Belajar Saham : Fenomena Mie Instan!

mie-istant

Belajar saham seringkali dianggap kontroversial dan rumit. Banyak orang berprasangka bahwa perdagangan di pasar modal hampir sama dengan tempat judi. Sebagian dari mereka hanya menerka apakah harga suatu saham akan naik atau turun. Umumnya mereka berharap mendapat hasil instant tanpa harus belajar tentang saham itu sendiri dan dengan pengetahuan yang instan pula. Alangkah baiknya jika Anda menginvestasikan uang Anda terlebih dahulu untuk belajar saham dan memahami strategi perdagangan saham dengan lebih baik. Salah satu cara paling gampang adalah dengan memiliki paket pembelajaran investor sibuk yang sudah disusun sedemikian rupa agar seorang pemula pun dapat belajar mengenai saham dengan lebih baik serta terstruktur.

Salah satu kemampuan penting bagi investor maupun trader adalah kemampuan membaca pergerakan historis harga saham. Dengan mengetahui historisnya, diharapkan Anda bisa mengikuti pergerakan harga di masa mendatang.

Sesungguhnya, pergerakan harga saham dipengaruhi oleh teori ekonomi yang paling fundamental, yakni hukum supply and demand. Harga suatu saham akan mengalami kenaikan jika semakin banyak pihak ingin membeli suatu saham, sedangkan harga saham akan turun jika banyak pihak yang ingin menjualnya.

Jika Anda belajar saham lebih lanjut lagi, sebenarnya banyak sekali informasi yang bertebaran sehingga orang seringkali mengalami ‘information overload’, apalagi di era informasi seperti ini. Informasi-informasi yang tersedia di antaranya laporan keuangan, rumor, saran teman, saudara, broker, dan mungkin yang lainnya. Dalam paket pembelajaran investor sibuk, Anda akan menemukan informasi yang sudah disusun secara runtut dan step by step sehingga Anda pun tidak kebingungan untuk melangkah.

Banyak orang berpendapat bahwa dalam berinvestasi saham yang paling penting adalah belajar dari kebiasaan atau kegagalan. Banyak orang menganggap bahwa ‘universitas tempat belajar saham’ adalah universitas dengan biaya yang amat mahal’. Di mana? Jawabannya adalah ‘kerugian’ Anda saat sudah mulai masuk pasar. Namun, benarkah demikian ?

Bursa saham ini seperti medan perang. Survey mengatakan bahwa dari 100% orang yang bertransaksi di pasar modal, 85% mengalami kegagalan dan hanya 15% saja yang bertahan. Menyeramkan ? Itulah kenyataan yang terjadi. Di dalam medan perang, tentunya ada senjata. Senjata perang di pasar modal adalah analisa fundamental, analisa teknikal, risk management, serta psychology. Kalau Anda tidak memiliki senjata ini, sudah dipastikan Anda akan masuk ke dalam 85% orang yang gagal.

Mengapa ? Jawabannya gampang saja : Karena orang-orang lain di luar sana punya senjata ini dan Anda tidak.

Nah, di dalam paket pembelajaran investor sibuk, Anda akan dijelaskan senjata-senjata apa yang penting untuk berinvestasi di pasar modal dan bagaimana memaksimalkan penggunaannya.

Dan… ingat juga nasehat Benyamin Franklin, salah satu tokoh penting dunia bahwa “Investment in knowledge Always Pays The Best Interest”. Investasikan uang Anda ke dalam pengetahuan, dan Anda akan menuai hasil yang terbaik!” Percayalah!

Happy Investing!

Kabar Gembira : Launching Dipercepat!

images

Kabar Gembira : Launching InvestorSibuk.com Dipercepat Menjadi Tanggal 18 Mei 2010 pk 12.00 WIB

Berdasarkan keputusan team, maka launching InvestorSibuk.com akan dipercepat menjadi hari Selasa tanggal 18 Mei 2010 pk 12.00 WIB.

Bagi Anda yang termasuk dalam VIP Member, akan mendapatkan notifikasi satu jam lebih awal untuk mendapatkan diskon 77% bagi 177 orang pertama. Khusus yang kemarin membantu kami vote dalam IEA (ITB Entrepreneurship Award) sudah pasti mendapatkan tempat jadi tidak perlu khawatir.

Dengan demikian diberitahukan bahwa segala bentuk promosi Prelaunch Contest akan dihentikan mulai tanggal 16 Mei 2010.

Artinya : Anda tidak dapat login ke member area pada tanggal 16 Mei 2010-18 Mei 2010 karena kami akan me-RESET sistem untuk persiapan launching serta mengevaluasi pemenang kontes.

Selanjutnya, setelah tanggal 18 MEI 2010, yang dapat login ke member area hanyalah member berbayar saja.

Berita gembiranya : Karena launching dipercepat, maka jumlah referral yang dibutuhkan untuk mendapatkan paket pembelajaran InvestorSibuk.com dikurangi menjadi hanya 750 referral saja. Segera tingkatkan usaha promosi Anda karena tinggal 3 hari lagi prelaunch contest dihentikan. Hati- hati juga, jangan menggunakan email signature atau posting langsung di forum/milis. Beberapa milis tidak memperboleh promo. Baca aturan promo dengan baik karena kami mendapati laporan spam ada member VIP yang promo link di milis secara langsung. Kami akan segera memblokir account orang yang melakukan promo secara direct tanpa ijin dan kami telah memblokir account beberapa VIP member.

PERHATIAN : Untuk saat ini, beberapa orang yang menggunakan SPEEDY (tidak semua SPEEDY) ada yang tidak dapat mengakses website kami karena ada masalah antara speedy dengan hosting kami. Mohon untuk sementara, Anda menggunakan akses internet yang lain. Setelah proses launching selesai, kami akan melakukan migrasi server sehingga semua orang bisa mengakses website kami dengan baik.

Salam,

Prasetya

Admin

InvestorSibuk.com Launching Team

Rahasia Sukses Investasi di Pasar Modal Part II

Tulisan ini adalah lanjutan dari Artikel Sebelumnya yang berjudul “Rahasia Sukses Berinvestasi di Pasar Modal, Apa Sih??” Jika Anda belum membacanya, silahkan klik di sini.

Oke.. dalam artikel sebelumnya, saya berjanji akan mengungkapkan benang merah dalam kesuksesan berinvestasi di pasar modal. Baiklah, berdasarkan berbagai macam buku yang telah saya baca, seminar yang saya ikuti, dan pengalaman di pasar,  saya menarik kesimpulan bahwa di dalam berinvestasi maupun trading, yang paling penting adalah KESEDERHANAAN dalam melakukan analisa. KEEP IT SIMPLE & STUPID!

Bahkan…Anda dapat berinvestasi dengan aman tanpa menggunakan indikator sama sekali. Ini adalah yang dilakukan oleh Warren Buffett. Dari buku-buku yang saya baca, dikatakan bahwa Warren Buffett tidak mengerti analisa teknikal sama sekali dan berinvestasi hanya dengan menggunakan kriteria sederhana yang dibuatnya. Komputer di kantor kecilnya itu hanya digunakan untuk main bridge guna mengasah ketajaman otaknya. Kabarnya, Warren Buffett sering sekali bermain bridge secara online bersama Bill Gates, Founder Microsoft yang juga teman dekatnya. Asik yah? Hehehe..

Hal kedua yang perlu diingat adalah DISIPLIN. Seringkali orang tidak disiplin terhadap aturan CUT LOSS yang telah dibuatnya. CUT LOSS itu artinya menjual rugi saham yang Anda beli untuk menghindari kerugian yang lebih lanjut. Tidak ada yang pasti di pasar modal. Yang pasti hanyalah KETIDAKPASTIAN. CUT LOSS adalah salah satu alat untuk mengantisipasi ketidakpastian itu.

Oke… Mari kita kembali lagi ke topik mengenai “orang-orang negatif yang selalu menyalahkan pasar dan menyalahkan orang lain!”

Mayoritas orang yang saya jumpai sering berkata seperti ini :

  • ”Ah, jangan ikut seminarnya si guru X, isinya cuma gitu-gitu doang!”,
  • “Seminarnya  guru A udah harganya mahal, tapi isinya sama aja kaya seminar-seminar lain, PERCUMA!”
  • “Ah bukunya si guru Z isinya juga cuma gitu-gitu doang juga, ga usah dibaca!”

Anda boleh merasa terkejut karena saya berani mengatakan bahwa pendapat orang-orang di atas memang 100% benar! Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya juga membaca berbagai buku dari guru-guru investasi baik di dalam maupun di luar negeri dan isinya memang “CUMA GITU-GITU DOANG!”

Nah… yang menjadi pertanyaannya adalah:

  • “Kenapa ada orang yang sukses setelah membaca buku dan mengikuti seminar yang katanya ‘cuma gitu-gitu doang’, dan di satu sisi banyak juga orang yang gagal meskipun sudah membaca berbagai buku dan mengikuti seminar yang sama ?”
  • “Kenapa ada orang yang gagal dan sampai bunuh diri segala karena investasi di pasar modal, tetapi di satu sisi ada juga orang-orang yang mencapai kebebasan finansial setelah berinvestasi di pasar modal ?”

**Tanya, Kenapa ???**

Berarti.. kesalahannya bukan terletak pada pasar modalnya atau buku maupun seminarnya, melainkan pada diri orang itu sendiri! Mayoritas orang tidak berani bertanggung jawab 100% pada dirinya sendiri, melainkan selalu menyalahkan keadaan atau menyalahkan orang lain! Mayoritas orang fokus pada hal-hal negatif. Misalnya :

  • “Saya tidak punya modal untuk berinvestasi”
  • “Hmm, seminar guru A tidak lengkap, buku B tidak lengkap”.
  • “Saya terlalu tua/ terlalu muda untuk sukses”

Untuk mencapai sesuatu, sudah seharusnya Anda merubah fokus ke hal-hal positif, menjadi :

  • Ubah poin nomor 1 menjadi : “ Bagaimana caranya supaya saya punya modal untuk berinvestasi ?”

Dan saat ini untuk memulai investasi langsung di saham, Anda bisa mulai hanya dengan 5 juta rupiah. Atau.. Anda bahkan bisa memulai investasi di reksadana yang hanya butuh modal mulai dari 100 ribu rupiah.

Hmm.. mungkin Anda bingung ? 100 ribu rupiah ? Serius ? Yah… saya serius dan sangat-sangat serius. Silahkan Anda buktikan sendiri bahwa Anda bisa memulai investasi di pasar modal hanya dengan 100 ribu rupiah melalui reksadana. Silahkan googling di internet kalau tidak percaya. Dan.. saya juga memulai investasi saya di pasar modal melalui reksadana dan mulai dengan uang 100 ribu rupiah!

Mungkin Anda bertanya-tanya, “Wah kenapa saya tidak tahu dari dulu bahwa bisa memulai investasi di pasar modal hanya dengan 100 ribu rupiah?”

Jawabannya : Karena Anda tidak mencari tahu dan selalu fokus kepada hal-hal negatif  bahwa “Untuk investasi harus butuh modal besar!”. Sederhana bukan ? :p

  • Ubah poin nomor 2 menjadi : “Buku dan seminar apa lagi yang harus saya ikuti untuk melengkapi ilmu yang sudah saya dapat dari guru A ?” Berhentilah menyalahkan bahwa “Seminar X tidak lengkap, buku X tidak lengkap, dan lain sebagainya!” Sudah menjadi tugas Anda untuk mengikuti berbagai seminar dan membaca berbagai buku untuk menjadikan ilmu Anda lengkap seutuhnya. Untuk sukses, Anda harus haus ILMU! Saya katakan bahwa dengan mempelajari paket pembelajaran Investor Sibuk pun tidak akan pernah cukup. Anda juga harus membaca buku-buku lainnya. Saya pribadi telah membaca hampir 200 buku di berbagai bidang hingga tulisan ini dibuat.
  • Ubah poin nomor 3 menjadi :  “Kata siapa saya terlalu tua/terlalu muda untuk sukses, buktinya banyak orang di luar sana sukses di usia muda dan banyak juga orang yang sudah tua tetapi sukses!”

Hal itu tidak hanya terjadi di dunia pasar modal saja… Sebagai contoh, kebetulan saja saya juga hobi pergi ke gym/fitness centre. Industri fitness juga industri yang penuh dengan mitos-mitos. Biasanya, orang pergi ke fitness centre dengan 2 tujuan dasar, yaitu :

  • Menurunkan berat badan (weight loss)
  • Membentuk badan (body building)

Untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal, Anda pasti sudah mengetahui caranya, yaitu hanya ditentukan oleh 3 faktor sederhana:

  • Olahraga teratur (routine workout),
  • Mengatur pola makan (diet), dan
  • Istirahat yang cukup

Tapi masalahnya.. Anda pasti setuju dengan saya bahwa untuk disiplin menjalankan 3 hal di atas adalah sesuatu yang sangat sulit dan penuh tantangan

Jika Anda mengenal Anthony Robbins, seorang motivator dan pembicara terbaik di dunia, beliau mengatakan bahwa :

The secret of success is learning how to use pain and pleasure instead of having pain and pleasure use you. If you do that, you’re in control of your life. If you don’t, life controls you.

