em>.</p>
<p>Toh, buktinya apa yang ditulisnya banyak dibeli orang dan menjadi<strong><em> international best seller</em></strong>. Artinya, apa yang ditulisnya benar-benar bermanfaat. Kalau tidak bermanfaat, <em><strong>mana mungkin ada yang beli dan menjadi best seller ?</strong></em> Saya rasa, orang-orang yang protes hanyalah orang-orang yang iri hati dengan kesuksesan Kiyosaki&#8230;</p>
<p>Kembali lagi ke Adam khoo dan Robert Allen. Yang jelas, buku-buku Robert G.Allen dan Adam Khoo memberikan nuansa yang berbeda dibanding buku-buku Kiyosaki . Jadi, saran saya : bacalah buku- buku karangan Robert G. Allen dan Adam Khoo karena terasa sekali perbedaannya dengan buku-buku Kiyosaki<em><strong> (ini hanya pengalaman saya pribadi)</strong></em>.</p>
<p>Saya berharap ada orang yang membaca tulisan saya dan bersedia menterjemahkan buku <strong><em>“Multiple Stream of Income”</em></strong> ke dalam Bahasa Indonesia. Saya rasa buku tersebut pastimenjadi <strong>BEST SELLER </strong>jika ada terjemahan Bahasa Indonesianya!  Wah Menarik juga ya&#8230;</p>
<p>Oke.. sekarang Anda sudah tahu latar belakang mengapa saya memilih untuk menyusun paket pembelajaran digital <strong>InvestorSibuk.com</strong> ini&#8230;</p>
<blockquote>
<p align="center"><strong>Nah, apa sih kelebihan dari produk digital/produk informasi ?</strong></p>
</blockquote>
<p>Ini adalah beberapa pendapat pribadi saya mengenai produk digital/produk informasi dan perbedaannya dengan buku fisik yang dijual di toko buku. <span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Produk Fisik (Buku Fisik) umumnya hanya berisi informasi yang sifatnya<span style="color: #800000;"> ‘what to’ </span>sedangkan produk digital  berisi informasi yang bersifat <span style="color: #800000;">‘how to’</span></strong></span></p>
</blockquote>
<p>Anda pasti tahu bahwa banyak sekali buku-buku fisik beredar di <strong>toko buku</strong> <strong>mengenai investasi saham</strong> (<em>sesuai topik yang saya tulis</em>). Coba Anda perhatikan bahwa rata-rata isinya hanyalah cerita-cerita saja mengenai peluang investasi saham, bagaimana memulai investasi saham (<span style="color: #800000;"><strong>what to</strong></span>), pengertian dividen, pengertian capital gain, istilah-istilah pasar modal, dan kebanyakan hanya berupa teori.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Misalnya</span></strong> : banyak sekali buku yang hanya menjelaskan mengenai macam-macam analisa teknikal, ada juga yang menjelaskan hanya pengertian dasar saham, langkah-langkah membuka account di saham, pengertian dasar ekonomi, atau bahkan saya pernah menjumpai buku di toko buku yang isinya hanyalah daftar kumpulan nama saham dan juga kumpulan nama sekuritas. Saya malah kadang heran dan bertanya-tanya kepada diri sendiri <strong><em>,”Kok buku seperti itu bisa terbit di toko buku ya?”</em></strong> Rata-rata isinya hanyalah teori yang terlalu teknis dan cerita-cerita yang sulit untuk dipraktekkan.</p>
<p><strong>Nah.. setelah merenung sekian lama, saya jadi tahu alasannya</strong>. Saya sempat bertanya-tanya dengan para penulis buku dan menemukan jawaban kenapa rata-rata buku yang ditulis di toko buku isinya hanyalah informasi yang sifatnya <strong>‘<span style="color: #800000;">what to</span>’</strong> saja.</p>
<p>Bahkan, saat ini banyak sekali para <strong><em>pembicara</em></strong> yang menulis buku yang isinya hanya informasi <strong><span style="color: #800000;">‘what to</span>’ </strong>dan<strong> </strong>kemudian ujung-ujungnya para pembaca <strong><span style="text-decoration: underline;">digiring</span></strong> untuk ikut seminarnya yang tentunya harganya berpuluh-puluh kali lipat dari harga buku tersebut&#8230;</p>
