Home » About Ferdie

About Ferdie

Bagi Anda pengunjung baru, segera submit ke RSS feed untuk selalu memperoleh update posting terbaru. Terima kasih atas kunjungannya !

ferdieFerdie Darmawan (21 Tahun)-

Menyelesaikan jenjang pendidikan dasar di SMP-SMA Kolese Kanisius, Jakarta.

Saat ini, profesinya adalah seorang mahasiswa teknik di Institut Teknologi Bandung. Awalnya, selepas SMA ingin mencoba mencari penghasilan sendiri dengan cara menjadi guru les privat untuk siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Akan tetapi, jadwal kuliah yang amat sibuk membuatnya mengurungkan niat dan akhirnya memulai investasi di pasar modal yang justru menghasilkan income yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan menjadi guru les privat.

Di samping itu, ia menyadari bahwa saat ini lapangan pekerjaan semakin sempit dan gaji lulusan Sarjana S1 pun amat minim.

Memulai perjalanan investasi di akhir tahun 2007 saat market sedang berada di kondisi harga tertingginya.Di awal mula perjalanan investasinya, ia langsung mengalami tantangan besar menghadapi salah satu crash market dahsyat di tahun 2008 yang merupakan efek domino dari krisis finansial di Amerika hingga mengalami kerugian yang amat parah.

Namun, semua itu justru membuatnya semakin semangat belajar dan belajar dari kesalahan-kesalahannya sehingga berujung pada penemuan sebuah cara yang aman dalam berinvestasi.

Berangkat dari kata-kata orang tuanya ,”Seorang anak harus lebih baik dari orang tuanya”, ia selalu belajar dan terus belajar terhadap hal-hal baru yang ada di dunia.

Terinspirasi dari buku-buku guru dunia seperti Robert T.Kiyosaki, Wallace D Wattles, Warren Buffett, Benjamin Graham, Donald Trump, Joe Vitale, Brian Tracy, Jack Canfield, Zig Ziglar, Napoelon Hill, dan masih banyak lagi, ia mulai menemukan benang merah dalam mencapai financial freedom yang menjadi impian setiap orang.Benang merah itu adalah bisnis dan investasi.

Perkenalannya dengan dunia investasi saham dimulai saat ia bertemu dengan guru-guru terbaik di bidang investasi saham di Indonesia. Ia sangat terpengaruh dengan gaya investasi dan trading dari Soeratman Doerachman (Bapak Saham Indonesia) yang merupakan salah satu founder J-Club (salah satu komunitas investor ritel terbesar di Indonesia www.idx-investors.com).

Ia juga banyak belajar dari Santo Vibby, seorang full time trader, entrepreneur, dan penulis dua buku best seller “When to Buy and Sell Candlestick Can Tell” serta “Jual Saham Anda Lebih Mahal”.

Di samping itu, ia juga banyak terinspirasi dari cara M. Alfatih (salah satu founder Asosiasi Analis Teknikal Indonesia) dalam melakukan pendekatan analisa teknikal. Seseorang yang paling menginspirasikannya karena sama-sama telah mengawali investasi saham di usia muda yaitu Jhon Veter, seorang investor fundamental J-club yang sudah berinvestasi di bursa saham sejak usia SMA.

Ia juga pernah mengikuti seminar-seminar lain yang diadakan oleh berbagai komunitas investor saham di Indonesia serta berbagai buku dan home study course tentang investasi dari guru-guru trading dan investasi dunia. Dalam dunia investasi saham, ia juga sudah banyak mengalami pengalaman pahit, mulai dari kerugian yang cukup membuatnya patah semangat karena hampir 40% accountnya lenyap, hingga stress berkepanjangan lantaran memikirkan saham yang terus menerus turun saat sedang ujian. Hal ini membuat dirinya cukup tertekan dan hampir membatalkan niatnya untuk meneruskan investasi di pasar modal.

Akan tetapi, semua itu berubah sejak ia menyusun sebuah cara sederhana dalam berinvestasi di bursa saham, karena dengan cara ini, ia hanya meluangkan waktunya kurang dari 10 menit setiap minggu.

Metode ini merupakan solusi bagi keterbatasan waktu yang dimilikinya dalam memantau investasi di pasar modal, lantaran jadwal kuliah yang amat sibuk.

Tidak seperti remaja pada umumnya yang cenderung membeli barang-barang konsumtif, ia justru menggunakan sebagian besar profitnya untuk terus belajar, membeli buku-buku & home study course, serta mengikuti seminar di berbagai bidang. Dengan kata lain, ia mengikuti semua seminar dengan GRATIS, karena biaya investasi berbagai seminar diperoleh dari hasil investasinya di bursa saham.

Ferdie dapat dihubungi melalui blognya di http://www.FerdieDarmawan.com