Manusia selalu mencari nikmat (gain pleasure) dan menghindari sengsara (avoid pain). Hal inilah yang selalu dimanfaatkan oleh ‘orang-orang yang kritis’ dalam berbagai industri. Apa maksudnya ?

Coba Anda jujur terhadap diri sendiri……….Anda tentunya sangat menginginkan segala sesuatu yang serba “instan”. Nah ini adalah letak ‘bisnis’ dari setiap industri..

Seringkali saya melihat beberapa headline menarik di cover sebuah majalah kebugaran (Saya tidak mau menyebut merk majalahnya karena saya tidak dibayar. Hehehe…), misalnya:

  • “Raih Sixpack Sempurna Hanya Dalam 4 Minggu”
  • “Dapatkan Otot Biseps yang Padat Hanya Dengan 2 Latihan Sederhana dari Meja Kantor Anda!”
  • “Rahasia Makanan Alami yang Akan Mempertajam Guratan Otot-Otot di Tubuh Anda!”
  • “Suplemen – Suplemen yang Akan Membantu Meningkatkan Massa Otot Anda Dalam Sekejap!”

Jujur saja, saya selalu membeli majalah tersebut setiap ada headline-headline menarik! Mengapa ? Karena seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa manusia cenderung mencari nikmat dan menghindari sengsara, maka saya rela melakukan apapun untuk mendapatkan tubuh berotot dengan guratan sixpack di perut saya secara INSTAN!

Namun… setelah saya membaca majalah tersebut, ternyata isinya juga “Cuma gitu-gitu doang!”, yakni seputar 3 faktor dasar dalam membentuk tubuh ideal, yaitu :

  • Olahraga teratur (routine workout),
  • Mengatur pola makan (diet), dan
  • Istirahat yang cukup

Jadi… apakah majalah itu menipu? Sama sekali TIDAK, karena memang permintaan pasarlah yang demikian. Buktinya… meskipun orang-orang sudah tahu bahwa untuk dapat membentuk tubuh ideal orang harus melakukan 3 faktor di atas, tetap saja orang ingin mencari jalan pintas.

Lihat saja, orang lebih memilih untuk meminum berbagai suplemen fat burner, pergi ke slimming center, atau melakukan operasi liposuction(sedot lemak) dibandingkan dengan menjalankan ketiga faktor di atas untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

Lucu ya?  Yah… begitulah manusia…

Setelah saya menyadari bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang yang penting adalah TAKE ACTION dan persistensi, saya menjadi lebih rasional ketika memilih majalah kebugaran atau membeli suplemen-suplemen kesehatan. Perlu disadari bahwa segala sesuatunya tidak ada yang instan.

Yang benar-benar instan hanyalah mie instan. Kesuksesan tidak ada yang instan… hehehe, mungkin salah satu dari Anda suatu hari ada yang menemukan formula sukses instan, cukup diseduh air panas lalu tunggu 3 menit. Lalu… *cling* Anda langsung sukses. Kalau ada, segera kabari saya di http://www.FerdieDarmawan.com/support dengan subjek “Formula Instan Cukup Diseduh Air Panas”, nanti saya akan bayar berapapun yang Anda mau. Serius nih! :P

So… apakah Anda tidak boleh membeli majalah-majalah kebugaran dan suplemen fitness? Tentu saja boleh.. Saya juga tetap sering membeli majalah-majalah tersebut untuk menambah semangat saya. Dengan membaca majalah-majalah tersebut secara konsisten, semangat saya untuk memperoleh perut sixpack menjadi semakin besar!

Yang perlu diingat….. Anda membeli suplemen dan majalah itu bukan untuk mendapatkan badan ideal dalam sekejap, melainkan untuk menambah wawasan Anda atau suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang tidak dapat diproduksi secara langsung oleh tubuh Anda.. Jadi… tujuannya bukan untuk memperoleh tubuh ideal secara INSTAN!

Kalau memang dengan membaca majalah saja saya bisa memperoleh perut sixpack tanpa harus berolahraga dan mengatur pola makan, saya mau membayar berapapun untuk membeli majalah itu… Kalau Anda menemukan majalah yang seperti itu, segera hubungi saya, dan saya BERJANJI akan membayar berapapun kepada Anda! Hehehe…

Lalu, apa hubungannya dengan investasi di pasar modal ?

Nah.. banyak orang menganggap bahwa pasar modal adalah cara cepat untuk menjadi kaya. Orang-orang selalu mencari cara-cara instan dan memodifikasi berbagai indikator untuk menemukan cara SEMPURNA dalam meramalkan arah pasar…Sekali lagi,, yang menjadi permintaan pasar adalah  segala sesuatu yang sifatnya ‘instan’. Oleh karena itu,  banyak sekali tawaran-tawaran ‘High Yield Investment Program’ atau ‘cara-cara cepat kaya yang lainnya’. Bahkan, banyak tawaran yang menjual software trading atau robot yang membuat segalanya tampak mudah dan instan. Dan biasanya,  If something is too good to be true, it’s usually not true…

Padahal… hal yang paling penting hanyalah kesederhanaan dalam analisa serta kedisiplinan Anda dalam berinvestasi dan mengatur uang Anda… Tidak ada jalan pintas dan tidak ada cara instan…

Jadi.. jelas saja meskipun Anda sudah membaca berbagai macam buku dan pergi ke berbagai seminar, Anda hanya akan menemukan hal yang memang “cuma gitu – gitu doang!”

Pertanyaannya… Sudahkah Anda disiplin terhadap aturan-aturan yang Anda buat untuk mencapai kesuksesan Anda dalam hal apapun ?

***Jangan MEMBELI Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com!***

Dalam Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com yang akan segera launching,  jika Anda masih saja menyalahkan orang lain dan tidak mau bertanggung jawab kepada diri sendiri, saya yakin bahwa Anda juga akan menganggap isi dari paket pembelajaran ini juga “cuma gitu – gitu doang! Atau bahkan Anda katakan bahwa isi dari paket pembelajaran ini adalah  “SAMPAH” dan sama saja seperti buku-buku atau seminar-seminar lain di luar sana. Dan.. secara jujur saya mengatakan bahwa isinya MEMANG SEPUTAR ITU-ITU SAJA karena tidak ada hal yang benar-benar baru di dunia ini…

Jadi..lebih baik Anda JANGAN MEMBELINYA dan segera BERHENTI membaca tulisan-tulisan saya daripada Anda membuang-buang uang dan waktu Anda!

Mungkin Anda merasa aneh, mengapa saya malah menyuruh Anda untuk tidak membeli paket pembelajaran yang saya susun???

Jawabannya : Saya hanya menginginkan orang-orang berkualitas yang benar-benar berkomitmen untuk berhasil dalam berinvestasi di pasar modal dan mau menjadikan investasi sebagai bagian dari hidupnya. Anda pasti tahu bahwa kesuksesan hanya akan menjadi milik orang-orang yang mau bertanggung jawab terhadap diri sendiri, berhenti menyalahkan orang lain, dan selalu HAUS akan pengetahuan!

PERHATIAN : Di website investorsibuk.com dituliskan bahwa Anda hanya butuh 10 menit setiap minggunya. Anda jangan berpikir begitu selesai membacanya Anda langsung mencapai ke tahap 10 menit setiap minggunya. Anda tetap harus menambah ilmu di bidang ini dengan membaca buku-buku lainnya, internet, dan lain sebagainya. Anda perlu tahu bahwa yang saya sharingkan adalah step-step yang harus Anda lakukan supaya Anda bisa berinvestasi dengan aman hanya dengan 10 menit setiap minggunya. Tentunya butuh waktu untuk mencapai level itu. Jadi, jangan berpikir bahwa yang saya sharingkan adalah cara instan. Anda harus fokus, berkomitmen, dan juga SABAR.

Jadi….Jika Anda masih sering menyalahkan keadaan dan menyalahkan orang lain, Anda tidak akan pernah mencapai apa yang anda inginkan.

Dan, setelah artikel yang super panjang ini, menjawab judul artikel ini, “Apa sih rahasia sukses berinvestasi di pasar modal ??” Saya yakin anda pasti kecewa karena telah membaca tulisan yang begitu panjang dan saya mengungkapkan bahwa rahasia sukses berinvestasi di pasar modal adalah “tidak ada rahasia” karena semua orang sudah mengetahui bahwa yang penting adalah kesederhanaan analisa, kedisiplinan, dan juga jam terbang Anda!

Lantas, kalau ditanya, “Apa rahasia sukses mendapatkan bentuk tubuh ideal?? Jawabannya juga sama saja, rahasianya adalah ‘tidak ada rahasia”, karena semua orang sudah tahu bahwa hanya ada 3 faktor sederhana untuk mencapai berat badan ideal, yaitu :

  • Olahraga teratur,
  • Pola makan teratur, dan
  • Istirahat yang cukup

Atau.. kalau Anda pernah menonton film kungfu Panda, Anda pasti ingat adegan pertempuran sengit antara PO (sang Panda jagoan) melawan  Tai Lung (musuh utamanya)  untuk merebutkan sebuah kitab rahasia.

KUNG FU PANDA

Pada akhirnya, ternyata kitab itu kosong . Artinya : “The Secret Is Nothing!”

Pertanyaan Besarnya adalah “Sudahkah Anda DISIPLIN Menjalankan Semua Hal Sederhana di atas ?“

ATAU

Hanya sekedar tahu dan tidak menjalankannya…

Demikian dari Saya, semoga bermanfaat bagi Anda. Silahkan tuliskan komentar Anda pada kolom comments di bawah ini dan BUKTIKAN bahwa diri Anda adalah instrumen investasi yang terbaik di dunia. Happy Investing !

Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com ini LAUNCHING.

Khusus untuk satu orang ini, tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu untuk mendapatkan paket pembelajaran investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT,,,Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat ! Jadi tuliskan komentar Anda sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-!!!

Rahasia Sukses Investasi di Pasar Modal Part I

top-secret

Pernahkah Anda mendengar atau mempunyai teman yang selalu mengeluh seperti ini ??

  1. Ah indikator ini jelek, kemarin mengatakan beli, tapi ternyata harga saham malah turun!
  2. Seminar saham yang diadakan guru X ‘payah’, tidak ada isinya sama sekali!
  3. Buku dan seminar yang ditulis guru A “isinya gitu-gitu aja” cuma buang-buang uang!
  4. Seminar atau buku-buku tentang saham isinya sama-sama aja!
  5. Membeli saham seperti berjudi!
  6. Investasi di saham hanya merupakan tipu-tipuan!
  7. Saya baru percaya kalau ada indikator yang bisa meramalkan arah pasar secara akurat!

Itulah alasan-alasan utama kenapa banyak orang selalu gagal dalam berinvestasi di pasar modal. Coba Anda perhatikan, semua alasan di atas isinya hanyalah menyalahkan orang lain dan menyalahkan pasar. Padahal… kunci kesuksesan terletak pada diri Anda sendiri, dan tentunya dengan pertolongan yang di atas (with GOD Help). Manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan.

Kok saya bisa tahu tujuh point di atas ? Jelas saja karena gejala penyakit ini memang sudah menjadi rahasia yang sangat umum..

Ada juga orang-orang yang sudah pergi dan belajar ke seminarnya guru A, guru B, guru C, sampai guru Z dan membaca berbagai buku dari guru X, guru Y, guru XXX atau malah barangkali sampai berguru ke PLANET LAIN! (Ini adalah ungkapan kekesalan saya pribadi terhadap orang-orang yang  sudah berkelana ke berbagai seminar dan hanya berakhir dengan mengeluh serta berpikiran negatif serta menyalahkan materinya), tetapi ketika di tanya berapakah incomenya melalui pasar modal ? JAWABANNYA NOL BESAR! Atau biasanya mereka tidak mau menjawab pertanyaan itu, entah karena rendah hati, karena malu, atau karena kenapa saya juga tidak tahu…

Biasanya… orang cenderung tidak pernah puas dan selalu mencari indikator apa yang paling sempurna untuk meramalkan arah pasar. Padahal… sebuah indikator sederhana seperti Moving Average (klik di sini) saja sudah bisa Anda gunakan untuk meraih profit konsisten… Sebelum Anda berpikir bahwa cara Investor Sibuk adalah cara yang ajaib, lebih baik saya memberitahu terlebih dahulu daripada Anda kecewa. Yup, saya hanya menggunakan Moving Average. Kaget yah? Pasti Anda berpikir saya menggunakan indikator buatan sendiri dengan parameter super canggih. Nah, tapi kadangkala orang tidak menggunakan moving average pada waktu yang tepat. Dalam paket pembelajaran Investor Sibuk ini, saya akan tunjukkan kepada Anda bagaimana menggunakan moving average secara tepat. Jadi… tidak ada yang canggih kan ? Keep It Simple Stupid!

PERTANYAANNYA “Apakah Anda sudah TAKE ACTION dan disiplin dengan aturan yang Anda buat serta berinvestasi terlebih dahulu di instrumen investasi terbaik di dunia?”( Kalau Anda belum tahu apa itu instrumen investasi terbaik di dunia, silahkan klik di sini untuk mengetahuinya.)

Malah.. saya sering menjumpai banyak orang  suka sekali mengutak atik indikator sampai rumit sekali. Misalnya “Ia baru masuk ke pasar ketika indikator A, indikator B, indikator C , dan indikator X,Y,Z menyatakan BUY serta terjadi volume blow off bla bla bla bla, akhirnya tidak jadi masuk dan hanya bisa menonton saja….” Atau kalau masuk, sudah terlambat dan biasanya orang masuk hanya karena takut ‘ketinggalan kereta’ :P Sounds familiar ?