<p><strong>Lantas</strong>, banyak orang –orang negatif di luar sana yang bilang kalau yang dilakukan oleh para pembicara dan penyelenggara seminar itu adalah praktek penipuan. Orang-orang negatif di luar sana berpendapat bahwa <em>“Ah, untuk apa beli buku-buku seperti itu, isinya hanya kulit-kulitnya saja dan ujung-ujungnya nanti dia jualan seminar yang mahal</em>!”</p>
<p>Jika Anda sama seperti <strong>MAYORITAS </strong>orang negatif di luar sana, pasti Anda akan menganggap bahwa pendapat tersebut benar. Padahal, Anda harusnya menempatkan diri Anda di posisi para penulis buku dan penyelenggara seminar itu. Baru setelah itu Anda akan tahu mengapa mereka melakukan hal itu&#8230;</p>
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;">Sesuaikan dengan Kebutuhan Anda!</h2>
</blockquote>
<p>&#8220;Terlepas dari semua itu, dalam membeli buku, membeli produk digital, ataupun mengikuti seminar, cobalah Anda tanyakan pada diri sendiri ,&#8221;<strong><em>Apakah sesuai dengan kebutuhan Anda  atau tidak</em></strong>?&#8221;. (tulisan ini diambil dari blog <strong>Cosa Aranda</strong> dengan sedikit modifikasi, klik di <strong><a href="http://cosaaranda.com/tips-memilih-dan-membeli-produk-digital.html" target="_blank">sini</a></strong>)</p>
<p>Pertimbangkan baik-baik dan jangan sampai Anda membeli hanya karena emosi. Yang paling penting: jika Anda merasa sudah mahir, <strong>JANGAN</strong> membeli produk/buku atau seminar yang dibuat <span style="color: #ff0000;"><strong>untuk pemula</strong></span>. Demikian pula sebaliknya. Kenapa? Karena apabila <em>target market</em> dan <em>consumer</em> benar-benar <em><strong><em>match</em></strong></em>, maka saya yakin sebenarnya<span style="color: #ff0000;"><strong> (hampir)</strong></span> semua buku, produk, maupun seminar yang ada itu akan  bermanfaat. <em>So</em>, jangan keburu <strong>men-<em>judge</em> </strong>‘pengikut fanatik’ sebuah produk digital/buku/seminar adalah orang <strong>‘bodoh’</strong> yang ‘tertipu’ oleh produk/buku/seminar yang bersangkutan. Bisa jadi memang merekalah target sesungguhnya dari produk tersebut dan mereka memang mendapatkan banyak ilmu dari produk tersebut.&#8221;</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Sekali lagi, semua tergantung cara pandang Anda terhadap sesuatu. Apabila dari awal Anda sudah memiliki pandangan negatif, maka hasil yang Anda dapat adalah hasil negatif juga&#8230;</strong></span></p>
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Oke.. kembali ke topik kenapa info di buku isinya hanya<span style="color: #800000;"> </span><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #800000;">‘kulit saja/what to</span>’</span>.</strong></h2>
</blockquote>
<p><strong>Setelah saya bertukar pendapat dengan para penulis buku dan penyelenggara seminar yang saya kenal, saya menemukan benang merah mengapa hal itu terjadi </strong>&#8230;.</p>
<p>Alasannya : <strong>Royalti dari penulisan buku itu sangatlah kecil (<span style="color: #800000;"><em>berkisar rata-rata hanya 10% saja per buku</em></span>)</strong>. Padahal, pengalaman dari si penulis buku atau penyelenggara seminar itu diperoleh dengan <strong><span style="text-decoration: underline;">harga yang sangat mahal</span></strong>. Apakah anda pernah berpikir bahwa mereka mendapatkan semua itu dengan melewati <strong>berbagai <em>rintangan, mengeluarkan biaya yang amat sangat mahal, belum lagi motivasi, inspirasi, dan juga mereka juga pasti pernah berada di titik terendah dan bangkit dari keterpurukannya, dan bukan hal yang mudah untuk melakukan branding, apalagi membangun reputasi ???</em></strong></p>
