Belajar Saham : Fenomena Mie Instan!

Belajar saham seringkali dianggap kontroversial dan rumit. Banyak orang berprasangka bahwa perdagangan di pasar modal hampir sama dengan tempat judi. Sebagian dari mereka hanya menerka apakah harga suatu saham akan naik atau turun. Umumnya mereka berharap mendapat hasil instant tanpa harus belajar tentang saham itu sendiri dan dengan pengetahuan yang instan pula. Alangkah baiknya jika Anda menginvestasikan uang Anda terlebih dahulu untuk belajar saham dan memahami strategi perdagangan saham dengan lebih baik. Salah satu cara paling gampang adalah dengan memiliki paket pembelajaran investor sibuk yang sudah disusun sedemikian rupa agar seorang pemula pun dapat belajar mengenai saham dengan lebih baik serta terstruktur.
Salah satu kemampuan penting bagi investor maupun trader adalah kemampuan membaca pergerakan historis harga saham. Dengan mengetahui historisnya, diharapkan Anda bisa mengikuti pergerakan harga di masa mendatang.
Sesungguhnya, pergerakan harga saham dipengaruhi oleh teori ekonomi yang paling fundamental, yakni hukum supply and demand. Harga suatu saham akan mengalami kenaikan jika semakin banyak pihak ingin membeli suatu saham, sedangkan harga saham akan turun jika banyak pihak yang ingin menjualnya.
Jika Anda belajar saham lebih lanjut lagi, sebenarnya banyak sekali informasi yang bertebaran sehingga orang seringkali mengalami ‘information overload’, apalagi di era informasi seperti ini. Informasi-informasi yang tersedia di antaranya laporan keuangan, rumor, saran teman, saudara, broker, dan mungkin yang lainnya. Dalam paket pembelajaran investor sibuk, Anda akan menemukan informasi yang sudah disusun secara runtut dan step by step sehingga Anda pun tidak kebingungan untuk melangkah.
Banyak orang berpendapat bahwa dalam berinvestasi saham yang paling penting adalah belajar dari kebiasaan atau kegagalan. Banyak orang menganggap bahwa ‘universitas tempat belajar saham’ adalah universitas dengan biaya yang amat mahal’. Di mana? Jawabannya adalah ‘kerugian’ Anda saat sudah mulai masuk pasar. Namun, benarkah demikian ?
Bursa saham ini seperti medan perang. Survey mengatakan bahwa dari 100% orang yang bertransaksi di pasar modal, 85% mengalami kegagalan dan hanya 15% saja yang bertahan. Menyeramkan ? Itulah kenyataan yang terjadi. Di dalam medan perang, tentunya ada senjata. Senjata perang di pasar modal adalah analisa fundamental, analisa teknikal, risk management, serta psychology. Kalau Anda tidak memiliki senjata ini, sudah dipastikan Anda akan masuk ke dalam 85% orang yang gagal.
Mengapa ? Jawabannya gampang saja : Karena orang-orang lain di luar sana punya senjata ini dan Anda tidak.
Nah, di dalam paket pembelajaran investor sibuk, Anda akan dijelaskan senjata-senjata apa yang penting untuk berinvestasi di pasar modal dan bagaimana memaksimalkan penggunaannya.
Dan… ingat juga nasehat Benyamin Franklin, salah satu tokoh penting dunia bahwa “Investment in knowledge Always Pays The Best Interest”. Investasikan uang Anda ke dalam pengetahuan, dan Anda akan menuai hasil yang terbaik!” Percayalah!
Happy Investing!
Tulis comment Anda di bawah ini, jangan lupa share juga artikel ini via facebook melalui link SHARE THE WEALTH di atas, atau langganan melalui RSS feed!




Terima kasih atas saran/informasi nya.
Saya menunggu saran2/informasi berikutnya.
Terimakasih.
Salam investor.
selamat siang!
mantafss sekali pencerahannya bro. saya sepakat dengan tulisan anda. sejauh ini anda berinvestasi di saham lokal atau luar?
hasta vicoriamente!
P’ Ferdy Yth
Saya sangat tertarik membaca artikel bapak tentang 5 mitos berimvestasi di pasar modal, saat ini saya baru tahap belajar dan sedang mengumpulkan banyak referensi tentang pasar modal, saya sangat berkeinginan berimvestasi di pasar modal, namun saya masih sangat kesulitan dalam menentukan kapan saham akan di jual dan kapan akan dibeli.
Saya berharap pak Ferdy bisa membantu saya untuk memulai bagai mana sistem trading yang bisa profit di bursa saham, adakah acuan agar modal yang sedikit tidak menyebabkan loss dan tak dapat bertrading lagi.
Mohon bantuannya memberikan teori2 tentang bertrading yang benar.
Trikasih
Rasudin
Selamat malam,
Terima kasih atas infonya , saya buta ekali masalah saham.
Tks Mas ferdie, sya sdh membaca buku tsb dan cukup banyak nambah wawasan krn biasanya saya main di forex. u/ saham ini sya sdh coba ikut terjun barusan aja sih, namun mhon info kalau dari tools yg saya pakai dri broker chart yg digunakan delay 3 hari, nah kalau ulasan tehnik dlm buku anda baik u. timeframe wingguan ataupun harian itu real data atau history yg delay yach, saya coba ke nexus juga sama delay 3 hari . mhn tanggapan tks
hello ferdie, aku krmn baru beli buku mu
apakah cara mu bisa di praktekkan di pasar us?
apakah bisa profit juga?
belom baca selesai
thank you
aku juga trader, option
masih banyak belajar juga
boss.. lebih bagus investasi syariah tau konvensional?
thanks berat buat info, pencerahan & ilmu2nya, sy sdh baca bukunya…. “sangat menarik”
trims,atas perhatiannya. sya baru mulai membeli saham tapi membeli tidak langsung yaitu melalui unitlink. Lima bulan lalu masuk dgn Rp.10 dan kini uang saya sudah menjadi Rp.14 ,yg saya mau tanyakan apa saya harus ambil dulu keuntungannya sebesar Rp.4 atau saya tarik semua Rp.14,sambil nanti menunggu harga unitnya rendah kembali. Trim..
Buku Investor sibuk sangat membantu saya memahami tentang investasi,
tapi untuk pemula kayanya tidak cukup 10 menit per minggu, baca
chart aja ngga cukup satu jam,saya benar2 orang sibuk,gimana caranya
supaya bisa hemat waktu , thanks…
Ilmu sederhana yang hebat dan langsung bisa dipraktekkan.
Ilmu yang sederhana tapi hebat, langsug bisa dipraktekkan.