Atau.. ada orang-orang yang membuat parameternya sendiri sampai pusing tujuh keliling. Namun, ketika ditanya berapa hasil yang dia dapatkan, dia tidak mau menjawab… Ini selalu menjadi pertanyaan besar yang muncul di kepala saya… Yang saya bingung adalah biasanya orang jadi lupa tujuan awalnya karena ‘greed/keserakahan’ sudah mengambil kontrol.

Kenapa saya bisa tahu ?  Pengalaman pribadi tentunya! Saya dulu termasuk orang yang ‘maniak’ mengutak-ngatik indikator dan melakukan backtest. Seharian saya sering berada di dalam kamar terus dan melakukan backtest untuk setiap saham menggunakan software-software teknikal seakan-akan tidak punya kerjaan lain dah kerjanya hanya modifikasi parameter saja sampai orang-orang rumah (orang tua) bingung, saya tuh lagi ngapain sih, koq seperti orang autis ?? :p

Pada akhirnya memang saya menemukan indikator, parameter, atau expert advisor (kalau tidak tahu istilah ini, silahkan googling di internet) apa yang cocok untuk setiap saham. Kalau mau tahu caranya, silahkan pelajari penggunaan Metastock dan juga Amibroker atau software-software analisa lainnya. (ini adalah trader, bukan INVESTOR)

Namun, kembali lagi bahwa tujuan awal saya adalah passive income. Kalau saya harus mengutak-ngatik setiap saat (keadaan pasar selalu berubah, jadi harus di adjust), tentunya itu hanya membuang-buang waktu dan saya harus selalu aktif di sana. Berarti, itu namanya active income, bukan lagi menjadi passive income. Jadi… kembali lagi bahwa TUJUAN adalah hal yang amat sangat penting !

Tujuan awal kebanyakan orang menaruh uang di pasar modal tentunya untuk mencari passive income/uang tambahan. Lucunya, koq malah akhirnya mengutak-ngatik indikator sampai pusing kepala dan incomenya NOL BESAR ? Tapi yang namanya manusia, memang tidak pernah puas. Kalau saya perhatikan, setiap harinya bisa muncul indikator-indikator terbaru dengan berbagai modifikasi parameter.

Cek saja di www.incrediblecharts.com, di situ ada pengumuman indikator-indikator baru dari berbagai negara. Tidak akan pernah habis deh pokoknya!

Dari zaman dulu manusia sudah melakukan modifikasi parameter dan indikator. Nyatanya? Tetap saja yang simple yang bertahan… Siapa ? Tentu Warren Buffett. Lucu ya ? hehehe.

Loh, berarti menurut Ferdie, para analis teknikal yang menggunakan analisa-analisa rumit seperti Elliott Wave itu hanyalah orang-orang yang kurang kerjaan dong ??

Hmm… Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan memberikan sebuah pertanyaan lagi kepada Anda…

Di bangku SMA, Anda tentunya pernah belajar mengenai integral (Kebetulan saya IPA, saya tidak tahu apakah IPS belajar juga). Apa sih fungsi integral? Integral gunanya untuk menghitung luas suatu daerah. Itu kalau integral lipat satu.. Nah, karena saya jurusan teknik, saya juga belajar yang lain yaitu integral lipat dua. Apa gunanya ? Integral lipat dua gunanya untuk menghitung volume.

Namun… ada juga loh integral lipat tiga, lipat empat, atau mungkin lipat seratus. Apa tuh gunanya ? Saya juga ‘nggak tahu’. Kalau lipat satu hitung luas dan lipat dua menghitung volume, lalu lipat tiga hitung apa yah??? Wah ini sudah masuk ke dimensi imajiner. Tapi, orang-orang dari jurusan Matematika mempelajarinya bahkan ada yang sampai gelar Phd. khusus di bidang ini.

Bagi Anda dan saya, orang-orang matematika yang belajar integral sampai lipat seratus itu mungkin terlihat sebagai orang-orang kurang kerjaan atau orang gila. Namun, bagi mereka itu adalah ‘makanan’ mereka. WHY? Because They Love It and That’s Their PASSION!

Gini saja deh… kalau misalnya Anda adalah seorang pedagang yang membuka toko kelontong,  perlu nggak sih belajar integral? Tentunya tidak perlu. Yang penting cukup +, -, x , : dan tahu angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Simple kan ?

Nggak mungkin dong kalau ada orang pergi ke toko kita dan berkata begini : “Mas, saya mau beli sabun dan beras sebanyak integral (sinx) dx . Waduh apaan tuh ? ;P

Lain halnya kalau Anda mau bekerja di NASA (Pusat Aeronatik Amerika) atau reaktor nuklir, tentunya wajib bagi Anda menguasai Integral dan kawan-kawannya itu..

Pentingnya Merumuskan Tujuan!

Nah, apa sih pelajaran yang bisa ditarik ? Bagi para analis teknikal, analisa teknikal adalah passion mereka. Contohnya adalah Bapak Muhammad Alfatih, beliau adalah salah satu senior analis teknikal di Indonesia dari Asosiasi Analis Teknikal Indonesia dan beliau juga merupakan salah satu mentor saya. Anda bisa googling di internet untuk mengetahui lebih lanjut tentang beliau. Beliau sudah 20tahunan berkecimpung di dunia analisa teknikal. Kalau bukan passion, tidak mungkin beliau masih meneruskan pekerjaannya hingga sekarang.

Jujur saja, saya pribadi pusing kalau melihat analisa yang terlalu rumit, apalagi seperti teori fraktal dan elliott wave. (silahkan googling kalau mau tahu lebih lanjut)

Dan.. Anda perlu tahu bahwa technical analysis is an ART dan sifatnya sangat subjektif, apalagi yang sudah rumit seperti Elliott Wave (Apa itu ? Silahkan googling di internet).

Kalau memang Anda suka dengan analisa teknikal dan merasa PASSION di bidang itu, silahkan pelajari dan ambillah sertifikasi atau pendidikan khusus analisa teknikal karena itu sah-sah saja. Namun, jika tujuan Anda di pasar modal hanya untuk mencari uang tambahan atau sekedar supaya ‘uang nganggur’ kita tidak tergerus inflasi, buat apa juga sih belajar yang rumit-rumit. Toh, di luar sana masih ada kegiatan lain, masih ada suami, istri, keluarga, orang tua, atau hobi yang lainnya yang bisa Anda kerjakan. Masuk akal dong ?

Nah, masalahnya sekali lagi, banyak orang tidak menentukan TUJUANNYA dengan benar dan malah mempelajari semuanya. Ada orang yang tujuan awalnya hanya ingin mencari ‘uang tambahan’, tetapi karena kebanyakan belajar, malahan hanya tahu teori saja dan tidak jadi masuk pasar. Kalau ditanya tentang indikator atau analisa, biasanya mereka bisa jawab semua pertanyaan mulai dari indikator A,B,C,D,E bla bla bla dan tampak seperti ensiklopedia berjalan.

Namun, ketika ditanya berapa incomenya, biasanya tidak mau menjawab, entah karena rendah hati atau apa saya pun tidak tahu. Mohon maaf kalau ada yang tersinggung, tapi saya berani menulis seperti ini karena saya memiliki teman yang seperti ini… (Mohon maaf teman jika Anda baca tulisan ini dan merasa tersinggung)

Fakta-fakta di atas adalah ‘curahan hati’ pribadi saya setelah beberapa waktu berkutat di dunia investasi pasar modal, mulai dari membaca berbagai buku dan mengikuti macam-macam seminar investasi, hingga berinteraksi dengan orang-orang yang trading atau investasi di bursa saham. Hal ini membuat pergumulan dalam batin saya dan tentunya  membuat saya penasaran untuk menemukan benang merah dari semua ‘anomali’ itu.

Jadi…Apa benang merah dari semua ‘anomali’ itu ? Nantikan di Artikel “Rahasia Sukses Berinvestasi di Pasar Modal?” Bagian II yang akan segera hadir…

Silahkan tuliskan komentar Anda pada kolom comments di bawah ini dan BUKTIKAN bahwa diri Anda adalah instrumen investasi yang terbaik di dunia. Happy Investing !

Penawaran Spesial : Saya akan memilih 1 (satu) orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa prelaunch InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com ini LAUNCHING.

Khusus untuk satu orang ini, tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu untuk mendapatkan paket pembelajaran investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT…Hanya untuk 1(satu) orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat ! Jadi tuliskan komentar Anda sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-!!!

Pernahkah Anda mendengar atau mempunyai teman yang selalu mengeluh seperti ini ??

1. Ah indikator ini jelek, kemarin mengatakan beli, tapi ternyata harga saham malah turun!

2. Seminar saham yang diadakan guru X ‘payah‘, tidak ada isinya sama sekali!

3. Buku dan seminar yang ditulis guru A “isinya gitu-gitu aja” cuma buang-buang uang!

4. Seminar atau buku-buku tentang saham isinya sama-sama aja!

5. Membeli saham seperti berjudi!

6. Investasi di saham hanya merupakan tipu-tipuan!

7. Saya baru percaya kalau ada indikator yang bisa meramalkan arah pasar secara akurat!

Itulah alasan-alasan utama kenapa banyak orang selalu gagal dalam berinvestasi di pasar modal. Coba Anda perhatikan, semua alasan di atas isinya hanyalah menyalahkan orang lain dan menyalahkan pasar. Padahal… kunci kesuksesan terletak pada diri Anda sendiri, dan tentunya dengan pertolongan yang di atas (with GOD Help). Manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan.

Kok saya bisa tahu tujuh point di atas ? Jelas saja karena gejala penyakit ini memang sudah menjadi rahasia yang sangat umum..

Ada juga orang-orang yang sudah pergi dan belajar ke seminarnya guru A, guru B, guru C, sampai guru Z dan membaca berbagai buku dari guru X, guru Y, guru XXX atau malah barangkali sampai berguru ke PLANET LAIN! (Ini adalah ungkapan kekesalan saya pribadi terhadap orang-orang yang sudah berkelana ke berbagai seminar dan hanya berakhir dengan mengeluh serta berpikiran negatif serta menyalahkan materinya), tetapi ketika di tanya berapakah incomenya melalui pasar modal ? JAWABANNYA NOL BESAR! Atau biasanya mereka tidak mau menjawab pertanyaan itu, entah karena rendah hati, karena malu, atau karena kenapa saya juga tidak tahu…

Biasanya… orang cenderung tidak pernah puas dan selalu mencari indikator apa yang paling sempurna untuk meramalkan arah pasar. Padahal… sebuah indikator sederhana seperti Moving Average (kasih linknya investopedia) saja sudah bisa Anda gunakan untuk meraih profit konsisten… Sebelum Anda berpikir bahwa cara Investor Sibuk adalah cara yang ajaib, lebih baik saya memberitahu terlebih dahulu daripada Anda kecewa. Yup, saya hanya menggunakan Moving Average. Kaget yah? Pasti Anda berpikir saya menggunakan indikator dengan parameter super canggih. Hehe maaf telah membuat Anda kecewa…

PERTANYAANNYA “Apakah Anda sudah TAKE ACTION dan disiplin dengan aturan yang Anda buat serta berinvestasi terlebih dahulu di instrumen investasi terbaik di dunia?”( Kalau Anda belum tahu apa itu instrumen investasi terbaik di dunia, silahkan klik di sini untuk mengetahuinya.)

Malah.. saya sering menjumpai banyak orang suka sekali mengutak atik indikator sampai rumit sekali. Misalnya “Ia baru masuk ke pasar ketika indikator A, indikator B, indikator C , dan indikator X,Y,Z menyatakan BUY serta terjadi volume blow off bla bla bla bla, akhirnya tidak jadi masuk dan hanya bisa menonton saja….” Atau kalau masuk, sudah terlambat dan biasanya orang masuk hanya karena takut ‘ketinggalan kereta’ :P Sounds familiar ?

Atau.. ada orang-orang yang membuat parameternya sendiri sampai pusing tujuh keliling. Namun, ketika ditanya berapa hasil yang dia dapatkan, dia tidak mau menjawab… Ini selalu menjadi pertanyaan besar yang muncul di kepala saya… Yang saya bingung adalah biasanya orang jadi lupa tujuan awalnya karena ‘greed/keserakahan’ sudah mengambil kontrol.

Kenapa saya bisa tahu ? Pengalaman pribadi tentunya! Saya dulu termasuk orang yang ‘maniak’ mengutak-ngatik indikator dan melakukan backtest. Seharian saya sering berada di dalam kamar terus dan melakukan backtest untuk setiap saham menggunakan software-software teknikal seakan-akan tidak punya kerjaan lain dah kerjanya hanya modifikasi parameter saja sampai orang-orang rumah (orang tua) bingung, saya tuh lagi ngapain sih, koq seperti orang autis ?? :p

Pada akhirnya memang saya menemukan indikator, parameter, atau expert advisor (kalau tidak tahu istilah ini, silahkan googling di internet) apa yang cocok untuk setiap saham. Kalau mau tahu caranya, silahkan pelajari penggunaan Metastock dan juga Amibroker atau software-software analisa lainnya. (ini adalah trader, bukan INVESTOR)

Namun, kembali lagi bahwa tujuan awal saya adalah passive income. Kalau saya harus mengutak-ngatik setiap saat (keadaan pasar selalu berubah, jadi harus di adjust), tentunya itu hanya membuang-buang waktu dan saya harus selalu aktif di sana. Berarti, itu namanya active income, bukan lagi menjadi passive income. Jadi… kembali lagi bahwa TUJUAN adalah hal yang amat sangat penting !