<p>Lantas, orang-orang mengharapkan <strong><span style="text-decoration: underline;">informasi gratisan atau informasi murah</span></strong> hanya dari membeli buku saja di toko buku atau informasi gratisan dan berharap bahwa isi dari buku itu menjelaskan SEMUA pengalaman si penulis? Lagipula, agak sulit jika menuliskan seluruh pengalaman dalam bentuk tulisan.</p>
<p>Baiklah, jika Anda masih belum bisa menerima alasan mengapa buku-buku di toko buku isinya hanya informasi <span style="color: #800000;"><strong>‘what to’</strong></span> saja, <strong><span style="color: #ff0000;"><span style="text-decoration: underline;">cobalah untuk suatu saat </span><span style="text-decoration: underline;">Anda </span><span style="text-decoration: underline;">menjadi pen</span><span style="text-decoration: underline;">ulis</span><span style="text-decoration: underline;"> </span><span style="text-decoration: underline;">buku</span> karena terkadang sulit bagi Anda untuk menerima suatu kenyataan apabila Anda sendiri belum terlibat langsung </span><span style="color: #ff0000;"> di dalamnya. </span><br />
</strong></p>
<p><strong>Dulu saya juga memiliki pemikiran seperti kebanyakan dari Anda, hingga suatu hari saya memutuskan untuk membagikan pengalaman saya dengan menyusun paket pembelajaran InvestorSibuk.com ini dan baru menyadari <span style="text-decoration: underline;">ketika saya berada di posisi mereka</span>. </strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Dari Mana Saya Bisa Mengatakan Seperti Ini ?</strong></p>
</blockquote>
<p>Sekali lagi, semua ini berawal dari pengalaman saya membaca buku <strong>“Secret of Self Made Millionaire”</strong> karangan <strong>Adam Khoo</strong>. Waktu itu, saya membeli buku fisiknya di Gramedia. Saya mendapatkan insight-insight dan juga informasi <span style="color: #800000;"><strong>’what to’</strong></span> dari buku Adam. Tapi, ada beberapa informasi yang hilang karena tentunya buku tidak dapat menjelaskan segala sesuatunya secara detil.</p>
<p>Adam Khoo sendiri juga menyediakan paket pembelajaran digital mengenai buku <strong><em>Secret of Self Made Millionaire</em></strong>nya ini. Lalu, saya membeli paket pembelajaran yang disusun oleh Adam. Harganya sekitar <span style="color: #800000;"><strong>US$ 140</strong></span> kalau saya tidak salah ingat.  Anda bisa melakukan pembayaran menggunakan <strong>Credit Card</strong> atau <strong>Paypal</strong> (jika punya) dan tenang saja karena transaksinya aman dan saya juga sudah pernah membeli paket pembelajaran ini.Anda bisa membelinya juga pada link di bawah ini jika memang berminat :</p>
<p>=&gt; <strong><a href="http://www.Sayabutuh.info/tentang/adamkhoo" target="_blank">Sayabutuh.info/tentang/adamkhoo</a></strong></p>
<p>Paket pembelajaran Adam Khoo ini adalah <strong><span style="text-decoration: underline;">paket pembelajaran pertama</span></strong> yang saya beli di internet. Anda perlu tahu bahwa setelah saya membaca, mendengarkan berbagai Audio CD, dan tentunya <strong>MEMPRAKTEKKANNYA</strong>, banyak terjadi perubahan-perubahan dalam hidup saya ke arah yang lebih baik!</p>
<p>Selanjutnya, saya jadi rajin menginvestasikan uang saya ke berbagai paket pembelajaran lain dari berbagai guru investasi, guru-guru kesuksesan, dan juga internet marketing baik dalam negeri maupun luar negeri&#8230;</p>
<p>Anda perlu tahu juga bahwa saya juga telah membaca hampir 200 buku sampai hari ini mengenai topik-topik di bidang Marketing, Investasi, Bisnis, Psikologi Modern, dan topik-topik lain yang tentunya akan membuat kehidupan saya ke arah yang lebih baik dan juga telah mengikuti puluhan seminar di berbagai bidang.</p>
<p>Dari pengalaman-pengalaman saya itu,  tiba-tiba muncul <strong>“IDE”</strong> di kepala saya untuk membuat hal yang sama karena hingga hari ini belum ada orang yang menyusun paket pembelajaran digital mengenai <strong><em>investasi di pasar modal Indonesia</em></strong>. Sejak hari itu, saya menjadi sangat giat mempelajari berbagai hal tentang internet marketing dan digital product serta berkeinginan untuk membuat paket pembelajaran digital hingga akhirnya terwujud dalam paket pembelajaran digital <strong>InvestorSibuk.com </strong>yang akan segera diluncurkan beberapa waktu ke depan, dan kebetulan juga saya memang suka <strong><em>MENULIS</em></strong>. <strong> </strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Produk Digital  kualitasnya sama dengan seminar, tetapi harganya jauh lebih murah!</strong></span></p>
</blockquote>
<p>Kelebihan lain dari produk digital adalah kualitasnya yang sama dengan seminar-seminar yang ada, tetapi <strong><em>harganya jauh lebih murah dari seminar</em></strong>. Saya pribadi ketika awal-awal mempelajari tentang investasi di pasar modal dan juga internet marketing, saya banyak membeli paket pembelajaran dari website-website dalam maupun luar negeri. Alasannya, harganya lebih murah dibanding mengikuti seminar-seminar yang mahal. Seminar Adam Khoo sendiri harganya berada di kisaran 15 juta rupiah.</p>
<p>Jadi,, akan lebih bijak bagi saya jika membeli paket pembelajarannya saja karena harganya <strong>US$ 140</strong> (sekitar 1,5 juta rupiah).</p>
<p>Lalu, sebagian dari Anda pasti berpikir <strong>,”Wah, harus ada modal dong yah kalau mau sukses!”.</strong></p>
<p>Yah, begitulah.. Segala sesuatu memang butuh pengorbanan. <em>Pasti beberapa dari Anda bertanya-tanya, darimana saya mendapatkan uang untuk membeli buku dan mengikuti seminar-seminar itu ?</em> Saya cukup beruntung karena dari kecil saya sudah terbiasa menabung. Biasanya ketika saya ulang tahun, saya selalu meminta hadiah berupa <strong>‘mentah’</strong> nya dan bukan berupa barang. Lalu, saya juga sudah terbiasa menyisihkan uang jajan untuk ditabung sejak kecil.</p>
<p>Saya juga suka membuat <strong><em><span style="color: #800000;">design – design kaos</span> dan menjualnya lalu memperoleh <span style="color: #0000ff;">cukup banyak uang dari sana</span></em></strong>. Ini adalah sumber income pertama saya, selain uang tabungan dari kecil. Awalnya kedua orang tua saya tidak mengijinkan untuk belajar mengenai pasar modal karena seperti kebanyakan orang menganggap bahwa pasar modal itu terlalu berbahaya untuk dimasuki!</p>
<p>Padahal, seperti kata Warren Buffett “<strong><em>Risk Comes From Not Knowing What You Are Doing!”. </em></strong>Jadi, awalnya saya memulai investasi dengan uang yang kecil (hasil tabungan saya) dan tidak bilang-bilang kepada siapapun, alias diam-diam memulai investasi di reksadana baru pelan-pelan beralih langsung ke saham.</p>
<p>Selanjutnya, setelah mendapat <strong><span style="text-decoration: underline;">kepercayaan</span></strong> dari orang tua, maka mereka malah menitipkan sebagian uangnya, termasuk keluarga terdekat yang lain.</p>