Tujuan awal kebanyakan orang menaruh uang di pasar modal tentunya untuk mencari passive income/uang tambahan. Lucunya, koq malah akhirnya mengutak-ngatik indikator sampai pusing kepala dan incomenya NOL BESAR ? Tapi yang namanya manusia, memang tidak pernah puas. Kalau saya perhatikan, setiap harinya bisa muncul indikator-indikator terbaru dengan berbagai modifikasi parameter.

Cek saja di www.incrediblecharts.com, di situ ada pengumuman indikator-indikator baru dari berbagai negara. Tidak akan pernah habis deh pokoknya!

Dari zaman dulu manusia sudah melakukan modifikasi parameter dan indikator. Nyatanya? Tetap saja yang simple yang bertahan… Siapa ? Tentu Warren Buffett. Lucu ya ? hehehe

Loh, berarti menurut Ferdie, para analis teknikal yang menggunakan analisa-analisa rumit seperti Elliott Wave itu hanyalah orang-orang yang kurang kerjaan dong ??

Hmm… Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan memberikan sebuah pertanyaan lagi kepada Anda…


Di bangku SMA, Anda tentunya pernah belajar mengenai integral (Kebetulan saya IPA, saya tidak tahu apakah IPS belajar juga). Apa sih fungsi integral? Integral gunanya untuk menghitung luas suatu daerah. Itu kalau integral lipat satu.. Nah, karena saya jurusan teknik, saya juga belajar yang lain yaitu integral lipat dua. Apa gunanya ? Integral lipat dua gunanya untuk menghitung volume.

Namun… ada juga loh integral lipat tiga, lipat empat, atau mungkin lipat seratus. Apa tuh gunanya ? Saya juga ‘nggak tahu’. Kalau lipat satu hitung luas dan lipat dua menghitung volume, lalu lipat tiga hitung apa yah??? Wah ini sudah masuk ke dimensi imajiner. Tapi, orang-orang dari jurusan Matematika mempelajarinya bahkan ada yang sampai gelar Phd. khusus di bidang ini.

Bagi Anda dan saya, orang-orang matematika yang belajar integral sampai lipat seratus itu mungkin terlihat sebagai orang-orang kurang kerjaan atau orang gila. Namun, bagi mereka itu adalah ‘makanan’ mereka. WHY? Because They Love It and That’s Their PASSION!

Gini saja deh… kalau misalnya Anda adalah seorang pedagang yang membuka toko kelontong, perlu nggak sih belajar integral? Tentunya tidak perlu. Yang penting cukup +, -, x , : dan tahu angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Simple kan ?

Nggak mungkin dong kalau ada orang pergi ke toko kita dan berkata begini : “Mas, saya mau beli sabun dan beras sebanyak . Waduh apaan tuh ? ;P

Lain halnya kalau Anda mau bekerja di NASA (Pusat Aeronatik Amerika) atau reaktor nuklir, tentunya wajib bagi Anda menguasai Integral dan kawan-kawannya itu..

Pentingnya Merumuskan Tujuan!

Nah, apa sih pelajaran yang bisa ditarik ? Bagi para analis teknikal, analisa teknikal adalah passion mereka. Contohnya adalah Bapak Muhammad Alfatih, beliau adalah salah satu senior analis teknikal di Indonesia dari Asosiasi Analis Teknikal Indonesia dan beliau juga merupakan salah satu mentor saya. Anda bisa googling di internet untuk mengetahui lebih lanjut tentang beliau. Beliau sudah 20tahunan berkecimpung di dunia analisa teknikal. Kalau bukan passion, tidak mungkin beliau masih meneruskan pekerjaannya hingga sekarang.

Jujur saja, saya pribadi pusing kalau melihat analisa yang terlalu rumit, apalagi seperti teori fraktal dan elliott wave. (silahkan googling kalau mau tahu lebih lanjut)

Dan.. Anda perlu tahu bahwa technical analysis is an ART dan sifatnya sangat subjektif, apalagi yang sudah rumit seperti Elliott Wave (Apa itu ? Silahkan googling di internet).

Kalau memang Anda suka dengan analisa teknikal dan merasa PASSION di bidang itu, silahkan pelajari dan ambillah sertifikasi atau pendidikan khusus analisa teknikal karena itu sah-sah saja. Namun, jika tujuan Anda di pasar modal hanya untuk mencari uang tambahan atau sekedar supaya ‘uang nganggur’ kita tidak tergerus inflasi, buat apa juga sih belajar yang rumit-rumit. Toh, di luar sana masih ada kegiatan lain, masih ada suami, istri, keluarga, orang tua, atau hobi yang lainnya yang bisa Anda kerjakan. Masuk akal dong ?

Nah, masalahnya sekali lagi, banyak orang tidak menentukan TUJUANNYA dengan benar dan malah mempelajari semuanya. Ada orang yang tujuan awalnya hanya ingin mencari ‘uang tambahan’, tetapi karena kebanyakan belajar, malahan hanya tahu teori saja dan tidak jadi masuk pasar. Kalau ditanya tentang indikator atau analisa, biasanya mereka bisa jawab semua pertanyaan mulai dari indikator A,B,C,D,E bla bla bla dan tampak seperti ensiklopedia berjalan.

Namun, ketika ditanya berapa incomenya, biasanya tidak mau menjawab, entah karena rendah hati atau apa saya pun tidak tahu. Mohon maaf kalau ada yang tersinggung, tapi saya berani menulis seperti ini karena saya memiliki teman yang seperti ini… (Mohon maaf teman jika Anda baca tulisan ini dan merasa tersinggung)

Fakta-fakta di atas adalah ‘curahan hati’ pribadi saya setelah beberapa waktu berkutat di dunia investasi pasar modal, mulai dari membaca berbagai buku dan mengikuti macam-macam seminar investasi, hingga berinteraksi dengan orang-orang yang trading atau investasi di bursa saham. Hal ini membuat pergumulan dalam batin saya dan tentunya membuat saya penasaran untuk menemukan benang merah dari semua ‘anomali’ itu.

Jadi…Apa benang merah dari semua ‘anomali’ itu ? Nantikan di Artikel “Rahasia Sukses Berinvestasi di Pasar Modal?” Bagian II yang akan segera hadir…

Silahkan tuliskan komentar Anda pada kolom comments di bawah ini dan BUKTIKAN bahwa diri Anda adalah instrumen investasi yang terbaik di dunia. Happy Investing !

Penawaran Spesial : Saya akan memilih 1 (satu) orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa prelaunch InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com ini LAUNCHING.

Khusus untuk satu orang ini, tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu untuk mendapatkan paket pembelajaran investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT…Hanya untuk 1(satu) orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat ! Jadi tuliskan komentar Anda sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-!!!

Pelajaran Berharga dari IHSG

ihsg

Grafik Indeks Harga Saham Gabungan 3 hari terakhir hingga tulisan ini dibuat

Beberapa hari terakhir ini IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penyebabnya bermacam-macam, di antaranya adalah karena sedang terjadi krisis di Eurozone, yakni imbas Yunani yang terjerat utang. Di Indonesia sendiri terjadi pergantian menteri keuangan karena Sri Mulyani ditarik menjadi Managing Director Worldbank, dan beberapa faktor lainnya…

Beberapa komentar dan pertanyaan yang masuk sedikit ‘memaksa’ agar launching InvestorSibuk.com dipercepat. Bagi saya, justru di saat terjadi koreksi yang cukup besar ini, kesempatan berpihak kepada Anda yang memang ingin menjadi investor, bukan trader atau gambler… Bagi trader, everytime is a good time. Bagi Investor, tentunya tidak ada istilah ‘everytime is a good time’.  Saat-saat koreksi seperti ini saya lakukan untuk mengambil ancang-ancang, melihat peluang, dan melakukan analisa untuk bersiap-siap membeli kembali.

Kalau orang-orang senang berita bagus, saya justru senang berita buruk. Artinya, ini kesempatan untuk tambah posisi. Contohnya adalah waktu harga minyak melambung tinggi, Lehman Brother bangkrut, krisis subprime mortgage beberapa waktu lalu, bagi saya itu semua adalah kesempatan untuk membeli dengan harga murah…

Hmm bukannya saya senang kalau terjadi krisis (saya tidak senang juga tentunya, dan pengennya pasar naik terus, semua juga gitu kan ? :P), tetapi yang saya ingin sampaikan di sini adalah bahwa di setiap kejadian selalu ada peluang. Contoh gampangnya ya paket pembelajaran investorsibuk.com ini. Jadwal saya padatnya luar biasa,  tapi ‘NGOTOT’ tetap ingin sukses investasi di pasar modal.  Bisa saja saya menyerah terhadap keadaan dan membatalkan niat untuk berinvestasi pasar modal.

Namun, yang saya lakukan sebaliknya, yaitu fokus pada SOLUSI dan akhirnya menemukan solusinya setelah sekian lama berkutat dan belajar dari pengalaman. Dan.. saya yakin di luar sana banyak orang sibuk yang ingin tetap berinvestasi di pasar modal, dan semoga apa yang saya sharingkan bisa menjadi masukan pengalaman bagi Anda semua. :p

Nah, bagi investor, koreksi-koreksi seperti ini justru menjadi peluang untuk kembali berinvestasi. Jujur saya katakan bahwa beberapa hari lalu saya baru saja buang barang, istilahnya cuci gudang. Saat ini, saya tidak memiliki posisi saham apapun di pasar, semuanya CASH. Alasannya, karena i’m always be the student of Mr.Market’. Tidak ada seorang pun yang bisa meramalkan arah pasar. So, kalau tidak ada yang bisa meramalkannya, buat apa kita coba-coba meramal arahnya. Apa solusinya ??

SOLUSINYA: ikuti saja gerakannya kalau tidak mau jadi korban…

Nah, ini adalah pelajaran pertama bagi Anda : DISIPLIN. Beberapa saham yang saya beli telah mengalami penurunan sekitar 15% dari harga tertingginya. Saya memiliki aturan pribadi bahwa saya harus menjual saham saya (tidak peduli rugi ataupun untung) apabila sudah turun sekitar 10-15% dari harga tertingginya. Nah.. karena beberapa hari ini saya sedang sibuk mengerjakan skripsi, saya tidak melihat market sama sekali. Begitu saya cek, ternyata sudah turun sebanyak 15%. Solusinya, tentu saja saya harus disiplin untuk cut loss (jual rugi).

Sebenarnya yang saya lakukan bukanlah cut loss karena saya sudah membeli saham-saham tersebut sekitar 8-10 bulan yang lalu dan masih tetap profit. (Beberapa dari Anda pasti berkata, lama banget ya 8-10 bulan. Yup memang lama, makanya Anda harus SABAR).

Sekedar info, meskipun harganya sudah turun 15%, saya masih tetap mendapat profit dan sangat signifikan. Hanya saja, saya memang tidak menjualnya di harga tertinggi, tapi tetap saja mendapat profit signifikan. Koq bisa ? Caranya nanti dibahas semua di Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com… Ini adalah pelajaran kedua : SABAR.

Toh, tidak ada satu metode pun yang bisa membeli di harga terendah dan menjual di harga tertinggi. Buat apa mencari-cari….

Memang, untuk melakukan cut loss dibutuhkan keberanian dan habit (kebiasaan). Awal-awal saya juga tidak berani melakukan cut loss. Namun, lama-lama jadi terbiasa setelah saya mendapat pengalaman buruk menahan sejumlah saham ternyata harganya tidak naik-naik.

Jadi, mendingan cut loss dibandingkan seperti itu. Ketika Anda sudah terbiasa inilah baru Anda merasakan enaknya investasi di pasar modal dan benar-benar hanya meluangkan waktu 10 menit atau bahkan kurang setiap minggunya. Jujur saja, sudah seminggu terakhir ini saya tidak memantau pasar sama sekali, dan baru kemarin diberitahu oleh teman saya bahwa pasar mengalami koreksi cukup besar. Setelah itu, baru saya cek dan ternyata benar. Ternyata, harga saham yang saya beli telah menyimpang dari aturan-aturan yang telah saya buat sebelumnya. Apa reaksi saya ?

Ya sudah, jual saja saat itu juga tanpa berpikir.. Gitu aja kok repot ?

Catat ini baik-baik yah.. Berikut adalah persentase hal-hal yang mendukung kesuksesan Anda dalam berinvestasi dan trading (ini persentase menurut pengalaman saya sendiri):

  1. Analisa Fundamental (Laporan Keuangan, Rasio Keuangan, Data Ekonomi, dll) –>10%
  2. Analisa Teknikal (Grafik, Indikator) –> 10%
  3. Psikologi (Kontrol Emosi, Disiplin, Sabar, Jujur terhadap diri sendiri (cut loss), Haus ilmu)–>80%

Wow, Anda pasti berpikir, yang benar saja analisa fundamental dan teknikal masing-masing hanya memegang peranan 10% ???