<p>Lalu, uang profit itu saya gunakan lagi untuk ikut seminar. Ketika ilmu saya tambah, otomatis income saya juga tambah. Lalu saya mulai ikut seminar-seminar lain juga seperti Internet Marketing, Psikologi, Bisnis, dan juga bidang-bidang lainnya. Sampai hari ini, itulah yang saya lakukan. Ketika saya mendapat profit tambahan, saya gunakan uang itu untuk ikut seminar –seminar lainnya dan tidak membeli barang-barang konsumtif. Saya mengikuti prinsip Robert G. Allen dan Adam Khoo bahwa barang-barang konsumtif hanya dibeli seperlunya saja dan harus dari Passive Income.</p>
<p>Kalau Anda mau tahu, seminar pasar modal pertama yang saya ikuti adalah seminar dari J-CLUB yang diasuh oleh <strong><em>Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia</em></strong>. Alasannya:  harganya paling terjangkau di kantong saya (sebagai mahasiswa) dibandingkan seminar-seminar lain, tapi kualitasnya tetap oke punya! Silahkan Anda cek ke sana kalau memang Anda berminat. Saya tidak dibayar untuk mempromosikan pelatihan mereka loh, tapi memang ini <strong><em>murni pengakuan pribadi saya</em></strong>! Hehehe&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Beberapa Pertimbangan Saya Menyusun Paket Pembelajaran Digital InvestorSIbuk.com</strong></p>
</blockquote>
<p>Nah.. kira-kira Anda sudah tahu yah kenapa saya menyusun paket pembelajaran digital InvestorSibuk.com ini :</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Pertama</strong></span>, kalau saya hanya menulis buku fisik saja di toko buku, saya tidak akan menulis dengan totalitas karena royaltinya hanya 10 %, padahal saya sudah mengeluarkan banyak sekali uang untuk mendapatkan <strong><em>semua ilmu dan pengalaman</em></strong>. Secara jujur saya katakan bahwa <strong>saya tidak RELA!</strong> Oleh karena itu, saya menyusunnya dalam paket pembelajaran digital. Saya akui, harganya <strong><em>jelas lebih mahal dari buku,</em></strong> tetapi saya jamin bahwa harganya tidak akan semahal seminar-seminar yang ada di luar sana, tetapi kualitasnya sama persis, tidak ada hal yang saya rahasiakan sama sekali!</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Kedua</strong></span>, banyak sekali teman-teman terdekat dan orang-orang yang meminta saya untuk mengajarkan cara saya dalam berinvestasi di pasar modal. Nah, daripada saya pusing dan repot karena harus mengajarkan banyak orang satu per satu , lebih baik saya susun dalam sebuah paket pembelajaran, karena jadwal saya memang cukup padat dan tidak mungkin mengajarkan mereka satu per satu. Untuk menyusun paket pembelajaran ini saja saya <strong><em>banyak mengorbankan waktu liburan saya</em></strong>&#8230;</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Ketiga</strong></span>, saya menjumpai banyak orang yang berada di daerah-daerah di luar kota besar yang ingin mengikuti seminar dan harus datang ke Jakarta tapi terkendala waktu dan juga biaya. Dengan adanya paket pembelajaran ini, saya harap bisa membantu mereka semua.</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Keempat</strong></span>, saya mengamati bahwa jumlah investor ritel di Indonesia masih sangat sedikit (kurang dari 1% dari total jumlah penduduk). Hal ini sangat memprihatinkan karena sulitnya akses ke informasi yang benar mengenai pasar modal atau karena terlalu banyaknya informasi yang tidak berkualitas serta juga harga yang mahal. Padahal, di negara-negara lain seperti Singapura, Cina, Amerika, dan banyak negara di luar sana, hampir semua orang investasi di pasar modal.</p>
<p>Anda harus tahu juga bahwa di Amerika, pemadam kebakaran atau supir truk juga sudah berinvestasi di pasar modal. Ini artinya pendapatan per kapita mereka sudah cukup tinggi. Saya mengetahui fakta ini karena saya memainkan game cashflow dari <strong>Robert Kiyosaki</strong>. Di situ, karakter yang digunakan adalah supir bis atau pemadam kebakaran.  Menarik sekali ya? Hehehe..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Kenapa Produk Digital Harganya Lebih Mahal dari Buku Fisik ?</strong></p>
</blockquote>
<p>Beberapa dari Anda pasti bertanya-tanya, <strong>“Kok produk digital harganya lebih mahal dari produk fisik, kenapa ya ?”</strong> Rasanya saya tidak perlu menulis lagi pendapat saya karena sudah ada tulisan yang dibuat oleh  <strong>Cosa Aranda, </strong>salah satu pionir internet marketing di Indonesia. Untuk artikel lengkapnya, bisa Anda klik di <a href="http://cosaaranda.com/mengapa-harga-ebook-lebih-mahal-daripada-harga-buku-cetak.html" target="_blank">sini</a>. Ini adalah cuplikan artikelnya beserta komentar-komentar pribadi saya (<strong><span style="color: #800000;">yang berwarna merah</span></strong>) :</p>
<p>“Jawabannya hanya satu, karena <strong>resiko membuat buku digital jauh lebih besar dibandingkan membuat buku cetak</strong>. Seperti apa sih resikonya? Coba simak gambar di bawah ini.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-141" title="Untitled" src="http://www.ferdiedarmawan.com/wp-content/uploads/2010/04/Untitled.png" alt="Untitled" width="499" height="509" />Dari keempat resiko di atas, kita dapat mengelompokkannya menjadi dua bagian, yaitu resiko yang berasal dari diri kita sendiri (<em>inner risk</em>) dan resiko yang berasal dari luar (<em>outer risk</em>).</p>
<p>Nah, yang merupakan ‘anggota’ dari inner risk adalah <strong>resiko penjualan</strong> dan <strong>resiko pemasaran</strong>. Yang dimaksud dengan resiko pemasaran di sini adalah <span style="text-decoration: underline;">resiko proses pemasaran ebook yang kita buat tidak berjalan dengan sempurna</span>, dalam arti, informasi mengenai ebook kita tidak sampai ke calon pelanggan yang kita harapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan resiko penjualan adalah <span style="text-decoration: underline;">resiko tidak ada penjualan sama sekali terhadap ebook kita</span> (atau jauh di bawah target) yang biasanya disebabkan oleh proses pemasaran yang tidak sesuai target dan tidak merata. Keduanya saya anggap sebaga inner risk karena seringkali disebabkan oleh diri kita sendiri.</p>
<p>Sampai di sini dulu, coba kita bandingkan dengan buku cetak. Dengan asumsi kita menggunakan jasa penerbit dan tidak melakukan pembuatan buku secara indie, maka distribusi buku cetak kita sudah pasti merata (tergantung kepada jasa penerbit yang kita gunakan). Selain itu, orang yang datang ke toko buku berasal dari berbagai golongan dan kemungkinan besar mereka sedang mencari buku dengan topik tertentu yang bisa jadi sama dengan topik buku yang Anda buat. Dengan demikian, resiko tidak adanya penjualan sekaligus resiko pemasaran di sini nyaris tidak ada.</p>
<p>Berikutnya adalah <em>outer risk</em> yang terdiri atas <strong>resiko pembajakan</strong> dan <strong>resiko pendiskreditan reputasi</strong>. Untuk resiko pembajakan saya rasa sudah cukup jelas, yaitu <span style="text-decoration: underline;">resiko produk kita dibajak dan disebarluaskan begitu saja di dunia internet</span>. Resiko yang paling parah adalah resiko pendiskreditan reputasi yaitu <span style="text-decoration: underline;">resiko reputasi kita menurun gara-gara ebook kita dicap sebagai ebook sampah oleh segolongan pihak tertentu</span>. Dengan asumsi di sini bahwa ebook yang kita buat tidak menipu dan telah kita buat sebaik-baiknya, maka kedua resiko tersebut saya anggap sebagai <em>outer risk</em> yang sulit untuk kita kontrol kehadirannya.</p>