Yeah, itu kenyataannya…

Sama seperti saat Anda belajar menyetir mobil, semua orang mendapat ilmu yang sama. Caranya gampang :”Pasang kunci lalu tinggal di-starter, injak kopling dan masukkan gigi 1 (jika manual), lalu injak gas” Sederhana kan ? Tapi… prakteknya tidak sesederhana itu kan ? Sama halnya dengan berinvestasi di pasar modal.

Anda harus tahu bahwa hal-hal yang hendak saya sharingkan dalam paket pembelajaran InvestorSibuk.com hanya akan menyumbang 20% kesuksesan Anda. Mungkin Anda menyesal dan keinginan Anda untuk membeli paket pembelajaran ini batal. Ya sudah tidak apa-apa, karena memang itu kenyataannya dan saya juga tidak mau berbohong dan memaksa Anda supaya membeli paket pembelajaran yang saya susun…Adil kan ? :P

Saya beritahu terlebih tahulu kepada Anda bahwa memang tidak ada yang namanya magic pills. Lalu, apa bedanya paket pembelajaran ini dengan buku atau seminar-seminar di luar sana. Bedanya adalah, analisa fundamental dan teknikal yang saya gunakan sangat sederhana karena keterbatasan waktu saya.

Justru isi dari paket pembelajaran ini adalah ketidakpuasan saya karena saya melihat buku-buku dan seminar-seminar di luar sana sengaja membuat orang-orang bingung, istilahnya “Kalau bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat!” Saya juga frustrasi awalnya sampai akhirnya menemukan cara saya sendiri  yang amat sangat sederhana dan tidak menyita waktu. Namun, sekali lagi.. semua yang saya sampaikan kepada Anda hanya menyumbang 20% kesuksesan Anda, sehingga saya tidak memberikan garansi apapun di sini :P

Masih mau membelinya ??? Hehehe…Keputusan di tangan Anda.

UJIAN TAHUN PERTAMA : Break Even Point!

Sebenarnya, melalui artikel-artikel yang saya tulis, saya sudah banyak membocorkan isi dari Paket Pembelajaran ini. Jika Anda benar-benar jeli, malah rasanya Anda tidak perlu membeli paket pembelajaran yang saya susun karena saya sudah membeberkannya dalam artikel-artikel yang saya tulis. Serius loh…

Beberapa waktu lalu ada sekitar 40 pertanyaan yang masuk ke helpdesk saya untuk mempercepat launching. Padahal, saya sedang mengajak anda untuk melakukan hal paling penting, yaitu : BERSABAR. Tidak ada strategi cepat kaya dan cara instan. Bagi 40 orang yang kemarin bertanya kepada staf saya untuk mempercepat launching, mohon bersabar, karena ini adalah ujian pertama bagi Anda.

Ada juga komentar masuk yang berkata :”Saya tidak muluk-muluk ingin profit cepat-cepat, yang penting adalah balik modal dulu!” Saya ucapkan selamat kepada Anda yang berkomentar seperti ini karena itu memang ujian di tahun pertama.

Kalau katanya Eyang Ratman (panggilan Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia), bila di tahun pertama sudah bisa balik modal (BEP), paling tidak uang modal yang Anda gunakan tidak tergerus pasar, itu adalah prestasi yang patut Anda rayakan!

Mengapa ?Artinya Anda sudah berhasil menang melawan Mr. Market. Seram sekali ya, tahun pertama BEP saja dibilang prestasi hebat! Bukannya saya menakut-nakuti Anda, tetapi karena memang begitulah kenyataannya. Jadi, jangan berharap investasi di pasar modal itu gampang. Ini sama halnya dengan Anda berbisnis, harus ada pengorbanan waktu, uang, dan juga tenaga…Setelah melewati tahun pertama, saya yakin Anda pasti bisa sukses asal tetap disiplin dan haus ilmu. Jadi,,,tahun pertama adalah tahun ujian!

Justru saya heran dengan beberapa seminar (khususnya forex/option) di luar sana yang mengatakan betapa mudahnya meraih profit. Padahal, tidak seperti itu. Buktinya… hanya 15% yang bertahan dan 85% yang gagal… Disiplin dan sabar itu susahnya bukan main. Sekedar berbagi, di tahun pertama, saya merugi 40% dari total account dan mau nangis rasanya karena saya baru masuk saat pasar sedang di keadaan tertingginya!

Hmm.. Yakin nih, masih mau investasi di pasar modal dan membeli paket pembelajaran InvestorSibuk.com ? Hehehe…Sekali lagi, keputusan berada di tangan Anda. Untuk mencapai sesuatu, selalu butuh pengorbanan!

Oke segitu dulu dari saya.. Sampai berjumpa di tulisan-tulisan selanjutnya..

Segera Berikan Komentar Terbaik Anda di Kotak yang Telah Disediakan !

Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com LAUNCHING Tanggal 25 Mei 2010

Khusus untuk satu orang spesial  ini, ‘tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu‘ untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT…Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !
Jadi
tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-

Pesan dari Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia

investasi-emas1Tahukah ANDA, hanya ada 15% investor yang dapat melalui tahun pertamanya di pasar saham, sementara 85% sisanya menjadi korban kekejaman pasar saham. Berikut adalah testimoni untuk buku Investor Sibuk dari salah seorang mentor saya Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia, yang membuka mata saya tentang dunia pasar modal yang sebenarnya…

soeratman doerachman

Oke,, Anda sudah melihat pesan dari Bapak Soeratman Doerachman di atas ? Berikut adalah ulasan saya (Ferdie) pribadi menanggapi hal tersebut :

Pertanyaan besarnya adalah, kenapa hanya 15% yang berhasil ?

Menurut saya pribadi, mayoritas orang gagal berinvestasi di pasar modal karena mereka tidak memiliki tujuan yang jelas dalam investasinya. Padahal…ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus mengetahui tujuan serta jangka waktu (time frame) Anda dalam berinvestasi.

Kenali karakter Anda terlebih dahulu : Investor atau Trader

Ada dua tipe pelaku pasar yang seringkali membingungkan banyak orang. Tipe pertama adalah investor dan tipe kedua adalah trader.

Kalau di Indonesia, saya tambahkan satu lagi, yakni gambler. (Saya serius loh, karena MAYORITAS orang Indonesia saya jumpai hanya melakukan transaksi beli dan jual berdasarkan rumor saja atau ‘ikut-ikutan’ orang, ini yang disebut sebagai gambler).

MAYORITAS orang inilah yang termasuk dalam kategori 85% orang yang gagal di dunia pasar modal. Padahal… sudah belajar pun belum tentu berhasil, apalagi tidak belajar dan hanya ikut-ikutan ‘rumor’ saja. Makanya, wajar saja jika banyak orang Indonesia takut berinvestasi di pasar modal karena mereka melihat 85% orang mengalami kegagalan.

Lalu, apa sih bedanya investasi dan trading ?

Perbedaan antara investasi dan trading terletak pada jangka waktu (time frame) nya. Investasi memiliki time frame yang lebih panjang (hitungan bulan atau tahun),  sedangkan trading memiliki time frame jangka pendek (hitungan menit, jam, hari, minggu, atau 1-2 bulan).

Oke, sudah jelas yah bedanya investasi dan trading ?

Orang yang melakukan trading disebut sebagai trader, dan trader sendiri dibagi menjadi dua, yaitu professional trader dan juga part time trader.

Professional trader adalah para professional terlatih yang memiliki jam terbang di atas orang rata-rata. Orang-orang seperti ini menaruh uang di pasar modal bukan hanya sekedar menaruh ‘uang nganggur’ atau mencari tambahan ‘uang jajan’ , tetapi ‘menggantungkan hidup dan mencari sesuap nasi’ dari pasar modal atau istilahnya ‘trading for a living’. Di luar negeri, Anda bisa search di internet nama-nama seperti Larry Williams, Gerald Appel, atau Alexander Elder. Saya sudah membaca beberapa buku mereka dan menambah wawasan saya. Namun, karena trading for a living bukan menjadi impian saya, jadi hanya untuk menambah wawasan saja.

Kalau di Indonesia sendiri, salah satu contoh yang melakukan ‘trading for a living’ dan saya kenal secara pribadi adalah Santo Vibby yang juga merupakan salah satu mentor saya. Beliau adalah penulis dua buku best seller “When to Buy and Sell Candlestick Can Tell” dan “Jual Saham Anda Lebih Mahal”. Saya merekomendasikan Anda untuk membeli buku ini di toko buku karena kedua buku ini membahas dua tools analisa teknikal yang paling DAHSYAT yaitu candlestick dan juga chart pattern.

Oya, saya tidak dibayar yah untuk mempromosikan buku ini. Saya benar-benar jujur bahwa buku ini benar-benar bagus dan WAJIB dibaca. Kalau untuk investasi, sekarang Jhon Veter, salah seorang mentor saya juga, sudah ‘menelorkan’ sebuah buku yang sangat lengkap mengenai investasi fundamental dengan judul “Happy Investing”. Silahkan cari di toko buku terdekat. Buku ini baru saja terbit tetapi langsung habis terjual dalam waktu singkat. Saya yakin buku ini juga akan menjadi best seller!

santo vibby

Oke… itu kan professional trader. Terus, kalau part time trader apa sih ?

Part time trader adalah orang-orang yang trading hanya untuk ‘iseng’ saja, istilahnya untuk menambah ‘uang jajan’ atau ‘pemasukan’. Kalau saya pribadi, termasuk kategori part time trader ini. Jadi, saya trading hanya untuk iseng saja, karena bagi saya trading is just a game. Yang namanya game tentunya ada aturan mainnya. Jika Anda tidak belajar, maka Anda 85% pasti kalah. Nah, kedua buku di atas adalah aturan main dasar dalam dunia trading. Jadi segera beli, baca, dan PRAKTEK!

Kalau Investor Sibuk sendiri membahas yang mana nih ?

Good question! Pada paragraf-paragraf sebelumnya saya sudah membahas mengenai trading. Nah, investor sibuk ini lebih membahas ke arah investasi. Mengapa? Karena saya pribadi hanya memiliki waktu luang yang sedikit dalam mengamati pasar. Makanya saya hanya menjadi part time trader, itupun kadang-kadang saja (kalau lagi liburan atau lagi punya banyak waktu).

Selain itu, saya mengamati juga bahwa di luar sana, buku-buku yang beredar di pasaran hanya membahas tentang trading, trading, trading, trading, trading, dan trading! Jarang sekali buku yang membahas mengenai investasi secara praktikal (hingga hari ini yang baru saya temukan membahas investasi secara praktikal hanya buku-bukunya Adam Khoo dan Robert G.Allen karena sisanya terlalu teknis, contohnya Intelligent Investor dari Benjamin Graham).

Padahal, mayoritas orang yang saya jumpai memiliki kesibukan lain dan tetap ingin mendapatkan untung dari bursa saham melalui investasi tetapi ‘nggak mau repot’ baca-baca laporan keuangan atau analisa-analisa rumit lain. Namun, karena di pasaran sana buku-buku yang banyak beredar adalah tentang trading for a living, orang-orang ini jadi salah kaprah dan menempatkan dirinya sebagai trader agresif. Dan di sisi yang lain lagi, buku-buku tentang investasi yang beredar terlalu tebal dan terlalu teknis ;(

Atas dasar itulah, saya meluangkan waktu-waktu liburan kuliah saya untuk menuliskan pengalaman saya dalam paket pembelajaran InvestorSIbuk.com dan kebetulan saya memang senang sekali menulis. Saya masih ingat ketika ayah saya mengajak untuk mengisi waktu liburan dengan berjalan-jalan sekeluarga ke Bali tetapi saya tolak dengan alasan mau menulis buku.

So, saya benar-benar membagikan pengalaman saya dengan sepenuh hati dan tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali. Kenapa harus meluangkan waktu liburan untuk menulis ? Karena saat kuliah, waktu saya benar-benar padat dan hampir tidak ada waktu sama sekali untuk bersantai…

Kembali ke Laptop! Loh katanya Ferdie berinvestasi, tapi koq di atas disebut sebagai part time trader ? Mana yang bener nih?

Oke, biar tidak bingung, saya jelaskan dalam gambar saja yah :

investasi ferdieSekarang sudah cukup jelas kan ? Jadi, total dana saya digunakan untuk dua hal sekaligus, yaitu  investasi dan juga part time trading (kadang-kadang saja kalau lagi santai atau banyak waktu). Kalau lagi tidak ada waktu, ya berarti 100% berinvestasi…

WAJIB DIKETAHUI : Perlu diingat bahwa dana investasi yang saya gunakan adalah ‘uang nganggur’ (bukan uang operasional sehari-hari). Uang nganggur ini saya dapatkan dari tabungan yang sudah dikumpulkan sejak Sekolah Dasar dan saya dulu juga  hobi design-design kaos dan menjualnya sehingga terkumpul cukup uang (bukan minta orang tua yah.. hehe)

Nah… saya sendiri termasuk tipe investor yang cukup konservatif. Anda mungkin berpikir bahwa saya menaruh 100% uang saya di bursa saham. Tidak demikian! Ini adalah rinciannya : investasi ferdie2

Meskipun usia saya masih terbilang muda, dan biasanya anak muda itu agresif, saya tetap percaya bahwa orang yang konservatif akan terus bertahan. Idola saya adalah Warren Buffett. Sumber-sumber mayoritas hanya membahas bahwa Warren Buffett membangun kekayaan dari saham saja. Padahal, saya pernah membaca dari salah satu sumber terpercaya yang mengatakan bahwa sebenarnya dana terbesar Warren Buffett berada di US Government Bond yang dibelinya.