<p>Sekarang bandingkan kembali dengan buku cetak. Saya rasa cukup jelas bahwa proses pembajakan terhadap buku cetak tidak sesering dan semudah pembajakan produk digital.</p>
<p>Apalagi dengan harga yang relatif murah, orang akan lebih memilih untuk membeli buku asli daripada membeli yang bajakan. Demikian pula untuk pendiskreditan reputasi, jarang sekali ada pengarang buku cetak yang memiliki reputasi buruk.</p>
<p>Bahkan pada saat bukunya benar-benar buruk pun, <span style="color: #800000;"><strong>(Contohnya seperti kasus buku investasi tentang saham yang isinya hanya daftar list sekuritas dan list saham)</strong></span> hal itu masih sangat jarang terjadi. Di internet? Efek viralnya sangat luar biasa. Ada gosip buruk sedikit saja tentang ebook A, hanya dalam hitungan hari bisa saja semua orang sudah menganggap ebook A tersebut buruk.</p>
<p>Padahal itu baru gosip yang belum jelas diketahui kebenarannya. <em>High risk</em> banget, kan? <span style="color: #800000;"><strong>Dan bisa saja, orang yang menyebarkan gosip itu adalah orang yang tidak suka dengan si pembuat produk dan belum tentu dia sudah benar-benar membeli produk itu. Jadi jelas, high risk banget dong ?”</strong></span></p>
<p>Oya.. untuk membuktikan lagi bahwa internet marketing tidak selalu identik dengan penipuan, saya memiliki 2 contoh website lagi yang memanfaatkan internet secara bijak. Ini adalah linknya :</p>
<p><a href="http://www.sayabutuh.info/tentang/cash-in-a-flash" target="_blank">http://www.sayabutuh.info/tentang/cash-in-a-flash</a> ==&gt; karya dari Robert G. Allen</p>
<p>Dan kalau contoh di Indonesia yang sudah menggunakan promosi dengan cara seperti ini adalah seminar properti dari Joe Hartanto, salah satu mentor Entrepreneur University.</p>
<p><a href="http://www.propertycashmachine.com" target="_blank">http://www.propertycashmachine.com</a></p>
<p>Oh ya, saya tidak mempromosikan seminarnya dan tidak dibayar untuk mempromosikan webnya loh. Ini hanya contoh saja yang membuktikan bahwa internet marketing tidak selalu menipu&#8230;Hehehe</p>
<p>Oya, saya ingatkan sekali lagi bahwa paket pembelajaran InvestorSibuk yang saya susun isinya berupa pengalaman yang saya praktekkan. Saya tidak pernah menjanjikan Anda menjadi cepat kaya atau memperoleh hasil seperti yang saya peroleh, karena segala sesuatunya tergantung dengan keadaan pasar. Saya hanya memberikan pengalaman saya dan cara saya memilih saham serta kapan saya masuk dan keluar dari pasar. Jadi, sama sekali tidak ada garansi. Kalau Anda berpikiran untuk menjadi cepat kaya  dalam waktu singkat, lebih baik tidak membelinya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Oh ya, paket pembelajaran InvestorSibuk ini ditujukan untuk <span style="color: #ff0000;">pemula dan orang-orang sibuk</span>. Jadi, bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di bursa dan Anda adalah seorang <span style="color: #000000;">trader</span> lebih baik jangan membeli paket pembelajaran ini karena Anda akan kecewa karena tidak sesuai dengan target marketnya. Saya pribadi bukanlah seorang trader dan biasanya hanya melakukan transaksi 3-4 kali dalam setahun.