Baiklah…karena saya termasuk konservatif, saya akan bongkar kepada Anda bagaimana saya mengelola uang ‘nganggur‘ yang saya miliki :

Oke, saya sudah bongkar bagaimana cara saya mengelola uang nganggur. Anda bisa lihat di sana bahwa yang saya investasikan di saham hanya 20-30%nya saja. Itupun max hanya 5 saham karena pusing juga kalau terlalu banyak. Saya tidak pernah investasi di saham ‘gorengan’ yang ‘nggak jelas’. Saya selalu berinvestasi hanya pada saham-saham blue chip dengan kapitalisasi perdagangan yang besar.

Nah 1% sisanya baru deh saya iseng-iseng trading Options. Sebenarnya bisa juga sih forex/index/komoditi kalau Anda mau. Namun, saya pribadi tidak pernah bermain-main dengan forex/index/komoditi karena menggunakan leverage (margin). Saya paling ‘ngeri’ sama yang namanya ‘margin/leverage’.

Pertanyaannya, kenapa derivatif hanya 1 % ? Jawabannya : karena potensi profit di option (derivatif) bisa sangat besar. Anda mungkin pernah melihat preview seminar-seminar options yang melampirkan bukti profit ratusan persen dalam hitungan jam atau hitungan hari. Itu adalah KENYATAAN karena memang option bisa menghasilkan return seperti itu. Beberapa orang sering tidak percaya karena it’s too good to be true. Namun, jika Anda mengerti konsep Options yang sebenernya, memang benar bahwa profit ratusan –ribuan persen di options adalah sesuatu yang NORMAL.

Hanya saja, yang saya kurang SETUJU adalah :  rata-rata seminar-seminar itu tidak menjelaskan bahayanya bermain options. Yang ditunjukkan hanyalah PROFIT, PROFIT, dan PROFIT. Tapi memang manusia memang senang sekali sih bila diberikan tawaran-tawaran cepat kaya seperti itu.

Bila Anda masih baru, saya tidak menyarankan Anda untuk bermain options terlebih dahulu. Kelihatannya memang gampang dan banyak strategi-strategi yang kelihatannya mudah seperti Buy Call, Buy Put, Covered Call, Protective Put, Vertical Spread, Horizontal Spread, dll (Jika Anda bingung dengan istilah ini, tidak usah dipedulikan deh karena memang saran saya jangan bermain di instrumen ini dulu).

Padahal, options itu berbahaya karena bisa expired. Kalau misalnya Anda investasi di saham, jika sahamnya turun, Anda bisa mendiamkannya saja karena ‘siapa tahu’ saham itu bakal naik suatu hari nanti. Namun, jika Anda bermain Options, ada masa expirednya. Jika pasar melawan arah dan ternyata tidak sesuai prediksi, kemudian masa berlaku options itu HABIS, uang Anda 100% hilang! Saya serius nih karena biasanya seminar-seminar options di luar sana jarang memberi tahu hal ini.  Malah, ada strategi yang amat sangat berbahaya. Beberapa orang mungkin pernah mendengar GAP trading (jika bingung dengan istilah ini, tidak usah dipedulikan). Profitnya bisa ribuan persen dalam hitungan jam. Ini juga sebuah kenyataan dan bisa dipraktekkan, karena konsepnya sangat sederhana. Anda bisa googling di internet kalau tidak percaya. Saya memiliki teman yang sudah membuktikannya…

Pertanyaannya adalah …. Apakah profit seperti itu bisa dihasilkan secara konsisten ? Jawabannya : Sulit Sekali.. Jadi, kalau memang Anda tetap ingin mencoba bermain di sini, hanya gunakan 1% saja dari total uang Anda, seperti yang saya lakukan. Bila untung, profitnya bisa besar, tetapi bila rugi ya sudah, toh hanya 1% dari total dana kan.Jadinya tetap aman… ;P

Sederhana bukan??

Pesan saya : Jangan tergiur dengan seminar-seminar yang menjanjikan profit ribuan persen dengan alasan ingin cepat kaya. Tidak ada hal seperti itu. Semua butuh kerja keras. Tetaplah konservatif karena konservatif sudah pasti menang. Buktinya ?? Tentu Warren Buffet!

Sekarang coba Anda search di internet, apakah ada trader options atau trader forex agresif yang masuk jajaran orang terkaya dunia? :P Hmm.. mungkin Anda menjawab George Soros. Saya pernah baca di sebuah sumber (lupa di mana) ternyata George Soros pun bukan melakukan trading agresif seperti yang dipikirkan kebanyakan orang. Di sumber itu ditulis bahwa George Soros melakukan analisanya matang-matang baru kemudian mengambil keputusan. Bukan trading hourly (jam-jaman) seperti yang dipikirkan kebanyakan orang.

So, jika memang ingin bermain forex atau options, jadikan itu hanya sebagai alternatif/variasi saja untuk meningkatkan jumlah income Anda, tapi jangan jadikan ini sebagai satu-satunya kendaraan investasi Anda karena sangat berbahaya!

Kembali ke InvestorSibuk.com

Nah, tadi kan saya sudah membongkar cara saya mengatur uang nganggur. Apa sih yang disampaikan dalam paket pembelajaran investorsibuk.com ini ? Untuk berinvestasi, biasanya orang lebih percaya pada analisa fundamental. Untuk trading, orang lebih percaya analisa teknikal. Jika belum tahu apa itu analisa fundamental dan teknikal, silahkan googling di internet yah…

Namun, melakukan analisa fundamental dengan membaca laporan keuangan, data sektoral, inflasi, Gross Domestic Product, suku bunga, dan sebagainya membuat sebagian orang menjadi MALAS. Akhirnya kembali ke ilmu gambling dengan ikut-ikutan orang lain atau percaya nasehat BROKER. Saya pribadi tidak pernah percaya dengan siapapun ketika berinvestasi di pasar modal karena saya memiliki tools yang spesifik dan aturan yang jelas dalam berinvestasi. So.. dalam paket pembelajaran investorsibuk.com ini saya menunjukkan kepada Anda cara sederhana yang saya lakukan dengan menggabungkan analisa fundamental dan teknikal sesederhana mungkin sehingga saya cukup meluangkan waktu 10 menit, bahkan kurang, setiap minggunya…

Penasaran ?


Tunggu saja tanggal mainnya!

Jangan lupa untuk berikan komentar terbaik Anda di kotak yang telah disediakan!

Salam Sukses,

Ferdie Darmawan

Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com LAUNCHING Tanggal 25 Mei 2010

Khusus untuk satu orang spesial  ini, ‘tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu‘ untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT…Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !
Jadi
tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-

Bocoran Soal Ujian Nasional…

ujian-nasional

Ssst.. saya punya bocoran Soal Ujian Nasional loh. Ha? Koq tiba-tiba membahas tentang UAN. Lagian…bukannya Ujian Nasional sudah selesai ya?

Saya hanya bercanda koq hehe, lagian apa hubungannya investasi sama ujian nasional…

Judulnya sengaja saya tulis seperti itu supaya Anda mau membaca artikel ini  dan semakin penasaran…

Oke, kita serius sekarang :

Artikel kali ini akan membahas sedikit bocoran: Apa sih yang Akan Anda dapatkan dalam Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com ?

Berbagai  mitos yang beredar di masyarakat mengenai bursa saham membuat banyak orang enggan berinvestasi pada instrumen ini. Mitos-mitos populer yang beredar yakni berinvestasi di saham identik denganJUDIatau ‘Anda harus TERUS-MENERUS memantau layar monitor’ jika ingin berinvestasi di bursa saham. Mitos-mitos inilah yang membanjiri pikiran masyarakat dan membuat mereka tidak menyadari bahwa investasi di bursa saham sebenarnya menawarkan keuntungan-keuntungan yang sangat menjanjikan dengan resiko terkontrol.

Investasi di bursa saham merupakan salah satu pilihan untuk mencapai kebebasan finansial dan tidak dibatasi oleh kesibukan, waktu, maupun usia.

Paket pembelajaran InvestorSibuk ini lahir dari keinginan saya untuk tetap dapat berinvestasi di kala kesibukan kuliah dan untuk buku digital investor sibuk sendiri sengaja disusun dengan jumlah halaman yang tidak terlalu tebal agar orang-orang sibuk tetap dapat membacanya. Saya perhatikan, buku-buku di luar sana hampir semuanya mengajarkan Anda untuk trading for a living. Padahal, beberapa orang yang saya jumpai justru hanya ingin menjadikan saham sebagai salah satu sumber passive incomenya. Toh, daripada hanya deposito, yang biasanya tidak mampu mengalahkan inflasi. =p Benar demikian ?

Lewat buku yang simpel tapi mudah dicerna dan aplikabel ini, saya akan mengajak Anda untuk berinvestasi menggunakan metode-metode praktis dan sederhana yang sengaja disusun khusus untuk orang-orang ‘sibuk’ seperti Anda yang tidak mungkin mengamati investasi Anda secara terus menerus.

Hanya dengan ‘10 menit’ setiap minggunya, Anda tetap dapat menikmati keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh bursa saham, dan tentunya dengan resiko yang terkontrol.

Cara yang saya sharingkan tidaklah mudah. Buku maupun cd dan video tutorial hanyalah sebatas ‘alat’ dan ‘sarana’. Setelah Anda baca buku serta mendengarkan audio dan menonton video tutorial yang ada dalam paket pembelajaran ini, Anda harus langsung PRAKTEK. Namun, prakteknya juga jangan membabi buta, tetap harus menunggu kondisi PASAR!

Temukan RAHASIA-RAHASIA yang akan menjadikan Anda sebagai InvestorSibuk yang sukses, di antaranya:

  • Cara paling sederhana untuk menjadi pemenang di bursa
  • Empat (4) siklus dalam pasar modal dan cara termudah mendeteksinya
  • Bagaimana cara menguasai pola candlestick yang jumlahnya puluhan pola hanya dalam hitungan ‘detik’,
  • Hingga tips-tips analisa fundamental praktis yang membuat Anda tampak seperti layaknya seorang analis fundamental profesional dalam sekejap.
  • dan masih banyak lagi…

Penasaran ??

Silahkan Kencangkan Sabuk Pengaman Anda dan Tunggu Segera Kehadiran Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com !

Dan.. Jangan lupa untuk mengundang teman Anda sebanyak-banyaknya serta berikan komentar terbaik Anda untuk mendapatkan Paket Pembelajaran tersebut secara GRATIS! Ingat, hanya untuk 3(tiga) orang pertama yang mencapai 1500 referral loh! Lewat dari 3 orang itu tentunya harus membayar..

Harganya berapa ya ? Tenang saja,, Anda pasti kaget sekali karena harganya akan amat sangat murah dibandingkan dengan kualitas materi yang ada di dalamnya.

Selamat Mengundang Teman,

Ferdie Darmawan

Saya Butuh Pendapat Anda…

opinion-polls--123480475609387000

Halo semua, ratusan email masuk ke helpdesk saya setiap harinya dan mengatakan untuk mempercepat proses Launching.

Untuk itu, saya butuh pendapat Anda.. Saya merencanakan akan mempercepat proses launching menjadi sekitar tanggal 15 Mei 2010..

Saya butuh pendapatnya.. Tuliskan comment Anda sekarang jika Anda setuju atau tidak… Terima Kasih…

Mengapa Produk Digital / Produk Informasi ?

digital_lifestyle

Ide tulisan ini muncul karena ada beberapa pertanyaan yang masuk ke helpdesk saya dan bertanya mengenai “Kenapa saya memilih ide membuat paket pembelajaran InvestorSibuk.com dalam bentuk digital atau lebih dikenal sebagai Information Product ?”

Perlu Anda ketahui, pada awalnya saya juga memiliki pemikiran sama seperti kebanyakan dari Anda. Dulu, saya berpikir bahwa internet marketing/bisnis online sama dengan penipuan. Apalagi, di internet (khususnya INDONESIA) banyak sekali program-program MLM internet yang tidak jelas arahnya dan menjanjikan kaya secara instan dan memang tidak dapat diterima secara logika.

Program-program penipuan MLM di internet biasanya memerintahkan Anda untuk menyetor sejumlah uang, lalu dijanjikan bahwa uang tersebut akan berkembang dari waktu ke waktu. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan diri sendiri. Akibat ulah orang-orang tidak bertanggung jawab ini, internet marketing di Indonesia dianggap sebagai penipuan.

Terus terang, saya tidak pernah percaya dengan model bisnis MLM Internet seperti itu dan beruntung bahwa saya menemukan arah yang benar ke dunia digital product/online business yang sebenarnya.Dan.. di luar negeri pun sudah banyak para penulis yang memanfaatkan internet untuk memasarkan produk/ buku mereka seperti Mark Victor Hansen, Robert G Allen, Adam Khoo, Joe Vitale, dan masih banyak lagi…

Awal Mula Saya Mengenal Internet Marketing dan Digital Product…

adam khoo

Semua itu bermula ketika saya membaca buku karangan Adam Khoo yang berjudul “Secret of Self Made Millionaire”. Kalau yang belum tahu siapa itu Adam Khoo, beliau adalah milyuner muda dari Singapura yang mencapai financial freedom di usia yang sangat muda dan Adam Khoo sendiri menjadi salah satu inspirator saya selama ini.

Di dalam buku Secret Of Self Made Millionaire itu, Adam menjelaskan berbagai cara untuk mendapatkan residual income (passive income). Cara-cara yang dilakukannya antara lain adalah melalui investasi di pasar modal, internet marketing, dan juga bisnis. Adam khoo sendiri sudah memulai bisnisnya dari muda yaitu dengan menjadi penyelenggara pesta disko serta mengajarkan teman-teman di sekitarnya mengenai accelerated learning (cara belajar cepat).

Salah satu guru idola dari Adam Khoo adalah Robert G. Allen. Bagi yang belum tahu, Robert G. Allen ini adalah seorang multi milyuner dari Amerika yang merupakan rekan penulis Mark Victor Hansen (Penulis Buku terlaris sepanjang masa Chicken Soup Series ) dalam buku Cracking The Millionaire Code. Silahkan googling mengenai Robert G. Allen di internet jika Anda ingin lebih mengetahuinya secara lengkap.

Saya pribadi juga sudah membaca buku Robert G Allen yang berjudul Multiple Stream Of Income. Robert mengajarkan kita semua agar memiliki penghasilan lebih dari 1 sumber agar jika terjadi sesuatu pada pendapatan kita itu, masih ada sumber lain yang akan mengamankan.

Sumber-sumber yang Robert gunakan adalah investasi di saham dan options, properti, internet marketing, serta pabrik/bisnis yang dimilikinya, dan juga berbagai seminar yang ia selenggarakan.

Multiple Stream Of Income

51TVXQK7DRL._BO2,204,203,200_PIsitb-sticker-arrow-click,TopRight,35,-76_AA240_SH20_OU01_

Mungkin Anda bertanya-tanya, siapa itu Robert G. Allen? Robert G Allen jelas berbeda dengan Robert T. Kiyosaki. Namun, mereka berdua sama-sama orang yang menulis tentang kekayaan. Hanya saja, saya juga tidak tahu kenapa buku Robert G Allen tidak ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan tidak setenar Robert Kiyosaki. Saya sendiri membeli versi Inggris dari buku “Multiple Stream of Income” dari salah satu toko buku import yang ada di Jakarta.

Padahal, menurut saya, buku-buku Robert G. Allen sifatnya lebih praktikal dibandingkan dengan buku-buku dari Kiyosaki, sehingga saya pribadi pun lebih menyukai buku-buku Robert G. Allen.  Buku-buku Kiyosaki isinya hanya berupa ‘insight’ atau ide-ide saja, dan tidak dijelaskan cara penerapannya secara teknis. Bagi pemula atau orang-orang awam yang ingin membuka mindsetnya tentang keuangan, saya rasa buku Kiyosaki sangat layak dibaca. Namun, bagi orang-orang yang menginginkan hal teknis, buku Kiyosaki kurang saya rekomendasikan.

Malah ada pendapat yang mengatakan bahwa Robert Kiyosaki justru menjadi lebih kaya setelah menulis buku tentang ‘bagaimana caranya menjadi kaya’. Lucu sekali sih kalau dipikir-pikir. Tapi terlepas dari itu semua, paling tidak buku-buku Kiyosaki telah membuka pikiran banyak orang tentang pentingnya investasi dan melek keuangan. Perkara apakah benar ia justru menjadi kaya setelah menulis buku ‘bagaimana caranya menjadi kaya’ tentu tidak ada yang tahu.

Toh, buktinya apa yang ditulisnya banyak dibeli orang dan menjadi international best seller. Artinya, apa yang ditulisnya benar-benar bermanfaat. Kalau tidak bermanfaat, mana mungkin ada yang beli dan menjadi best seller ? Saya rasa, orang-orang yang protes hanyalah orang-orang yang iri hati dengan kesuksesan Kiyosaki…

Kembali lagi ke Adam khoo dan Robert Allen. Yang jelas, buku-buku Robert G.Allen dan Adam Khoo memberikan nuansa yang berbeda dibanding buku-buku Kiyosaki . Jadi, saran saya : bacalah buku- buku karangan Robert G. Allen dan Adam Khoo karena terasa sekali perbedaannya dengan buku-buku Kiyosaki (ini hanya pengalaman saya pribadi).

Saya berharap ada orang yang membaca tulisan saya dan bersedia menterjemahkan buku “Multiple Stream of Income” ke dalam Bahasa Indonesia. Saya rasa buku tersebut pastimenjadi BEST SELLER jika ada terjemahan Bahasa Indonesianya!  Wah Menarik juga ya…

Oke.. sekarang Anda sudah tahu latar belakang mengapa saya memilih untuk menyusun paket pembelajaran digital InvestorSibuk.com ini…

Nah, apa sih kelebihan dari produk digital/produk informasi ?

Ini adalah beberapa pendapat pribadi saya mengenai produk digital/produk informasi dan perbedaannya dengan buku fisik yang dijual di toko buku.

Produk Fisik (Buku Fisik) umumnya hanya berisi informasi yang sifatnya ‘what to’ sedangkan produk digital  berisi informasi yang bersifat ‘how to’

Anda pasti tahu bahwa banyak sekali buku-buku fisik beredar di toko buku mengenai investasi saham (sesuai topik yang saya tulis). Coba Anda perhatikan bahwa rata-rata isinya hanyalah cerita-cerita saja mengenai peluang investasi saham, bagaimana memulai investasi saham (what to), pengertian dividen, pengertian capital gain, istilah-istilah pasar modal, dan kebanyakan hanya berupa teori.

Misalnya : banyak sekali buku yang hanya menjelaskan mengenai macam-macam analisa teknikal, ada juga yang menjelaskan hanya pengertian dasar saham, langkah-langkah membuka account di saham, pengertian dasar ekonomi, atau bahkan saya pernah menjumpai buku di toko buku yang isinya hanyalah daftar kumpulan nama saham dan juga kumpulan nama sekuritas. Saya malah kadang heran dan bertanya-tanya kepada diri sendiri ,”Kok buku seperti itu bisa terbit di toko buku ya?” Rata-rata isinya hanyalah teori yang terlalu teknis dan cerita-cerita yang sulit untuk dipraktekkan.

Nah.. setelah merenung sekian lama, saya jadi tahu alasannya. Saya sempat bertanya-tanya dengan para penulis buku dan menemukan jawaban kenapa rata-rata buku yang ditulis di toko buku isinya hanyalah informasi yang sifatnya what to saja.

Bahkan, saat ini banyak sekali para pembicara yang menulis buku yang isinya hanya informasi ‘what todan kemudian ujung-ujungnya para pembaca digiring untuk ikut seminarnya yang tentunya harganya berpuluh-puluh kali lipat dari harga buku tersebut…

Lantas, banyak orang –orang negatif di luar sana yang bilang kalau yang dilakukan oleh para pembicara dan penyelenggara seminar itu adalah praktek penipuan. Orang-orang negatif di luar sana berpendapat bahwa “Ah, untuk apa beli buku-buku seperti itu, isinya hanya kulit-kulitnya saja dan ujung-ujungnya nanti dia jualan seminar yang mahal!”

Jika Anda sama seperti MAYORITAS orang negatif di luar sana, pasti Anda akan menganggap bahwa pendapat tersebut benar. Padahal, Anda harusnya menempatkan diri Anda di posisi para penulis buku dan penyelenggara seminar itu. Baru setelah itu Anda akan tahu mengapa mereka melakukan hal itu…

Sesuaikan dengan Kebutuhan Anda!

“Terlepas dari semua itu, dalam membeli buku, membeli produk digital, ataupun mengikuti seminar, cobalah Anda tanyakan pada diri sendiri ,”Apakah sesuai dengan kebutuhan Anda  atau tidak?”. (tulisan ini diambil dari blog Cosa Aranda dengan sedikit modifikasi, klik di sini)

Pertimbangkan baik-baik dan jangan sampai Anda membeli hanya karena emosi. Yang paling penting: jika Anda merasa sudah mahir, JANGAN membeli produk/buku atau seminar yang dibuat untuk pemula. Demikian pula sebaliknya. Kenapa? Karena apabila target market dan consumer benar-benar match, maka saya yakin sebenarnya (hampir) semua buku, produk, maupun seminar yang ada itu akan  bermanfaat. So, jangan keburu men-judge ‘pengikut fanatik’ sebuah produk digital/buku/seminar adalah orang ‘bodoh’ yang ‘tertipu’ oleh produk/buku/seminar yang bersangkutan. Bisa jadi memang merekalah target sesungguhnya dari produk tersebut dan mereka memang mendapatkan banyak ilmu dari produk tersebut.”

Sekali lagi, semua tergantung cara pandang Anda terhadap sesuatu. Apabila dari awal Anda sudah memiliki pandangan negatif, maka hasil yang Anda dapat adalah hasil negatif juga…

Oke.. kembali ke topik kenapa info di buku isinya hanya ‘kulit saja/what to.

Setelah saya bertukar pendapat dengan para penulis buku dan penyelenggara seminar yang saya kenal, saya menemukan benang merah mengapa hal itu terjadi ….

Alasannya : Royalti dari penulisan buku itu sangatlah kecil (berkisar rata-rata hanya 10% saja per buku). Padahal, pengalaman dari si penulis buku atau penyelenggara seminar itu diperoleh dengan harga yang sangat mahal. Apakah anda pernah berpikir bahwa mereka mendapatkan semua itu dengan melewati berbagai rintangan, mengeluarkan biaya yang amat sangat mahal, belum lagi motivasi, inspirasi, dan juga mereka juga pasti pernah berada di titik terendah dan bangkit dari keterpurukannya, dan bukan hal yang mudah untuk melakukan branding, apalagi membangun reputasi ???

Lantas, orang-orang mengharapkan informasi gratisan atau informasi murah hanya dari membeli buku saja di toko buku atau informasi gratisan dan berharap bahwa isi dari buku itu menjelaskan SEMUA pengalaman si penulis? Lagipula, agak sulit jika menuliskan seluruh pengalaman dalam bentuk tulisan.

Baiklah, jika Anda masih belum bisa menerima alasan mengapa buku-buku di toko buku isinya hanya informasi ‘what to’ saja, cobalah untuk suatu saat Anda menjadi penulis buku karena terkadang sulit bagi Anda untuk menerima suatu kenyataan apabila Anda sendiri belum terlibat langsung di dalamnya.

Dulu saya juga memiliki pemikiran seperti kebanyakan dari Anda, hingga suatu hari saya memutuskan untuk membagikan pengalaman saya dengan menyusun paket pembelajaran InvestorSibuk.com ini dan baru menyadari ketika saya berada di posisi mereka.

Dari Mana Saya Bisa Mengatakan Seperti Ini ?

Sekali lagi, semua ini berawal dari pengalaman saya membaca buku “Secret of Self Made Millionaire” karangan Adam Khoo. Waktu itu, saya membeli buku fisiknya di Gramedia. Saya mendapatkan insight-insight dan juga informasi ’what to’ dari buku Adam. Tapi, ada beberapa informasi yang hilang karena tentunya buku tidak dapat menjelaskan segala sesuatunya secara detil.

Adam Khoo sendiri juga menyediakan paket pembelajaran digital mengenai buku Secret of Self Made Millionairenya ini. Lalu, saya membeli paket pembelajaran yang disusun oleh Adam. Harganya sekitar US$ 140 kalau saya tidak salah ingat.  Anda bisa melakukan pembayaran menggunakan Credit Card atau Paypal (jika punya) dan tenang saja karena transaksinya aman dan saya juga sudah pernah membeli paket pembelajaran ini.Anda bisa membelinya juga pada link di bawah ini jika memang berminat :

=> Sayabutuh.info/tentang/adamkhoo

Paket pembelajaran Adam Khoo ini adalah paket pembelajaran pertama yang saya beli di internet. Anda perlu tahu bahwa setelah saya membaca, mendengarkan berbagai Audio CD, dan tentunya MEMPRAKTEKKANNYA, banyak terjadi perubahan-perubahan dalam hidup saya ke arah yang lebih baik!

Selanjutnya, saya jadi rajin menginvestasikan uang saya ke berbagai paket pembelajaran lain dari berbagai guru investasi, guru-guru kesuksesan, dan juga internet marketing baik dalam negeri maupun luar negeri…

Anda perlu tahu juga bahwa saya juga telah membaca hampir 200 buku sampai hari ini mengenai topik-topik di bidang Marketing, Investasi, Bisnis, Psikologi Modern, dan topik-topik lain yang tentunya akan membuat kehidupan saya ke arah yang lebih baik dan juga telah mengikuti puluhan seminar di berbagai bidang.

Dari pengalaman-pengalaman saya itu,  tiba-tiba muncul “IDE” di kepala saya untuk membuat hal yang sama karena hingga hari ini belum ada orang yang menyusun paket pembelajaran digital mengenai investasi di pasar modal Indonesia. Sejak hari itu, saya menjadi sangat giat mempelajari berbagai hal tentang internet marketing dan digital product serta berkeinginan untuk membuat paket pembelajaran digital hingga akhirnya terwujud dalam paket pembelajaran digital InvestorSibuk.com yang akan segera diluncurkan beberapa waktu ke depan, dan kebetulan juga saya memang suka MENULIS.