</strong></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong><strong>enawaran </strong><strong>S</strong><strong>pesial</strong></span><em><strong> <span style="color: #ff0000;">:</span> </strong>Saya akan </em><em>memilih </em><strong><em>satu </em></strong><strong><em>orang</em></strong><em> dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik</em><em> dengan memberikan komentar secara konsisten</em><em> pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa <span style="color: #0000ff;"><strong>PRE LAUNCH</strong></span></em><span style="color: #0000ff;"><strong><em> InvestorSibuk.com</em></strong></span><em> dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara <strong>GRATIS </strong>senilai </em><span style="color: #ff0000;"><strong><em>Rp 19.027.000,-</em></strong></span><em> pada saat </em><em>website InvestorSibuk.com</em><em> LAUNCHING Tanggal<strong> <span style="color: #0000ff;">25 Mei 2010</span></strong> </em></p>
<p><em>Khusus untuk satu orang spesial  ini, <strong>&#8216;tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu</strong>&#8216; untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!</em></p>
<p><em>INGAT&#8230;</em><em>Hanya untuk </em><strong><em>1 </em></strong><strong><em>orang terbaik</em></strong><em> dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !<br />
<strong>Jadi</strong></em><strong><em>&#8230;</em></strong><strong><em> tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!</em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong>Selamat berkompetisi ! </strong><strong>Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai <span style="color: #ff0000;">Rp 19.027.000,-</span></strong></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Terima kasih</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong><br />
</strong></span></p>
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-wealth"><ul class="socials"><li class="sexy-delicious"><a href="http://del.icio.us/post?url=http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html&amp;title=Mengapa+Produk+Digital+%2F+Produk+Informasi+?" rel="external nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a></li><li class="sexy-facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html&amp;t=Mengapa+Produk+Digital+%2F+Produk+Informasi+?" rel="external nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a></li><li class="sexy-twitter"><a href="http://www.twitter.com/home?status=RT+@ferdiedm:+Mengapa+Produk+Digital+%2F+Produk+Informasi+?+-+http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html" rel="external nofollow" title="Tweet This!">Tweet This!</a></li><li class="sexy-mail"><a href="mailto:?&amp;subject=Mengapa%20Produk%20Digital%20%2F%20Produk%20Informasi%20%3F&amp;body=%0D%0A%0D%0AIde%20tulisan%20ini%20muncul%20karena%20ada%20beberapa%20pertanyaan%20yang%20masuk%20ke%20helpdesk%20saya%20dan%20bertanya%20mengenai%20%E2%80%9CKenapa%20saya%20memilih%20ide%20membuat%20paket%20pembelajaran%20InvestorSibuk.com%20dalam%20bentuk%20digital%20atau%20lebih%20dikenal%20sebagai%20Information%20Product%20%3F%E2%80%9D%0D%0A%0D%0APerlu%20Anda%20ketahui%2C%20pada%20awalnya%20saya%20juga%20m - http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html" rel="external nofollow" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a></li><li class="sexy-comfeed"><a href="http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html/feed" rel="external nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a></li></ul><div style="clear:both;"></div></div><img src="http://www.ferdiedarmawan.com/?ak_action=api_record_view&id=138&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferdiedarmawan.com/mengapa-produk-digital-produk-informasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