Produk Digital  kualitasnya sama dengan seminar, tetapi harganya jauh lebih murah!

Kelebihan lain dari produk digital adalah kualitasnya yang sama dengan seminar-seminar yang ada, tetapi harganya jauh lebih murah dari seminar. Saya pribadi ketika awal-awal mempelajari tentang investasi di pasar modal dan juga internet marketing, saya banyak membeli paket pembelajaran dari website-website dalam maupun luar negeri. Alasannya, harganya lebih murah dibanding mengikuti seminar-seminar yang mahal. Seminar Adam Khoo sendiri harganya berada di kisaran 15 juta rupiah.

Jadi,, akan lebih bijak bagi saya jika membeli paket pembelajarannya saja karena harganya US$ 140 (sekitar 1,5 juta rupiah).

Lalu, sebagian dari Anda pasti berpikir ,”Wah, harus ada modal dong yah kalau mau sukses!”.

Yah, begitulah.. Segala sesuatu memang butuh pengorbanan. Pasti beberapa dari Anda bertanya-tanya, darimana saya mendapatkan uang untuk membeli buku dan mengikuti seminar-seminar itu ? Saya cukup beruntung karena dari kecil saya sudah terbiasa menabung. Biasanya ketika saya ulang tahun, saya selalu meminta hadiah berupa ‘mentah’ nya dan bukan berupa barang. Lalu, saya juga sudah terbiasa menyisihkan uang jajan untuk ditabung sejak kecil.

Saya juga suka membuat design – design kaos dan menjualnya lalu memperoleh cukup banyak uang dari sana. Ini adalah sumber income pertama saya, selain uang tabungan dari kecil. Awalnya kedua orang tua saya tidak mengijinkan untuk belajar mengenai pasar modal karena seperti kebanyakan orang menganggap bahwa pasar modal itu terlalu berbahaya untuk dimasuki!

Padahal, seperti kata Warren Buffett “Risk Comes From Not Knowing What You Are Doing!”. Jadi, awalnya saya memulai investasi dengan uang yang kecil (hasil tabungan saya) dan tidak bilang-bilang kepada siapapun, alias diam-diam memulai investasi di reksadana baru pelan-pelan beralih langsung ke saham.

Selanjutnya, setelah mendapat kepercayaan dari orang tua, maka mereka malah menitipkan sebagian uangnya, termasuk keluarga terdekat yang lain.

Lalu, uang profit itu saya gunakan lagi untuk ikut seminar. Ketika ilmu saya tambah, otomatis income saya juga tambah. Lalu saya mulai ikut seminar-seminar lain juga seperti Internet Marketing, Psikologi, Bisnis, dan juga bidang-bidang lainnya. Sampai hari ini, itulah yang saya lakukan. Ketika saya mendapat profit tambahan, saya gunakan uang itu untuk ikut seminar –seminar lainnya dan tidak membeli barang-barang konsumtif. Saya mengikuti prinsip Robert G. Allen dan Adam Khoo bahwa barang-barang konsumtif hanya dibeli seperlunya saja dan harus dari Passive Income.

Kalau Anda mau tahu, seminar pasar modal pertama yang saya ikuti adalah seminar dari J-CLUB yang diasuh oleh Soeratman Doerachman, Bapak Saham Indonesia. Alasannya:  harganya paling terjangkau di kantong saya (sebagai mahasiswa) dibandingkan seminar-seminar lain, tapi kualitasnya tetap oke punya! Silahkan Anda cek ke sana kalau memang Anda berminat. Saya tidak dibayar untuk mempromosikan pelatihan mereka loh, tapi memang ini murni pengakuan pribadi saya! Hehehe…

Beberapa Pertimbangan Saya Menyusun Paket Pembelajaran Digital InvestorSIbuk.com

Nah.. kira-kira Anda sudah tahu yah kenapa saya menyusun paket pembelajaran digital InvestorSibuk.com ini :

Pertama, kalau saya hanya menulis buku fisik saja di toko buku, saya tidak akan menulis dengan totalitas karena royaltinya hanya 10 %, padahal saya sudah mengeluarkan banyak sekali uang untuk mendapatkan semua ilmu dan pengalaman. Secara jujur saya katakan bahwa saya tidak RELA! Oleh karena itu, saya menyusunnya dalam paket pembelajaran digital. Saya akui, harganya jelas lebih mahal dari buku, tetapi saya jamin bahwa harganya tidak akan semahal seminar-seminar yang ada di luar sana, tetapi kualitasnya sama persis, tidak ada hal yang saya rahasiakan sama sekali!

Kedua, banyak sekali teman-teman terdekat dan orang-orang yang meminta saya untuk mengajarkan cara saya dalam berinvestasi di pasar modal. Nah, daripada saya pusing dan repot karena harus mengajarkan banyak orang satu per satu , lebih baik saya susun dalam sebuah paket pembelajaran, karena jadwal saya memang cukup padat dan tidak mungkin mengajarkan mereka satu per satu. Untuk menyusun paket pembelajaran ini saja saya banyak mengorbankan waktu liburan saya

Ketiga, saya menjumpai banyak orang yang berada di daerah-daerah di luar kota besar yang ingin mengikuti seminar dan harus datang ke Jakarta tapi terkendala waktu dan juga biaya. Dengan adanya paket pembelajaran ini, saya harap bisa membantu mereka semua.

Keempat, saya mengamati bahwa jumlah investor ritel di Indonesia masih sangat sedikit (kurang dari 1% dari total jumlah penduduk). Hal ini sangat memprihatinkan karena sulitnya akses ke informasi yang benar mengenai pasar modal atau karena terlalu banyaknya informasi yang tidak berkualitas serta juga harga yang mahal. Padahal, di negara-negara lain seperti Singapura, Cina, Amerika, dan banyak negara di luar sana, hampir semua orang investasi di pasar modal.

Anda harus tahu juga bahwa di Amerika, pemadam kebakaran atau supir truk juga sudah berinvestasi di pasar modal. Ini artinya pendapatan per kapita mereka sudah cukup tinggi. Saya mengetahui fakta ini karena saya memainkan game cashflow dari Robert Kiyosaki. Di situ, karakter yang digunakan adalah supir bis atau pemadam kebakaran.  Menarik sekali ya? Hehehe..

Kenapa Produk Digital Harganya Lebih Mahal dari Buku Fisik ?

Beberapa dari Anda pasti bertanya-tanya, “Kok produk digital harganya lebih mahal dari produk fisik, kenapa ya ?” Rasanya saya tidak perlu menulis lagi pendapat saya karena sudah ada tulisan yang dibuat oleh  Cosa Aranda, salah satu pionir internet marketing di Indonesia. Untuk artikel lengkapnya, bisa Anda klik di sini. Ini adalah cuplikan artikelnya beserta komentar-komentar pribadi saya (yang berwarna merah) :

“Jawabannya hanya satu, karena resiko membuat buku digital jauh lebih besar dibandingkan membuat buku cetak. Seperti apa sih resikonya? Coba simak gambar di bawah ini.

UntitledDari keempat resiko di atas, kita dapat mengelompokkannya menjadi dua bagian, yaitu resiko yang berasal dari diri kita sendiri (inner risk) dan resiko yang berasal dari luar (outer risk).

Nah, yang merupakan ‘anggota’ dari inner risk adalah resiko penjualan dan resiko pemasaran. Yang dimaksud dengan resiko pemasaran di sini adalah resiko proses pemasaran ebook yang kita buat tidak berjalan dengan sempurna, dalam arti, informasi mengenai ebook kita tidak sampai ke calon pelanggan yang kita harapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan resiko penjualan adalah resiko tidak ada penjualan sama sekali terhadap ebook kita (atau jauh di bawah target) yang biasanya disebabkan oleh proses pemasaran yang tidak sesuai target dan tidak merata. Keduanya saya anggap sebaga inner risk karena seringkali disebabkan oleh diri kita sendiri.

Sampai di sini dulu, coba kita bandingkan dengan buku cetak. Dengan asumsi kita menggunakan jasa penerbit dan tidak melakukan pembuatan buku secara indie, maka distribusi buku cetak kita sudah pasti merata (tergantung kepada jasa penerbit yang kita gunakan). Selain itu, orang yang datang ke toko buku berasal dari berbagai golongan dan kemungkinan besar mereka sedang mencari buku dengan topik tertentu yang bisa jadi sama dengan topik buku yang Anda buat. Dengan demikian, resiko tidak adanya penjualan sekaligus resiko pemasaran di sini nyaris tidak ada.

Berikutnya adalah outer risk yang terdiri atas resiko pembajakan dan resiko pendiskreditan reputasi. Untuk resiko pembajakan saya rasa sudah cukup jelas, yaitu resiko produk kita dibajak dan disebarluaskan begitu saja di dunia internet. Resiko yang paling parah adalah resiko pendiskreditan reputasi yaitu resiko reputasi kita menurun gara-gara ebook kita dicap sebagai ebook sampah oleh segolongan pihak tertentu. Dengan asumsi di sini bahwa ebook yang kita buat tidak menipu dan telah kita buat sebaik-baiknya, maka kedua resiko tersebut saya anggap sebagai outer risk yang sulit untuk kita kontrol kehadirannya.

Sekarang bandingkan kembali dengan buku cetak. Saya rasa cukup jelas bahwa proses pembajakan terhadap buku cetak tidak sesering dan semudah pembajakan produk digital.

Apalagi dengan harga yang relatif murah, orang akan lebih memilih untuk membeli buku asli daripada membeli yang bajakan. Demikian pula untuk pendiskreditan reputasi, jarang sekali ada pengarang buku cetak yang memiliki reputasi buruk.

Bahkan pada saat bukunya benar-benar buruk pun, (Contohnya seperti kasus buku investasi tentang saham yang isinya hanya daftar list sekuritas dan list saham) hal itu masih sangat jarang terjadi. Di internet? Efek viralnya sangat luar biasa. Ada gosip buruk sedikit saja tentang ebook A, hanya dalam hitungan hari bisa saja semua orang sudah menganggap ebook A tersebut buruk.

Padahal itu baru gosip yang belum jelas diketahui kebenarannya. High risk banget, kan? Dan bisa saja, orang yang menyebarkan gosip itu adalah orang yang tidak suka dengan si pembuat produk dan belum tentu dia sudah benar-benar membeli produk itu. Jadi jelas, high risk banget dong ?”

Oya.. untuk membuktikan lagi bahwa internet marketing tidak selalu identik dengan penipuan, saya memiliki 2 contoh website lagi yang memanfaatkan internet secara bijak. Ini adalah linknya :

http://www.sayabutuh.info/tentang/cash-in-a-flash ==> karya dari Robert G. Allen

Dan kalau contoh di Indonesia yang sudah menggunakan promosi dengan cara seperti ini adalah seminar properti dari Joe Hartanto, salah satu mentor Entrepreneur University.

http://www.propertycashmachine.com

Oh ya, saya tidak mempromosikan seminarnya dan tidak dibayar untuk mempromosikan webnya loh. Ini hanya contoh saja yang membuktikan bahwa internet marketing tidak selalu menipu…Hehehe

Oya, saya ingatkan sekali lagi bahwa paket pembelajaran InvestorSibuk yang saya susun isinya berupa pengalaman yang saya praktekkan. Saya tidak pernah menjanjikan Anda menjadi cepat kaya atau memperoleh hasil seperti yang saya peroleh, karena segala sesuatunya tergantung dengan keadaan pasar. Saya hanya memberikan pengalaman saya dan cara saya memilih saham serta kapan saya masuk dan keluar dari pasar. Jadi, sama sekali tidak ada garansi. Kalau Anda berpikiran untuk menjadi cepat kaya  dalam waktu singkat, lebih baik tidak membelinya.

Oh ya, paket pembelajaran InvestorSibuk ini ditujukan untuk pemula dan orang-orang sibuk. Jadi, bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di bursa dan Anda adalah seorang trader lebih baik jangan membeli paket pembelajaran ini karena Anda akan kecewa karena tidak sesuai dengan target marketnya. Saya pribadi bukanlah seorang trader dan biasanya hanya melakukan transaksi 3-4 kali dalam setahun.

Penawaran Spesial : Saya akan memilih satu orang dengan komentar terbaik dan komitmen terbaik dengan memberikan komentar secara konsisten pada setiap artikel yang saya tulis selama fasa PRE LAUNCH InvestorSibuk.com dan akan mendapatkan Paket GOLD InvestorSibuk.com secara GRATIS senilai Rp 19.027.000,- pada saat website InvestorSibuk.com LAUNCHING Tanggal 25 Mei 2010

Khusus untuk satu orang spesial  ini, ‘tidak perlu mendapat 1500 referral terlebih dahulu‘ untuk mendapatkan paket pembelajaran Investorsibuk.com secara GRATIS!

INGAT…Hanya untuk 1 orang terbaik dengan komentar, komitmen, serta keinginan yang kuat !
Jadi
tuliskan komentar sebaik dan sekreatif mungkin!

Selamat berkompetisi ! Undang Teman Anda PLUS Berikan Komentar Terbaik Anda pada Setiap Artikel Saya Untuk Meningkatkan Peluang Anda Mendapatkan Paket Pembelajaran InvestorSibuk.com Secara GRATIS Senilai Rp 19.027.000,-

Terima kasih